Per AyatMushaf
وَقِيْلَ
dan difirmankan
يٰٓاَرْضُ
hai bumi
ابْلَعِيْ
telanlah
مَاۤءَكِ
airmu
وَيَا
dan disurutkan
سَمَاۤءُ
dan hai langit
اَقْلِعِيْ
berhentilah
وَغِيْضَ
dan dikatakan
الْمَاۤءُ
air
وَقُضِيَ
dan diselesaikan
الْاَمْرُ
urusan/perintah
وَاسْتَوَتْ
dan berlabuh
عَلَى
diatas
الْجُوْدِيِّ
bukit Judi
وَقِيْلَ
dan difirmankan
بُعْدًا
jauh/binasalah
لِّلْقَوْمِ
bagi kaum
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang dzalim
﴿٤٤﴾
Dan difirmankan, “Wahai bumi! Telanlah airmu dan wahai langit (hujan!) berhentilah.” Dan air pun disurutkan, dan perintah pun diselesaikan dan kapal itupun berlabuh di atas gunung Judi, dan dikatakan, ”Binasalah orang-orang zalim.”
1517 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada Bumi setelah kebinasaan kaum Nuh , ”Wahai bumi, seraplah airmu wahai langit, hentikan hujanmu,” sehingga air berkurang dan surut.Dan telah datang ketetapan Allah berupa kebinasaan kaum Nuh , sedangkan perahu merapat di gunung judi, dan di katakan, “Kebinasaan dan kutukan bagi orang-orang yang berbuat kezhaliman yang telah melampaui batas-batas Allah dan tidak beriman kepadaNya. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/3536-surat-hud-ayat-44.html

Tafsir as-Sa'di

44. ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyelamatkan Nuh dan orang orang yang bersamanya, maka “difirmankan ’hai bumi telanlah airmu” yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ”dan hai langit (hujan) berhentilah” maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. "Perintah pun diselesaikan” dengan dibinasakannya orang orang yang mendustakan dan diselamatkannya orang orag mukmin. ”dan bahtera itu pun berlabuh diatas bukit judi” yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri maushil. ”dan dikatakan ‘binasalah orang orang yang zhalim” maksudnya kebinasaan mereka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3536-surat-hud-ayat-44.html

Tafsir Al-Wajiz

44 Setelah kehancuran itu difirmankan kepada bumi: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit berhentilah menurunkan hujan,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. Ayat ini menjadi ayat yang mengandung ijaz yang dapat mencakup penjelasan atas bencana itu dengan balaghah dan fashahah yang tinggi yang tidak bisa dibuat permisalannya dan manunjukkan bahwa ini adalah kalam Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/3536-surat-hud-ayat-44.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menenggelamkan semua penduduk bumi kecuali orang-orang yang menaiki bahtera itu, lalu Allah memerintahkan kepada bumi agar menelan airnya yang dipancarkan darinya dan berkumpul di permukaannya. Allah memerintahkan kepada langit untuk menghentikan hujannya (dan air pun disurutkan) yaitu mulai berkurang (dan perintah pun diselesaikan) yaitu telah selesai membinasakan seluruh penduduk bumi yang mengingkari Allah sehingga tidak ada sesuatu apapun yang tersisa dari rumah (dan bahtera pun berlabuh) yaitu bahtera bersama orang-orang di dalam­nya (di atas bukit Judi) Firman Allah: (dan dikatakan, "Binasalah orang-orang yang zalim”) yaitu kebinasaan dan kerugian bagi mereka serta dijauhkan dari rahmat Allah. Sesungguhnya mereka telah binasa secara keseluruhan, sehingga tidak ada seorangpun dari mereka yang masih hidup.

Sumber: https://tafsirweb.com/3536-surat-hud-ayat-44.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

44 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 226

Ruku

Ruku 186

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 46 (91/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1517 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11