Per AyatMushaf
وَلَمَّا
dan tatkala
جَاۤءَتْ
datang
رُسُلُنَا
utusan-utusan Kami
لُوْطًا
Luth
سِيْۤءَ
dia merasa susah
بِهِمْ
dengan mereka
وَضَاقَ
dan dia merasa sempit
بِهِمْ
dengan mereka
ذَرْعًا
dada
وَّقَالَ
dan dia berkata
هٰذَا
ini
يَوْمٌ
hari
عَصِيْبٌ
amat sulit
﴿٧٧﴾
Dan ketika para utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Lut, dia merasa curiga dan dadanya merasa sempit karena (kedatangan)nya. Dia (Lut) berkata, “Ini hari yang sangat sulit.”
1550 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ketika malaikat-malaikat datang kepada luth, kedatangan mereka menyusahkan luth dan dia menjadi gelisah karena itu. Sebab, dia belumlah tahu bahwa mereka itu adalah utusan-utusan Allah, sehingga mengkhawatirkan mereka dari kaumnya. Dan dia berkata, ”ini adalah hari cobaan dan kesulitan.

Sumber: https://tafsirweb.com/3569-surat-hud-ayat-77.html

Tafsir as-Sa'di

77 “dan tatkala datang utusan utusan kami (para malaikat) itu” para malaikat yang sebelumya hadir kepada Ibrahim, ketika mereka datang kepada “luth, dia merasa susah” yakni kedatangan mereka dan dia berkata ‘ini adalah hari yang amat sulit” yakni benar benar sulit karena dia tahu pasti bahwa kaumnya tidak membiarkan mereka, karena mereka hadir dalam bentuk pemuda yang mulus tak berkumis dan berjanggut dan sangat tampan.

Sumber: https://tafsirweb.com/3569-surat-hud-ayat-77.html

Tafsir Al-Wajiz

77. Dan ketika para malaikat datang kepada Luth dalam wujud pemuda yang tampan setelah meninggalkan Ibrahim. Dan jarak antara Ibrahim dan Luth itu beberapa farsakh, kedatangan mereka membuat Ibrahim bersedih.Dadanya sesak karena bersedih melihat mereka (Luth dan keluarganya) dalam keadaan seperti itu, dan mengkhawatirkan mereka dari kaumnya yang fasik dan tidak normal karena melakukan praktek homo seksual. Dia berkata dalam dirinya: “Hari ini adalah hari yang sangat menyakitkan, dan penuh dengan permasalahan”

Sumber: https://tafsirweb.com/3569-surat-hud-ayat-77.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 77-79 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang datangnya para rasulNya dari kalangan malaikat setelah mereka memberitahu nabi Ibrahim tentang pembinasaan mereka, dan berangkat dari sana dan memberitahu nabi Luth tentang pembinasaan Allah kepada kaum nabi Luth malam ini. Mereka datang kepada nabi Luth sebagai ujian dari Allah, hanya milikNyalah hikmah dan hujjah yang jelas. Keadaan mereka itu membuatnya kesusahan dan mempersulit dirinya, dan dia khawatir jika dia tidak menerima mereka sebagai tamu, maka ada seseorang dari kaumnya yang menerima mereka sebagai tamunya dengan buruk (dan Luth berkata, "Ini adalah hari yang amat sulit”) Ibnu Abbas dan lainnya yaitu ujian yang sangat berat Firman Allah: (dengan bergegas-gegas kepadanya) yaitu, mereka bersegera dan bersegera.Firman Allah: (Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji) yaitu hal ini masih menjadi kebiasaan mereka, sehingga mereka diazab dalam keadaan itu. Firman Allah: (Lut berkata, "Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian”) dia membimbing mereka kepada wanita mereka, karena sesungguhnya kedudukan seorang nabi kepada umatnya itu berada pada kedudukan orang tua kepada anaknya. Dia membimbing mereka kepada hal yang lebih bermanfaat bagi mereka dalam di dunia dan akhirat, sebagaimana dia berkata di ayat lain: (Mengapa kalian mendatangi jenis lelaki di antara manusia (165) dan kalian tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhan kalian untuk kalian, bahkan kalian adalah orang-orang yang melampaui batas (166)) (Surah Asy-Syu'ara) dan di ayat lain (Mereka berkata, "Dan bukankah kami telah melarang kalian dari (melindungi) manusia?” (70)) (Surah Al-Hijr) yaitu "Bukankah kami melarangmu menerima laki-laki sebagai tamu?" (Luth berkata, "Inilah putri-putriku (kawinlah dengan mereka) jika kalian hendak berbuat (secara yang halal)." (Allah berfirman), (71) "Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)" (72)) (Surah Al-Hijr) dia berkata dalam ayat yang mulia ini (Inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian) Mujahid berkata bahwa mereka bukan putri-putrinya, melainkan wanita dari umatnya, karena sesungguhnya setiap nabi adalah bapak bagi umatnya.Demikian ini diriwayatkan dari Qatadah dan lainnya. Firman Allah: (maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini) yaitu, terimalah apa yang aku perintahkan kepada kalian, yaitu terbatas kepada wanita kalian (Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal?) yaitu baik yang menerima apa yang aku perintahkan dan meninggalkan apa yang aku larang (Mereka menjawab, "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu”) yaitu sesungguhnya kamu mengetahui bahwa kami tidak berselera dan berhasrat terhadap wanita kami (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) yaitu kami tidak mempunyai keinginan kecuali terhadap laki-laki. Kamu mengetahui hal itu, maka tidak ada gunanya kamu mengulangi ucapan itu kepada kami.As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki) Sesungguhnya kami hanya menginginkan laki-laki.

Sumber: https://tafsirweb.com/3569-surat-hud-ayat-77.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

77 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 230

Ruku

Ruku 189

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 46 (92/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1550 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11