يونس (Yunus)
Per AyatMushaf
وَاللّٰهُ
dan Allah
يَدْعُوْٓ
Dia menyeru
اِلٰى
kepada
دَارِ
rumah/tempat
السَّلٰمِ
keselamatan/kedamaian
ۚوَيَهْدِيْ
dan Dia memberi petunjuk
مَنْ
orang/siapa
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
اِلٰى
kepada
صِرَاطٍ
jalan
مُّسْتَقِيْمٍ
yang lurus
﴿٢٥﴾
Dan Allah menyeru (manusia) ke Darus-salam (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam).
1389 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah menyeru kalian menuju surga-surgaNya yang Dia sediakan bagi para waliNya, dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendakiNya dari makhluk-makhlukNya, lalu memberinya taufik untuk menepati jalan yang lurus, yaitu islam.
Sumber: https://tafsirweb.com/3299-surat-yunus-ayat-25.html
Tafsir as-Sa'di
25. Allah mengajak, mendorong dan menganjurkan hamba-hambaNya secara umum kepada Darussalam, dan Dia mengkhususkan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki untuk dipilih dan diangkatNya. Ini adalah karunia dan kebaikanNya, dan Allah mengkhususkan rahmatNya kepada hambaNya yang Dia kehendaki.Itu adalah keadilan dan hikmahNYa, tidak ada seorang pun yang memiliki hujjah setelah adanya penjelasan dan diutusnya Rasul. Allah menamakan Surga dengan Darussalam karena ia selamat dari segala cacat dan kekurangan, dan hal itu karena kesempurnaan nikmatnya, kelengkapannya, kekelannya dan keindahannya dari segala segi.
Sumber: https://tafsirweb.com/3299-surat-yunus-ayat-25.html
Tafsir Al-Wajiz
25. Dan setelah menjelaskan betapa cepatnya menghilangkan dunia, Allah memunculkan hasrat terhadap akhirat, dimana disebutkan bahwa Allah menyeru (manusia) untuk beriman agar sampai ke surga, yaitu rumah yang damai dari petaka. Dia juga akan membantu orang yang ingin menapaki jalan yang lurus, yaitu berikrar tentang keberadaan dan keesaan Allah, menaati hukum-hukumNya, dan menunaikan perintah-perintahNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3299-surat-yunus-ayat-25.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 24-25 Allah سبحانه وتعالى membuat perumpamaan tentang bunga kehidupan dunia dan perhiasannya serta kefanaannya yang cepat dengan tanaman yang Dia tumbuhkan dari tanah dengan air hujan yang Dia turunkan dari langit, berupa tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang beragam macam dan jenisnya, ada yang dimakan manusia, hewan ternak, seperti rumput, ilalang, dan lainnya (Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya) yaitu perhiasannya yang fana (dan memakai (pula) perhiasannya) Semua yang dikeluarkannya tampak indah dihiasi dengan bunga yang beragam bentuk dan warnanya. (dan pemilik-pemiliknya mengira) yaitu orang-orang yang menanam dan memanennya (bahwa mereka pasti menguasainya) yaitu menuai dan memanennya. Ketika mereka dalam keadaan itu, tiba-tiba angin kencang yang sangat dingin datang sehingga daun-daunnya menjadi kering dan buahnya membusuk. Oleh karena itu Allah berfirman (tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang hari, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit) yaitu kering, sete;ah hijau dan segar (seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin) yaitu seakan-akan tidak pernah tumbuh sebelum itu.Qatadah berkata tentang firman (seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin) seakan-akan belum pernah tumbuh. Demikianlah perkaranya sesudah kehancurannya, maka seakan-akan tidak pernah ada. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang yang binasa (lalu mereka mati bergelimpangan di dalam rumahnya (94) seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu) (Surah Hud) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami)) yaitu Kami menjelaskan hujjah-hujjah dan dalil-dalil (kepada orang-orang yang berpikir) lalu mereka mengambil pelajaran dari perumpamaan ini tentang lenyapnya dunia dari penduduknya dengan cepat, bersamaan mereka terperdaya dengan hal itu, dan yakin bahwa mereka pasti bisa memetik hasilnya pada waktunya, tetapi hal itu luput dari mereka.Sesungguhnya watak dunia itu lari dari orang yang mencarinya dan memburu orang yang lari darinya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga)) Setelah menyebutkan tentang dunia dan kehancurannya yang cepat, Dia menyebutkan tentang surga dan menyeru kepadanya serta menamainya dengan Darussalam, yaitu dari penyakit, kekurangan, dan musibah. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam) (25)
Sumber: https://tafsirweb.com/3299-surat-yunus-ayat-25.html
Informasi
Surat
يونس (Yunus)
Yunus — 109 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
25 dari 109 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 211
Ruku
Ruku 174
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 42 (84/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1389 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-10