يونس (Yunus)
Per AyatMushaf
فَمَنْ
maka siapakah
اَظْلَمُ
lebih zalim
مِمَّنِ
daripada orang
افْتَرٰى
mengada-adakan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
كَذِبًا
kedustaan
اَوْ
atau
كَذَّبَ
dia mendustakan
بِاٰيٰتِهٖۗ
dengan ayat-ayatNya
اِنَّهٗ
sesungguhnya ia
لَا
tidak
يُفْلِحُ
beruntung
الْمُجْرِمُوْنَ
orang-orang yang berbuat dosa
﴿١٧﴾
Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa itu tidak akan beruntung.
1381 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
tidak ada orang yang lebih parah tindak kezhalimannnya daripada orang yang membuat-buat kebohongan atas nama Allah dan mendustakan ayat-ayatNya. Sesungguhnya tidak beruntung orang-orang yang mendustakan nabi-nabi Allah dan rasul-rasulNya dan tidak meraih kemenangan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3291-surat-yunus-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. Dan “siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayatNya?” kalau aku mengada-ada, maka aku adalah orang yang paling zhalim, keberuntungan lenyap dariku dan keadaanku pun tidak samar bagimu, akan tetapi aku datang kepadamu dengan ayat-ayat Allah lalu kamu mendustakannya maka kezhaliman terpastikan ada padamu, perkaramu harus lenyap dan kamu tidak akan mendapatkan keberuntungan selama kamu sebagaimana demikian. Firman Allah, “Orang-orang yang tidak berharap pertemuan dengan kami berkata”, menunjukkan bahwa faktor pendorong penentangan yang bersumber dari mereka adalah kekufuran mereka kepada pertemuan dengan Allah dan tidak mengharapkannya, dan bahwa siapa yang beriman kepada pertemuan dengan Allah, maka dia pasti tunduk kepada kitab Ini, beriman kepadanya, karena tujuannya baik.
Sumber: https://tafsirweb.com/3291-surat-yunus-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Tidak ada yang lebih zalim dari orang yang mereka-reka (membuat-buat) kebohongan atas nama Allah, dan mengakui sesuatu yang tidak difirmnankan oleh Allah, atau mendustakan ayat-ayatNya yang diturunkan kepada utusanNya. Sesungguhnya tidaklah beruntung orang yang berbuat dosa dengan merekayasa sesuatu atas nama Allah?!
Sumber: https://tafsirweb.com/3291-surat-yunus-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى berfirman,”Tidak ada seorang pun yang lebih aniaya, durhaka dan lebih jahat: (daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah) yaitu membuat-buat dusta terhadap Allah, lalu dia mengaku bahwa Allah mengutusnya, sedangkan kenyataannya tidak demikian. Tidak ada seorang pun lebih besar kejahatan dan kezalimannya dari hal ini. Perumpamaan hal ini perkaranya tidak tersembunyi bagi orang-orang yang tidak tahu, maka bagaimana mungkin orang seperti ini disamakan dengan para Nabi?Sesungguhnya orang yang mengatakan perkataan ini, baik dia benar atau dusta, maka Allah pasti menegakkan dalil-dalil yang menunjukkan kebenaran atau kedustaannya dengan sesuatu yang lebih jelas daripada matahari. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata, "Telah diwahyukan kepada saya, " padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah”) (Surah Al-An'am: 93) Allah berfirman dalam ayat yang mulia ini: (Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya?Sesungguhnya tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa (17)) Demikian juga orang yang mendustakan kebenaran yang dibawa oleh para rasul, padahal hujjah-hujjahnya telah disampaikan kepadanya. Tidak ada yang lebih zalim darinya
Sumber: https://tafsirweb.com/3291-surat-yunus-ayat-17.html
Informasi
Surat
يونس (Yunus)
Yunus — 109 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
17 dari 109 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 210
Ruku
Ruku 173
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 42 (84/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1381 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-10