يونس (Yunus)
Per AyatMushaf
قَالُوا
mereka berkata
اتَّخَذَ
mengambil/mempunyai
اللّٰهُ
Allah
وَلَدًا
anak
سُبْحٰنَهٗ
Maha Suci Dia
ۗ
هُوَ
Dia
الْغَنِيُّ
Maha Kaya
ۗ
لَهٗ
kepunyaanNya
مَا
apa
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَمَا
dan apa
فِى
di
الْاَرْضِۗ
bumi
اِنْ
jika tidak
عِنْدَكُمْ
kamu mempunyai
مِّنْ
dari
سُلْطٰنٍۢ
hujjah/keterangan
بِهٰذَاۗ
dengan ini
اَتَقُوْلُوْنَ
apakah kamu mengatakan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
مَا
apa
لَا
tidak
تَعْلَمُوْنَ
(kalian) mengetahui
﴿٦٨﴾
Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, “Allah mempunyai anak.” Mahasuci Dia, Dialah Yang Mahakaya; milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai alasan kuat tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah apa yang kamu tidak ketahui?
1432 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik berkata, ”Allah mengambil anak” seperti perkataan mereka, ”malaikat adalah anak-anak perempuan Allah” atau “isa al-masih adalah putra Allah” maha suci Allah dari semua ungkapan tersebut dan Mahabersih darinya. Dia Mahakaya, tidak membutuhkan segala sesuatu selainNya.MilikNya segala sesuatu yang ada di langit dan dibumi.Maka bagaimana Dia mempunyai seorang anak dari yang Dia ciptakan sendiri, padahal segala sesuatu adalah milikNya? dan kalian tidak mempunyai bukti yang menguatkan apa yang kalian ada-adakan itu berupa kedustaan. Apakah kalian melontarkan kepada Allah sesuatu yang kalian sendiri tidak mengetahui hakikat dan kebenarnnya?
Sumber: https://tafsirweb.com/3342-surat-yunus-ayat-68.html
Tafsir as-Sa'di
68. Allah berfirman mengabarkan kedustaan orang-orang musyrik kepada Allah Rabbul ‘alamin. “Mereka (Orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, ‘Allah mempunyai anak’.” Maka Allah menyucikan diriNya dengan “Mahasuci Allah.” Yakni dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim dengan menisbatkan kekurangan kepadaNya dan Mahatinggi Allah dari hal itu.Kemudian Allah menyodorkan beberapa bukti. Pertama: FirmanNya, “Dia-lah Yang Mahakaya”, yakni kekayaan terbatas padaNya, macam-macam kekayaan hanya ada padaNya, Dia-lah Yang Mahakaya dari segala segi maka untuk apa Dia memiliki anak? Apakah karena Dia membutuhkan kepada anak?Ini jelas bertentangan dengan kekayaanNya dan tidak ada seorang pun yang memiliki anak kecuali karena adanya kekurangan pada kekayaannya. Bukti kedua: FirmanNya, “KepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.” Ini adalah kalimat yang umum lagi menyeluruh tidak ada sesuatu pun yang ada di langit dan di bumi yang keluar darinya, semuanya adalah makhluk lagi hamba yang dikuasai dan seperti yang sudah dimaklumi bahwa sifat umum ini bertentangan dengan kepemilikan anak dari mereka karena anak dari jenis orang tuanya, dia bukan makhluk bukan pula yang dimiliki, kepemilikan Allah terhadap apa yang ada di langit dan di bumi bertentangan dengan keperanakan. Bukti ketiga: “Tidaklah kamu mempunyai hujjah tentang ini.” Yakni apakah kamu mempunyai bukti dan dalil bahwa Allah mempunyai anak?Seandainya mereka memiliki dalil niscaya mereka pasti menyodorkannya, maka ketika Allah menentang mereka dan mereka pun tidak mampu menegakkan dalil maka diketahuilah kebatilan apa yang mereka ucapkan dan bahwa hal itu adalah ucapan tanpa ilmu, oleh karena itu Dia berfirman, “Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” ini adalah termasuk perkara yang besar.
Sumber: https://tafsirweb.com/3342-surat-yunus-ayat-68.html
Tafsir Al-Wajiz
68 Mereka orang-orang Yahudi berkata bahwa: “Malaikat adalah anak perempuan Allah”.sedangkan orang Nasrani mengatakan bahwa Allah mempunyai anak. Maha Suci Allah; Dialah Yang Maha Kaya; Dia Maha tidak butuh atas segala sesuatu, adapun anak adalah tanda butuh terhadap sesuatu, sedangkan Allah Maha Tidak Butuh Sesuatu secara mutlak. Kepunyaan-Nyalah segala apa yang ada di langit dan apa yang di bumi.Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan tentang Allah padahal kamu tidak mengetahui sama sekali?
Sumber: https://tafsirweb.com/3342-surat-yunus-ayat-68.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 68-70 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari orang yang menganggap bahwa Dia mempunyai anak (Maha Suci Allah: Dialah Yang Maha kaya) yaitu Maha Suci Allah dari hal itu. Dia Maha Kaya, tidak membutuhkan dari selain Dia, dan setiap sesuatu membutuhkanNya (kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi) yaitu bagaimana bisa Dia mempunyai anak dari makhluk yang Dia ciptakan, dan setiap sesuatu adalah milikNya dan hambaNya (Kalian tidak mempunyai hujjah tentang ini) yaitu kalian tidak mempunyai dalil atas apa yang kalian katakan. Perkataan kalian itu hanya dusta dan buat-buatan saja (Pantaskah kalian mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui?) pengingkaran dan ancaman yang kuat serta peringatan yang keras, sebagaimana firmanNya: (Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak” (88) Sesungguhnya kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwahkan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil anak (92) Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94) Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95)) (Surah Maryam) Kemudian Allah mengancam orang-orang yang mendustakanNya, membuat kebohongan terhadapNya dari kalangan orang yang menganggap bahwa Allah mempunyai anak, bahwa mereka tidak beruntung di dunia dan akhirat.Adapun di dunia, sesungguhnya membiarkan mereka dan mengabaikan mereka senang sebentar (kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras) (Surah Luqman: 24) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia) yaitu waktu yang pendek (kemudian kepada Kamilah mereka kembali) pada hari kiamat (kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat) yaitu siksa yang pedih (disebabkan kekafiran mereka) yaitu karena kekufuran, buat-buatan, dan kedustaan mereka terhadap Allah dalam anggapan mereka yang bohong dan keji.
Sumber: https://tafsirweb.com/3342-surat-yunus-ayat-68.html
Informasi
Surat
يونس (Yunus)
Yunus — 109 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
68 dari 109 ayat
Juz
Juz 11
Halaman
Halaman 216
Ruku
Ruku 178
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 43 (86/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1432 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-10