هود (Hud)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Luth) berkata
لَوْ
seandainya
اَنَّ
bahwasanya
لِيْ
bagiku
بِكُمْ
dengan/untuk kalian
قُوَّةً
kekuatan
اَوْ
atau
اٰوِيْٓ
aku berlindung
اِلٰى
kepada
رُكْنٍ
tiang/keluarga
شَدِيْدٍ
yang kuat
﴿٨٠﴾
Dia (Lut) berkata, “Sekiranya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).”
1553 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Luth berakata kepada mereka ketika mereka menolak kecuali perbuatan(homo) yang keji itu, ”seandainya aku memiliki kekuatan dan penolong bersamaku untuk melawan kalian, atau aku bernaung pada satu keluarga besar yang akan melindungiku dari kalian, pastilah akan aku halangi antara kalian dan antara apa yang kalian inginkan.
Sumber: https://tafsirweb.com/3572-surat-hud-ayat-80.html
Tafsir as-Sa'di
80 Luth semakin cemas saja, maka dia berkata, ”seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)” seperti kabilah yang tangguh, niscaya aku akan melarang kalian. Ini adalah berdasarkan sebab sebab yang kongkret, jika tidak, maka dia berlindung kepada tempat sandaran terkuat, yaitu Allah yang tak seorangpun mampu melawanNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3572-surat-hud-ayat-80.html
Tafsir Al-Wajiz
80. Luth berkata kepada mereka: “Kalau saja aku punya kekuatan dan kuasa untuk mencegah kalian atau penolong yang bisa aku mintai perlindungan, yaitu kerabat yang kuat mencegah kalian, niscaya aku akan melawan kalian agar tidak menginginkan tamu-tamuku.”
Sumber: https://tafsirweb.com/3572-surat-hud-ayat-80.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 80-81 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang nabi Luth bahwa dia mengancam mereka dengan firman Allah: (Seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolak kalian) yaitu niscaya aku menghukum kalian dan melakukan banyak hal untuk mencegah kalian dengan diri sendiri dan keluargaku. Oleh karena itu, disebutkan dalam hadits melalui jalur Muhammad bin Amr bin Alqamah, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Rahmat Allah terlimpahkan kepada Luth, sesungguhnya dia telah berlindung di bawah naungan pilar yang kuat, yakni Allah سبحانه وتعالى, Maka tidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi sesudahnya, melainkan berasal dari kalangan terhormat kaumnya” Maka pada saat itu para malaikat itu memberitahukan bahwa mereka adalah utusan Allah kepada mereka, bahwa kaum nabi Luth tidak tidak bisa sampai kepadanya (Para utusan (malaikat) berkata, "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu”) Mereka memerintahkannya untuk berjalan bersama keluarganya di akhir malam dan di belakang keluarganya, yaitu menggiring mereka (dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh ke belakang) yaitu ketika kamu mendengar apa yang menimpa mereka, janganlah suara yang menggetarkan itu mengejutkan kalian, tetapi teruslah berjalan pergi (kecuali istrimu) Mereka berkata,”Itu adalah istitsna’ dari kalimat yang mutsbat, yaitu firmanNya: (Sebab itu pergilah dengan membawa keluargamu) bentuknya adalah (kecuali istrimu) Demikian juga yang dibaca oleh Ibnu Mas'ud. Mereka menjadikannya nashab kata (imra’atak) karena itu dari kalimat yang mutsbat maka hukumnya wajib nashab.Ulama’ lain dari kalangan ulama’ qiraat dan ulama nahwu berkata bahwa itu adalah istitsna’ dari firmanNya: (dan janganlah ada seorangpun di antara kalian yang menoleh kecuali istrimu) mereka memperbolehkan rafa’ dan nashab.
Sumber: https://tafsirweb.com/3572-surat-hud-ayat-80.html
Informasi
Surat
هود (Hud)
Hud — 123 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
80 dari 123 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 230
Ruku
Ruku 189
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 46 (92/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1553 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-11