يونس (Yunus)

Per AyatMushaf
وَيَعْبُدُوْنَ
dan mereka menyembah
مِنْ
dari
دُوْنِ
selain
اللّٰهِ
Allah
مَا
apa/sesuatu
لَا
tidak
يَضُرُّهُمْ
memberi mudharat kepadamu
وَلَا
dan tidak
يَنْفَعُهُمْ
memberi manfaat kepada mereka
وَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka berkata
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu
شُفَعَاۤؤُنَا
pemberi syafaat kepada kami
عِنْدَ
disisi
اللّٰهِ
Allah
ۗقُلْ
katakanlah
اَتُنَبِّـُٔوْنَ
apakah kamu mengabarkan
اللّٰهَ
Allah
بِمَا
dengan apa
لَا
tidak
يَعْلَمُ
Dia ketahui
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَلَا
dan tidak
فِى
di
الْاَرْضِۗ
bumi
سُبْحٰنَهٗ
Maha Suci Dia
وَتَعٰلٰى
dan Maha Tinggi
عَمَّا
daripada apa
يُشْرِكُوْنَ
mereka persekutukan
﴿١٨﴾
Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.” Katakanlah, “Apakah kamu akan memberitahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di bumi?” Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan itu.
1382 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang musyrik itu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka sedikitpun dan tidak dapat memberikan manfaat bagi mereka di dunia dan akhirat. Dan mereka berkata, ”kami menyembah mereka agar mereka memberikan syafaat bagi kami di sisi Allah.” katakanlah kepada mereka (wahai rasul), ”apakah kalian mau memberitahukan kepada Allah sesuatu yang tidak diketahuiNya tentang perkara para pemberi syafaat di langit dan di bumi? Karena sesungguhnya kalaulah pada keduanya ada yang akan memberikan syafaat bagi kalian di sisiNya, maka pastilah Dia lebih tahu tentang mereka daripada kalian.” Allah maha suci dari apa yang diperbuat kaum musyrikin berupa tindakan kesyirikan mereka dalam beribadah kepadaNya dengan menyembah apa yang tidak dapat menimpakan mudarat maupun mendatangkan manfaat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3292-surat-yunus-ayat-18.html

Tafsir as-Sa'di

18. Allah berfirman, “Dan mereka menyembah”, yaitu orang-orang musyrik yang mendustakan Rasulullah “selain dari Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan.” Yakni ia tidak memiliki sedikit pun manfaat untuk mereka dan tidak menolak apa pun dari mereka. “Dan mereka berkata”, dengan ucapan kosong tanpa bukti, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” Mereka menyembahnya agar bisa mendekatkannya kepada Allah dan memberi syafaat kepada mereka di sisiNya.Ini adalah ucapan yang mereka ada-adakan dari diri mereka sendiri, ucapan yang mereka buat-buat. Oleh karena itu, Allah berfirman membatalkan ucapan tersebut, “Katakanlah, ‘Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya, baik di langit dan tidak (pula) di bumi?‘“ maksudnya, Allah Maha Mengetahui dengan ilmu yang meliputi apa yang ada di langit dan di bumi, Dia telah mengabarkan kepadamu bahwa Dia tidak memiliki sekutu dan bahwa tidak ada Rabb bersamaNya.Kamu wahai orang-orang musyrik menyampaikan berita yang samar padahal kamu mengetahuinya? Siapa yang lebih tahu, Allah ataukah kamu? Adakah ucapan yang lebih batil daripada ucapan yang mengandung kesimpulan bahwa orang-orang bodoh lagi sesat itu lebih tahu daripada Allah Rabbul ‘alamin?Cukuplah bagi orang yang berakal dengan hanya membayangkan pendapat ini, karena ia dipastikan batil dan rusak. “Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).” Maksudnya, Mahasuci Allah, Dia tidak memiliki partner atau sekutu, akan tetapi Dia adalah Maha Esa, tempat bergantung para makhluk, tiada Rabb di langit dan di bumi melainkan Dia, semua yang disembah di langit dan di bumi selainNya adalah batil secara akal, syara’ dan fitrah, "(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Al-Hajj:62)

Sumber: https://tafsirweb.com/3292-surat-yunus-ayat-18.html

Tafsir Al-Wajiz

18. Orang-orang musyrik menyembah kepada selain Allah, yaitu berhala dan patung, sesuatu yang tidak membahayakan mereka jika tidak disembah dan tidak memberi manfaat jika disembah, karena benda-benda tersebut merupakan benda-benda mati yang tidak memberi mahdharat maupun manfaat. Kebenaran dan akal menentukan bahwa yang layak disembah adalah Dzat yang mampu memberi manfaat dan mahdharat.Tidak berfaidah menyembah sesuatu jika lemah. Mereka beranggapan bahwa berhala dan patung itu akan menyelamatkan mereka di sisi Allah saat di akhirat. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul: “Apakah kalian akan memberitahu Allah tentang sesuatu yang tidak Dia ketahui di langit dan bumi?Dimana DIa tidak mengetahui sekutu dan penyelamat yang ada bersamaNya. Maha suci Allah dari sekutu dalam kerajaanNya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/3292-surat-yunus-ayat-18.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 18-19 Allah سبحانه وتعالى mengingkari orang-orang musyrik yang menyembah Allah dengan sembahan-sembahan selainNya dengan menyangka bahwa sembahan-sembahan itu memberi manfaat kepada mereka dengan syafaatnya di sisi Allah. Lalu Allah memberitahukan bahwa sembahan-sembahan itu tidak memberikan mudharat, tidak memberikan manfaat, dan tidak memiliki sesuatu apa pun. Apa yang mereka sangkakan itu tidak terjadi selamanya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Apakah kalian mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?”) Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya adalah "Apakah kalian memberitahukan kepada Allah apa yang tidak ada di langit dan di bumi?" Kemudian Allah membersihkan DzatNya yang Maha Mulia dari kemusyrikan dan kekafiran mereka. Lalu Allah berfirman: (Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa kemusyrikan ini terjadi di kalangan manusia, meskipun sebelumnya belum ada, dan semua manusia itu pada awalnya berada pada satu agama, yaitu agama Islam.Ibnu Abbas berkata bahwa jarak antara nabi Adam dan nabi Nuh adalah sepuluh generasi dan semuanya memeluk agama Islam. Kemudian terjadi perselisihan di antara manusia, lalu berhala-berhala, sekutu-sekutu dan tandingan-tandingan disembah, kemudian Allah mengutus para rasul dengan membawa ayat-ayatNya yang jelas, hujjah-hujjah dan bukti-bukti-Nya yang kuat (yaitu agar orang yang binasa itu binasanya dengan keterangan yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidupnya dengan keterangan yang nyata (pula)) (Surah Al-Anfal: 42) dan firmanNya (Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhan kalian dahulu) yaitu seandainya tidak ada ketetapan terlebih dahulu dari Allah bahwa Dia tidak akan mengazab seorang pun kecuali sesudah adanya hujjah atasnya, dan menangguh­kan makhlukNya sampai dengan waktu yang telah ditentukan., maka Dia sudah memberi keputusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan itu.Jadi berbahagialah orang-orang mukmin dan celakalah orang-orang kafir.

Sumber: https://tafsirweb.com/3292-surat-yunus-ayat-18.html

Informasi

Surat

يونس (Yunus)

Yunus — 109 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

18 dari 109 ayat

Juz

Juz 11

Halaman

Halaman 210

Ruku

Ruku 173

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 42 (84/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1382 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-10