التوبة (At-Taubah)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
مَآ
apa
اُنْزِلَتْ
diturunkan
سُوْرَةٌ
suatu surat
نَّظَرَ
memandang
بَعْضُهُمْ
sebagian mereka
اِلٰى
kepada
بَعْضٍۗ
sebagian lainnya
هَلْ
apakah
يَرٰىكُمْ
melihatmu
مِّنْ
dari
اَحَدٍ
seorang
ثُمَّ
kemudian
انْصَرَفُوْاۗ
mereka berpaling/pergi
صَرَفَ
memalingkan
اللّٰهُ
Allah
قُلُوْبَهُمْ
hati mereka
بِاَنَّهُمْ
karena sesungguhnya mereka
قَوْمٌ
kaum
لَّا
tidak
يَفْقَهُوْنَ
mereka mengerti
﴿١٢٧﴾
Dan apabila diturunkan suatu surah, satu sama lain di antara mereka saling berpandangan (sambil berkata), “Adakah seseorang (dari kaum muslimin) yang melihat kamu?” Setelah itu mereka pun pergi. Allah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak memahami.
1362 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tiap kali diturunkan surat, orang-orang munafik saling memberikan isyarat dengan mata mereka sebagai bentuk pengingkaran terhadap turunnya surat tersebut, olok-olokan dan amarah;lantaran turun di dalam kandungannya keterangan tentang keburukan-keburukan dan perbuatan-perbuatan mereka. kemudian mereka mengatakan “apakah ada seseorang yang melihat kalian bila kalian pergi meninggalkan rasul?” maka apabila tidak seorang pun memergoki mereka, mereka berdiri dan pergi dari sisi rasul karena takut terbongkar rahsia mereka. Allah memalingkan hati mereka dari keimanan, disebabkan mereka sesunggguhnya tidak memahami dan tidak merenunginya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3143-surat-at-taubah-ayat-127.html
Tafsir as-Sa'di
127. Yakni, bahwa orang-orang munafik yang mewaspadai turunnya surat atas mereka, telah memberitahukan isi hati mereka, bahwa jika sebuah surat turun agar mereka beriman kepadanya dan mengamalkan isinya, “sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain”, dengan ketetapan hati untuk tidak mengamalkannya, mereka menunggu kesempatan bersembunyi dari pandangan orang-orang beriman, dan mereka berkata, “ ‘Adakah seorang dari (orang-orang Muslimin) yang meihat kamu?’ sesudah itu mereka pun pergi”, dengan sembunyi-sembunyi pulang dalam keadaan berpaling, maka Allah membalas mereka dengan hukuman sesuai dengan amal mereka. Sebagaimana mereka berpaling dari amal maka “Allah telah memalingkan hati mereka,” yakni menghalanginya dari kebenaran “disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti”, dengan pemahaman yang berguna bagi mereka, karena jika mereka itu memahami, niscaya mereka beriman kepada surat yang diturunkan dan tunduk kepada perintahnya.Yang dimaksud di sini adalah keengganan mereka yang sangat terhadap jihad dan syariat-syariat iman yang lain, sebagaimana Firman Allah, "Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka." (Muhammad:20).
Sumber: https://tafsirweb.com/3143-surat-at-taubah-ayat-127.html
Tafsir Al-Wajiz
127. Dan ketika turun surah yang menjelaskan aib-aib orang munafik, mereka saling memandang untuk mengisyaratkan agar pergi dari majlis rasulallah ﷺ sembari berkata: “Apakah ada salah satu orang mukmin yang melihat kalian saat melarikan diri atau menyelinap keluar”. Kemudian mereka pergi dari majelis itu sembari menyelinap kembali ke rumah mereka karena khawatir dengan aib mereka.Allah memalingkan hati mereka dari kebaikan, bimbingan, hidayah, dan iman karena mereka adalah kaum yang tidak memahami Al-Qur’an dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Mereka juga tidak menyadari kebenaran karena tidak mau tadabbur.
Sumber: https://tafsirweb.com/3143-surat-at-taubah-ayat-127.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 126-127 Allah سبحانه وتعالى berfirman,”Apakah orang-orang munafik itu tidak melihat: (bahwa mereka diuji) yaitu diuji (sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga bertobat) dan tidak (pula) mengambil pengajaran?) yaitu mereka tidak bertaubat dari dosa-dosa mereka yang terdahulu, dan tidak pula mengambil pelajaran untuk keadaan mereka di masa yang akan datang. Mujahid berkata bahwa mereka diuji dengan musim paceklik Dan kelaparan. Qatadah berkata,”dengan peperangan sekali atau dua kali dalam satu tahun.Firman Allah: (Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain (sambil berkata), "Adakah seseorang dari (orang-orang muslim) yang melihat kalian?” Sesudah itu mereka pun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti (127)) Ini juga pemberitahuan tentang orang-orang munafik, bahwa mereka itu jika diturunkan suatu surah kepada Rasulullah ﷺ: (sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain) yaitu kalian berpaling: (Adakah seorang dari (orang-orang muslim) yang melihat kalian? Sesudah itu mereka pun pergi) yaitu mereka berpaling dari kebenaran dan pergi darinya.Demikianlah keadaan mereka dalam agama mereka, mereka tidak teguh menghadapi kebenaran. tidak mau menerima dan memahaminya. Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى (Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? (49) Seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut (50) lari dari singa (51)) (Surah Al-Muddatstsir) yaitu mengapa mereka itu berkelompok memisahkan diri darimu dari kanan dan kiri, serta lari dari kebenaran dan pergi menuju kebathilan.Firman Allah: (Sesudah itu mereka pun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka) sebagaimana firmanNya: (Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik) (Surah Ash-Shaff: 5) Mereka tidak memahami tentang Allah dan perintahNya.Mereka juga tidak bermaksud memahami dan menghendakinya. Bahkan mereka sibuk dengan yang lain dan lari darinya. Oleh karena itu mereka mengalami apa yang mereka alami itu
Sumber: https://tafsirweb.com/3143-surat-at-taubah-ayat-127.html
Informasi
Surat
التوبة (At-Taubah)
Pengampunan — 129 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
127 dari 129 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 207
Ruku
Ruku 171
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 42 (83/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1362 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-9