يونس (Yunus)
Per AyatMushaf
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
مَثَلُ
perumpamaan
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
كَمَاۤءٍ
seperti air
اَنْزَلْنٰهُ
Kami turunkannya
مِنَ
dari
السَّمَاۤءِ
langit
فَاخْتَلَطَ
maka/lalu ia bercampur
بِهٖ
dengannya
نَبَاتُ
tumbuh-tumbuhan
الْاَرْضِ
bumi
مِمَّا
dari padanya/diantaranya
يَأْكُلُ
memakan
النَّاسُ
manusia
وَالْاَنْعَامُ
dan binatang ternak
ۗحَتّٰٓى
sehingga
اِذَآ
apabila
اَخَذَتِ
menampakkan
الْاَرْضُ
bumi
زُخْرُفَهَا
keindahannya
وَازَّيَّنَتْ
dan terhias ia
وَظَنَّ
dan mengira
اَهْلُهَآ
penduduknya/pemiliknya
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
قٰدِرُوْنَ
mereka menguasai
عَلَيْهَآ
atasnya
اَتٰىهَآ
datang kepadanya
اَمْرُنَا
perintah/azab Kami
لَيْلًا
malam
اَوْ
atau
نَهَارًا
siang
فَجَعَلْنٰهَا
maka/lalu Kami jadikannya
حَصِيْدًا
tanaman yang sudah disabit
كَاَنْ
seakan-akan
لَّمْ
belum pernah
تَغْنَ
tumbuh
بِالْاَمْسِۗ
kemarin
كَذٰلِكَ
demikianlah
نُفَصِّلُ
Kami jelaskan
الْاٰيٰتِ
ayat-ayat
لِقَوْمٍ
bagi kaum/orang-orang
يَّتَفَكَّرُوْنَ
mereka berfikir
﴿٢٤﴾
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, hanya seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur (karena air itu), di antaranya ada yang dimakan manusia dan hewan ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan berhias, dan pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya (memetik hasilnya), datanglah kepadanya azab Kami pada waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman)nya seperti tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang yang berpikir.
1388 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesunggunnya perumpamaan kehidupan dunia dan apa yang kalian banggakan berupa perhiasan dan harta benda , adalah seperti air hujan yang kami turunkan dari langit ke muka bumi. Maka dengan itu tumbuhlah berbagai macam tanaman, sebagian bercampur dengan yang lain dari buah-buahan yang di makan oleh manusia dan tumbuh tumbuhan yang di makan oleh binatang-binatang sehingga apabila tampak keindahan permukaan bumi dan pesonanya dan para pemilknya menyangka mereka kuasa untuk memetik hasil panennya dan mengambil manfaat darinya, datanglah keputusan dan ketetapan kami kepadanya dengan kebinasaanya dan semua tanaman dan pesona yang ada di atasnya, baik di siang hari maupun malam hari. Kemudian kami menjadikan tanaman-tanaman dan pohon-pohon itu telah dipanen dan telah di potong tidak ada apapun yang tersisa padanya, seolah-olah puoh-pohon dan tanaman-tanaman itu sebelumnya tidak pernah tegak di muka bumi.Maka begitu pula, kesirnaan akan menimpa apa yang kalian bangga-banggakan dari dunia dan perhiasanya yang kalian miliki . Maka Allah melenyapkan dan Menyirnakannya. Dan sebagaimana Kami telah menjelaskan kepada kalian (wahai manusia), perumpamaan dunia ini dan Kami mengenalkan hakikatnya, kami juga menjelaskan hujjah-hujjah Kami dan petunjuk kami kepada kaum yang memikirkan ayat-ayat Allah dan merenungi apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/3298-surat-yunus-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24. Ini adalah perumpamaan yang merupakan salah satu perupamaan yang terbaik, pas dengan keadaan dunia, karena kenikmatan, syahwat, kedudukannya dan lain-lain menjadi indah -jika ia menjadi indah dalam wakktu singkat-, jika ia telah lengkap dan sempurna maka ia terkikis dan terlepas dari pemiliknya atau pemiliknya terlepas darinya, maka kedua tangannya hampa, hatinya penuh dengan kecemasan, kesedihan dan penyesalan karenanya, hal itu “seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu karena air itu tumbuhlah tanaman-tanaman bumi dengan subur.” Maksudnya, tumbuh padanya dari segala jenis dan pasangan yang indah. “Di antaranya ada yang dimakan manusia”, seperti biji-bijian dan buah-buahan, “dan” apa yang dimakan oleh “binatang ternak.” Seperti rerumputan dan daun-daunan yang beraneka ragam. “Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya.” Maksudnya, indah pemandangannya, ia berhias dengan daun-daunnya maka ia menjadi kebahagiaan bagi orang-orang yang memandang, ketenangan bagi orang yang membuang penat dan tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang merenungkan. Kamu pun melihat pemandangan yang unik, hijau, kuning putih, dan lain-lain. “Dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya.” Maksudnya, mereka ingin itu berlangsung terus menerus karena memang itulah yang mereka cari dan inginkan, akan tetapi manakala mereka dalam kondisi tersebut, datanglah keputusan Allah, “di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin.” Maksudnya, seolah-olah tak pernah ada.Ini adalah keadaan dunia, sama persis. “Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami).” Maksudnya, Kami menerangkannya dengan mendekatkan makna-maknanya kepada akal dengan membuat perumpamaan “kepada orang-orang yang berpikir”, memakai akal mereka untuk yang bermanfaat bagi mereka. Adapun orang yang lalai dan berpaling, maka tanda-tanda kebesaran Allah tidak berguna baginya, keterangan tidak mengikis keraguannya. Manakala Allah menyebutkan keadaan dunia dan hasil dari kenikmatannya, maka Dia menanamkan kecintaan manusia kepada alam akhirat yang kekal.
