التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
اَفَمَنْ
apakah orang-orang yang
اَسَّسَ
mendirikan
بُنْيَانَهٗ
bangunannya
عَلٰى
atas (dasar)
تَقْوٰى
takwa
مِنَ
dari/pada
اللّٰهِ
Allah
وَرِضْوَانٍ
dan keridhaan
خَيْرٌ
yang baik
اَمْ
ataukah
مَّنْ
dari/pada
اَسَّسَ
mendirikan
بُنْيَانَهٗ
bangunannya
عَلٰى
atas (dasar)
شَفَا
pinggir
جُرُفٍ
jurang
هَارٍ
runtuh
فَانْهَارَ
maka/lalu runtuh
بِهٖ
dengannya
فِيْ
dalam
نَارِ
api/neraka
جَهَنَّمَۗ
jahanam
وَاللّٰهُ
dan Allah
لَا
tidak
يَهْدِى
memberi petunjuk
الْقَوْمَ
kaum
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang dzalim
﴿١٠٩﴾
Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunan (masjid) atas dasar takwa kepada Allah dan keridaan(-Nya) itu lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu (bangunan) itu roboh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahanam? Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
1344 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Tidaklah sama orang yang membangun bangunannya di atas ketakwaan kepada Allah ,ketaatan kepadaNya dan dalam rangka mencari keridhaanNya, dengan orang yang membangun bangunannya di tepi jurang yang hampir-hampir runtuh. Dia membangun masjid demi melancarkan mudarat, kekafiran dan memecah belah kaum muslimin, maka tindakan itu menyeretnya jatuh terjerumus kedalam neraka jahanam. Dan Allah tidaklah memberikan hidayah kepada orang-orang yang berbuat zhalim lagi melampaui batas-batasNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3125-surat-at-taubah-ayat-109.html
Tafsir as-Sa'di
109. Kemudian Allah membandingkan antara masjid-masjid sesuai dengan maksud para penghuninya dan kesesuaiannya dengan keridhaan Allah. Dia berfirman, “Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah,” yakni di atas niat baik dan ikhlas, “dan keridhaan (Nya),” yakni ia sesuai dengan perintahNya, dia menggabungkan antara ikhlas dan mutaba’ah dalam amalnya, “itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi”, yakni di ujung, “jurang yang runtuh”, yakni yang rapuh, hampir-hampir roboh, “lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam Neraka Jahanam?Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim”, yakni, Allah tidak memberikan petunjuk kepada apa yang menjadi kemaslahatan agama dan dunia.
Sumber: https://tafsirweb.com/3125-surat-at-taubah-ayat-109.html
Tafsir Al-Wajiz
109. Tidak sama antara orang yang membangun bangunan atas dasar akidah yang kuat yaitu takwa dan ridha kepada Allah dan orang yang membuat masjid karena kemudharatan kekufuran serta rawan jatuh di atas lembah yang dilewati air dan cenderung mudah jatuh. Ketika masjid itu runtuh atau jatuh, niscaya akan jatuh juga orang yang membangunnya ke dalam neraka Jahanam.Allah itu tidak menolong orang-orang kafir yang berbuat kerusakan menuju jalan kebenaran dan kebahagiaan
Sumber: https://tafsirweb.com/3125-surat-at-taubah-ayat-109.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 109-110 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa tidak sama antara orang yang membangun bangunannya atas dasar takwa dan ridha Allah dengan orang yang membangun (Masjid Dhirar karena kekafirannya dan untuk memecah belah orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu) Sesungguhnya mereka membangun bangunannya di tepi jurang yang runtuh, yaitu perumpamaannya seperti di tepi jurang yang longsor. (lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dia ke dalam neraka Jahanam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim) yaitu Allah tidak memperbaiki perbuatan orang-orang yang melakukan kerusakan. Jabir bin Abdullah berkata,”Aku melihat masjid yang dibangun untuk memberikah mudharat kepada orang-orang mukmin itu keluar asap dari dalamnya pada masa Rasulullah ﷺ Firman Allah سبحانه وتعالى: (Bangunan-bangunan yang mereka dirikan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka) yaitu keraguan dan kemunafikan karena keberanian mereka melakukan perbuatan jahat itu yang meninggalkan kemunafikan dalam hati mereka. Sebagaimana orang-orang yang menyembah anak sapi senang hal itu.Firman Allah: (kecuali bila hati mereka itu telah hancur) yaitu dengan kematian mereka. Pendapat ini dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Zaid bin Aslam, As-Suddi, Habib bin Abu Tsabit, Adh-Dhahhak, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan lainnya dari kalangan ulama salaf. (Dan Allah Maha Mengetahui) amal perbuatan makhlukNya (lagi Maha Bijaksana) dalam membalasnya baik perbuatan baik maupun buruk.
Sumber: https://tafsirweb.com/3125-surat-at-taubah-ayat-109.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
109 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 204
Ruku
Ruku 168
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 41 (81/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1344 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9