يونس (Yunus)

Per AyatMushaf
فَلَمَّا
maka tatkala
جَاۤءَهُمُ
datang kepada mereka
الْحَقُّ
kebenaran
مِنْ
dari
عِنْدِنَا
sisi Kami
قَالُوْٓا
mereka berkata
اِنَّ
sesungguhnya
هٰذَا
ini
لَسِحْرٌ
adalah sihir
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿٧٦﴾
Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, “Ini benar-benar sihir yang nyata.”
1440 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka ketika telah datang kepada fir’aun dan kaumnya kebenaran yang dibawa Musa , mereka berkomentar, ”sesungguhnya mukjizat-mukjizat nyata yang dibawa oleh musa hanyalah merupakan sihir yang nyata.

Sumber: https://tafsirweb.com/3350-surat-yunus-ayat-76.html

Tafsir as-Sa'di

76. “Dan tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami,” yang merupakan kebenaran terbesar dan teragung. Ia dari sisi Allah yang mana seluruh leher tunduk kepada keagunganNYa. Dia adalah Rabb semesta alam yang mendidik makhlukNya dengan nikmat-nikmatNya.Tatkala kebenaran dari Allah datang kepada mereka melalui Musa, maka mereka menolaknya dan tidak menerimanya. “Mereka berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata’.” Mereka merasa tidak cukup –semoga Allah menimpakan keburukan kepada mereka- dengan berpaling dan menolak lebih dari itu, mereka menjadikannya sebagai kebatilan yang paling batil yaitu sihir yang hakikat sebenarnya adalah bualan, bahkan mereka menjadikannya sebagai sihir yang jelas lagi nyata padahal sebenarnya ia adalah kebenaran yang nyata.

Sumber: https://tafsirweb.com/3350-surat-yunus-ayat-76.html

Tafsir Al-Wajiz

76 Tatkala kebenaran yang dibawa Musa dari sisi Kami telah datang kepada Fir’aun, mereka berkata: “Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata”, dengan penuh kesombongan

Sumber: https://tafsirweb.com/3350-surat-yunus-ayat-76.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 75-78 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kemudian Kami utus) yaitu setelah para rasul itu (Musa dan Harun kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya) yaitu kaumnya (dengan membawa tanda-tanda) yaitu hujjah dan bukti-bukti Kami (maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang berdosa) yaitu mereka enggan mengikuti dan tunduk kepada kebenaran. dan mereka adalah kaum yang berdosa (Ketika datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, "Ini tiada lain kecuali sihir yang nyata” (76)) Seakan-akan mereka bersumpah atas hal itu (semoga Allah melaknat mereka) padahal mereka mengetahui bahwa yang mereka katakan itu dusta dan bohong, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka), padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya) (Surah An-Naml: 14). (Maka berkata) kepada mereka (Musa) dengan mengingkari mereka (Apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepada kalian, 'Sihirkah ini?' (77) padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan.Mereka berkata, "Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami) yaitu membuat kami menyimpang (dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya) yaitu agama yang mereka peluk (dan supaya kamu berdua) yaitu untukmu dan Harun (kekuasaan) yaitu keagungan dan kepemimpinan (Di muka bumi kami tidak akan mempercayai kamu berdua”) Allah سبحانه وتعالى sering menyebutkan kisah nabi Musa bersama Fir'aun dalam kitabNya yang mulia, karena itu merupakan kisah paling menakjubkan. Sesungguhnya Fir'aun waspada terhadap kelahiran nabi Musa. Lalu takdir menundukkannya, sehingga dia memelihara orang yang dia waspadai ini di dalam istana dan meja makannya, serta menjadikannya sebagai anak.Kemudian nabi Musa tumbuh besar dan Allah membuatkan baginya penyebab yang mengeluarkannya dari mereka. Lalu Allah memberinya kenabian, risalah dan dapat berbicara denganNya. Allah mengutusnya untuk mengajak Fir’aun menyembah Allah dan kembali kepadaNya.Hal itu dilakukan ketika Fir'aun berada di puncak dengan kebesaran dan kekuasaan. dia datang dengan risalah Allah dan tidak ada yang membantunya kecuali saudaranya, yaitu nabi Harun. Lalu Fir'aun membangkang, dan angkuh serta kesombongannya semakin membara. Dia menjadi besar kepala dan berpaling dengan kekuasaannya.Ia mengaku hal yang tidak layak baginya, berbuat kurang ajar terhadap Allah, berbuat sewenang-wenang, berbuat aniaya dan menghina golongan orang-orang yang beriman dari kalangan Bani Israil. Allah menjaga RasulNya, yaitu nabi Musa dan saudaranya, nabi Harun serta meliputi keduanya dengan pertolonganNya dan menjaganya dengan kekuasaanNya yang tidak pernah tidur. Hujjah, perdebatan, dan mukjizat-mukjizat ditegakkan melalui tangan nabi Musa satu demi satu dan berturut-turut berupa sesatu yang membingungkan akan dan membuat hati terkagum-kagum, berupa sesuatu yang tidak dapat ditandingi, yang tidak lain kecuali dari orang yang dikuatkan Allah سبحانه وتعالى (Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka suatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar daripada mukjizat-mukjizat sebelumnya) (Surah Az-Zukhruf: 48) Fir'aun dan para pemuka kaumnya (semoga Allah melaknat mereka) bersikeras mendustakan, meng­ingkari dan menyombongkan diri terhadap semua itusehingga Allah menimpakan kepada mereka azabNya yang tidak dapat dihindari, yaitu menenggelamkan mereka semuanya dalam sekejap (Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai keakar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (45) (Surah Al-An'am)

Sumber: https://tafsirweb.com/3350-surat-yunus-ayat-76.html

Informasi

Surat

يونس (Yunus)

Yunus — 109 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

76 dari 109 ayat

Juz

Juz 11

Halaman

Halaman 217

Ruku

Ruku 179

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 44 (87/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1440 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-10