Sumber: https://tafsirweb.com/3298-surat-yunus-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
24. Sesungguhnya kecepatan berakhirnya dunia dan nikmat-nikmatnya itu seperti tumbuh-tumbuhan yang ada di permukaan bumi, yang mana disiram air hujan dari langit, lalu tumbuh-tumbuhan itu saling bercampur akibat air (hujan) tersebut menghasilkan biji-bijian dan buah-buahan yang dimakan menusia dan rerumputan yang dimakan hewan ternak. Dan ketika bumi telah sempurna kebaikan wujudnya dan keindahannya, dan dihiasi dengan bunga-bunga indah yang beragam, serta penghuninya beranggapan bahwa mereka berkuasa atas hasil panen dan buahnya serta bisa menikmatinya, lalu tiba-tiba datang perintah Kami untuk menghancurkannya di waktu malam atau siang, kemudian Kami menjadikan tanamannya yang dipanen dan dipotong dengan sabit itu seakan-akan tidak pernah ada sebelumnya.Sebagaimana penjelasan dan keterangan itulah Kami menjelaskan dan memberagamkan ayat-ayat yang menunjukkan kepada tauhid kekuasaan dan lainnya bagi kaum yang mau berpikir tentangnya lalu mengambil manfaat darinya
Sumber: https://tafsirweb.com/3298-surat-yunus-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 24-25 Allah سبحانه وتعالى membuat perumpamaan tentang bunga kehidupan dunia dan perhiasannya serta kefanaannya yang cepat dengan tanaman yang Dia tumbuhkan dari tanah dengan air hujan yang Dia turunkan dari langit, berupa tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang beragam macam dan jenisnya, ada yang dimakan manusia, hewan ternak, seperti rumput, ilalang, dan lainnya (Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya) yaitu perhiasannya yang fana (dan memakai (pula) perhiasannya) Semua yang dikeluarkannya tampak indah dihiasi dengan bunga yang beragam bentuk dan warnanya. (dan pemilik-pemiliknya mengira) yaitu orang-orang yang menanam dan memanennya (bahwa mereka pasti menguasainya) yaitu menuai dan memanennya. Ketika mereka dalam keadaan itu, tiba-tiba angin kencang yang sangat dingin datang sehingga daun-daunnya menjadi kering dan buahnya membusuk. Oleh karena itu Allah berfirman (tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang hari, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit) yaitu kering, sete;ah hijau dan segar (seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin) yaitu seakan-akan tidak pernah tumbuh sebelum itu.Qatadah berkata tentang firman (seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin) seakan-akan belum pernah tumbuh. Demikianlah perkaranya sesudah kehancurannya, maka seakan-akan tidak pernah ada. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang yang binasa (lalu mereka mati bergelimpangan di dalam rumahnya (94) seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu) (Surah Hud) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami)) yaitu Kami menjelaskan hujjah-hujjah dan dalil-dalil (kepada orang-orang yang berpikir) lalu mereka mengambil pelajaran dari perumpamaan ini tentang lenyapnya dunia dari penduduknya dengan cepat, bersamaan mereka terperdaya dengan hal itu, dan yakin bahwa mereka pasti bisa memetik hasilnya pada waktunya, tetapi hal itu luput dari mereka.Sesungguhnya watak dunia itu lari dari orang yang mencarinya dan memburu orang yang lari darinya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga)) Setelah menyebutkan tentang dunia dan kehancurannya yang cepat, Dia menyebutkan tentang surga dan menyeru kepadanya serta menamainya dengan Darussalam, yaitu dari penyakit, kekurangan, dan musibah. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam) (25)
Sumber: https://tafsirweb.com/3298-surat-yunus-ayat-24.html
Informasi
Surat
يونس (Yunus)
Yunus — 109 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
24 dari 109 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 211
Ruku
Ruku 174
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 42 (84/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1388 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-10