Per AyatMushaf
اَنْ
bahwa
لَّا
janganlah
تَعْبُدُوْٓا
kamu menyembah
اِلَّا
selain
اللّٰهَ
Allah
ۖاِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اَخَافُ
aku takut
عَلَيْكُمْ
atas kalian
عَذَابَ
azab
يَوْمٍ
pada hari
اَلِيْمٍ
menyedihkan
﴿٢٦﴾
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.”
1499 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Aku memerintahkan kalian untuk tidak menyembah kecuali kepada Allah. Sesungguhnya aku takut akan menimpa kalian (bila kalian tidak mengesakan Allah dengan ibadah) azab pada hari yang pedih.

Sumber: https://tafsirweb.com/3518-surat-hud-ayat-26.html

Tafsir as-Sa'di

26 “agar kamu tidak menyembah kecuali Allah” maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah. ”sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan” jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku.

Sumber: https://tafsirweb.com/3518-surat-hud-ayat-26.html

Tafsir Al-Wajiz

26. “Agar kalian tidak menyembah selain Allah dengan sekutu lain. Sesungguhnya aku takut jika kalian akan ditimpa azab pada hari yang sangat menyedihkan, atau di dunia dengan banjir bandang.”

Sumber: https://tafsirweb.com/3518-surat-hud-ayat-26.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 25-27 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang nabi Nuh. Dia adalah rasul pertama yang diutus Allah kepada penduduk bumi dari kalangan orang-orang musyrik yang menyembah berhala. dia berkata kepada kaumnya (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian) yaitu peringatan yang nyata kepada kalian berupa azab Allah jika kalian menyembah berhala selain Allah. oleh karena itu dia berkata lagi (agar kalian tidak menyembah selain Allah) Firman Allah: (Sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan) yaitu, jika kalian terus atas apa yang kalian kerjakan itu maka Allah akan menyiksa kalian dengan siksaan yang sangat pedih, menyakitkan dan sangat berat di akhirat (Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya) “Al-Mala’” adalah para pemimpin dan pembesar dari kalangan orang-orang kafir (Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami) yaitu kamu bukanlah seorang malaikat, tetapi manusia biasa. Maka bagaimana bisa diturunkan wahyu kepadamu, bukan kepada kami?Kemudian kami melihat bahwa tidak ada yang mengikutimu kecuali orang-orang rendahan dari kalangan kami, seperti para pedagang, penjahit, dan orang lain semacamnya dan tidak ada yang mengikutimu dari kalangan orang-orang terhormat, dan para pemimpin kami. Kemudian mereka yang mengikutimu itu tidak mempunyai pendapat, pikiran, dan pandangan, melainkan hanya karena seruanmu, mereka mengikutimu dan menerima seruanmu. Oleh karena itu mereka berkata: (dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja) yaitu mudah percaya (dan kami tidak melihat kalian memiliki kelebihan apapun atas kami) Mereka berkata,”Kami tidak memandang kalian melebihi kami baik penampilan, sikap, kekayaan, dan keadaan lalu kenapa kami memasuki agama kalian ini? (bahkan kami yakin bahwa kalian adalah orang-orang yang berdusta) yaitu dalam seruan kalian kepada kami berupa kebaikan, perbaikan, penyembahan dan kebahagiaan di akhirat jika kalian sampai disana.Ini merupakan bantahan orang-orang kafir terhadap nabi Nuh dan para pengikutnya. Ini merupakan dalil atas kebodohan, kurangnya keilmuan dan akal mereka. Sesungguhnya bukanlah kehinaan bagi kebenaran, jika orang yang mengikutinya adalah orang-orang rendahan; karena kebenaran itu merupakan suatu kebenaran, baik yang mengikutinya orang terhormat maupun orang rendahan.Bahkan kebenaran yang tidak ada keraguan tentangnya itu bahwa orang-orang yang mengikutinya adalah orang yang terhormat, sekalipun mereka miskin; dan orang-orang yang menolak kebenaran adalah orang-orang rendahan, merkipun mereka kaya. Kemudian kenyataannya, seringkali orang yang mengikuti kebenaran itu dari kalangan orang-orang yang lemah, dan seringkali orang-orang terhormat dan besar menentangnya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan demikianlah Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguh­nya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka” (23)) (Surah Az-Zukhruf) Ucapan mereka (mudah percaya) bukanlah suatu celaan atau aib, karena sesungguhnya kebenaran itu jika sudah jelas, maka tidak ada yang tersisa bagi pendapat dan pemikiran itu kesempatan.Bahkan kebenaran itu harus diikuti oleh orang yang memiliki kebersihan dan akal, bahkan tidak ada pemikiran dalam hal ini kecuali orang yang bodoh dan ragu-ragu. Semua rasul itu membawa sesuatu yang jelas dan terang Firman Allah: (dan kami tidak melihat kalian memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami) Mereka tidak melihat demikian karena mereka buta dari kebenaran, dan tidak bisa mendengar dan melihatnya, melainkan mereka berada dalam keraguan dan bingung dalam kegelapan kebodohan. Mereka adalah orang-orang yang membuat-buat kebohongan, pendusta, kecil, dan hina.Mereka di akhirat adalah orang-orang yang merugi.

Sumber: https://tafsirweb.com/3518-surat-hud-ayat-26.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

26 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 224

Ruku

Ruku 185

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 45 (90/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1499 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11