البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
وَمِنْ
dan dari
حَيْثُ
mana saja
خَرَجْتَ
kamu keluar
فَوَلِّ
maka hadapkanlah
وَجْهَكَ
wajahmu
شَطْرَ
kearah
الْمَسْجِدِ
Masjidil
الْحَرَامِ
Haram
ۗ
وَاِنَّهٗ
dan sesungguhnya
لَلْحَقُّ
benar-benar hak
مِنْ
dari
رَّبِّكَ
Tuhanmu
ۗ
وَمَا
dan tidak
اللّٰهُ
Allah
بِغَافِلٍ
dengan lalai/lengah
عَمَّا
dari apa yang
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
﴿١٤٩﴾
Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.
156 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan dari tempat manapun kamu keluar -wahai nabi- dalam keadaan musafir, dan kamu hendak mengerjakan shalat, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan sesungguhnya posisimu menghadap kepadanya benar-benar merupakan kebenaran yang sudah tetap dari Tuhanmu. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kalian perbuat dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas semua itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/612-surat-al-baqarah-ayat-149.html

Tafsir as-Sa'di

149. Maksudnya “Dan dari mana saja kamu keluar” dalam perjalananmu atau selainnya; dan ini bersifat umum, “maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram,” maksudnya, menghadaplah kepadanya kemudian Allah mengarahkan firman-nya kepada seluruh umat secara umum,

Sumber: https://tafsirweb.com/612-surat-al-baqarah-ayat-149.html

Tafsir Al-Wajiz

149. Wahai orang muslim, dimanapun kalian berada baik di darat ataupun laut, dan dimanapun arah kalian baik timur ataupun barat, tetap arahkanlah pandangan kalian ketika shalat kea rah Masjidil Haram. Arah ini adalah kebenaran pasti dari Allah yang tidak bisa diragukan dan Dia akan memberi penghargaan jika mengikutinya.Dan Allah itu tidak akan melupakan amal yang telah kalian perbuat, sehingga tidak ada satupun yang tersisa.

Sumber: https://tafsirweb.com/612-surat-al-baqarah-ayat-149.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 149-150 Ini adalah ketiga kalinya Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk menghadap Ka'bah dari seluruh penjuru bumi. Mereka berbeda pendapat mengenai hikmah pengulangan perintah ini sebanyak tiga kali. Dikatakan bahwa ini adalah penegasan karena ini adalah nasakh pertama dalam Islam, sesuai dengan penjelasan Ibnu Abbas dan yang lainnya.Dikatakan juga bahwa ini adalah firman yang diturunkan sesuai dengan keadaan. Perintah pertama untuk mereka yang berada di dekat Ka'bah. Perintah kedua untuk mereka yang berada di Mekah tetapi tidak berada di dekatnya, dan perintah ketiga untuk mereka yang berada di daerah lain.Ini adalah pandangan Fakhruddin Ar-Razi. Al-Qurtubi berkata: Perintah pertama adalah untuk mereka yang berada di Mekah, perintah kedua adalah untuk mereka yang berada di daerah lain, dan perintah ketiga adalah untuk mereka yang berada dalam perjalanan. Pendapat ini lebih kuat menurut Al-Qurtubi.Dikatakan juga bahwa pengulangan ini hanya disebutkan untuk mengaitkannya dengan konteks sebelum atau sesudahnya. Misalnya, Allah berfirman, Pertama (Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi) hingga (Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka.Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan) [Surah Al-Baqarah: 144].Dalam konteks ini, Allah memberikan jawaban atas permintaan Rasulullah ﷺ dan memerintahkannya untuk menghadap kiblat yang beliau inginkan dan sukai. Dalam perintah kedua, (Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan (149)).Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa ini adalah kebenaran dari Allah. Ini mengonfirmasi perintah pertama di mana Rasulullah ﷺ menghadap kiblat sesuai dengan kehendaknya. Allah menjelaskan bahwa inijuga merupakan kebenaran dari Allah yang dicintai dan diridhai olehNya.Adapun perintah ketiga, adalah hikmah untuk melawan argumen orang-orang Yahudi yang selalu berargumen bahwa Rasulullah ﷺ menghadap ke arah yang sama dengan kiblat mereka sebelumnya. Mereka tahu dari kitab-kitab mereka bahwa Rasulullah ﷺ akan menghadap kiblat yang sama dengan nabi Ibrahim, yaitu Ka'bah, Demikian pula, orang-orang musyrik Arab yang kehilangan argumen mereka ketika Rasulullah ﷺ mengubah kiblatnya dari kiblat orang Yahudi yang mereka sukai, ke arah kiblat nabi Ibrahim yang lebih mulia. Mereka sangat menghormati Ka'bah dan sangat kaget ketika Rasulullah ﷺ menghadapkan kiblatnya kepada Ka'bah.Firman Allah, (agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu)), yaitu Ahli Kitab, karena mereka tahu bahwa tindakan ini merupakan sifat umat ini, yaitu menghadap ke Ka'bah. Jadi, ketika mereka kehilangan sifat ini, mereka tidak bisa lagi menggunakan argumen ini terhadap kaum muslimin, atau bahkan mungkin mereka tidak bisa mengklaim bahwa orang-orang muslim setuju dengan mereka dalam hal menghadap kiblat yang sama dengan yang mereka kehendaki sebelumnya. Abu Al-'Aliyah berkata: (agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu)). yang dimaksud adalah Ahli Kitab ketika mereka mengatakan: Muhammad berpindah arah ke Ka'bah, dan mereka berkata: Lelaki ini merindukan rumah ayahnya dan agama kaumnya. dan Hujjah mereka atas Nabi ﷺ ketika dia berpaling ke Baitullah yaitu mereka mengatakan: "Dia akan kembali ke agama kami sebagaimana dia kembali ke arah kiblat kami" Ibnu Abu Hatim berkata, dan diriwayatkan dari Mujahid, 'Atha', Adh-Dhahhak, Ar-Rabi' bin Anas, Qatadah, dan As-Suddi yang semua pendapatnya sejalan dengan ini.Mereka berkata tentang firmanNya: (kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka) - yaitu orang-orang musyrik dari suku Quraisy. Beberapa dari mereka hujjah yang sesat yaitu sebuah bantahan, bahwa mereka berkata: "Lelaki ini mengklaim bahwa dia berada di atas agama Ibrahim, jadi jika tujuannya adalah mengarah ke Baitul Maqdis berdasarkan agama Ibrahim, mengapa dia berbalik darinya?" Jawabannya: Allah سبحانه وتعالى memilihkan untuknya kiblat ke arah Baitul Maqdis terlebih dahulu, karena hikmah yang dimiliki olehNya dalam hal itu, lalu dia taat kepada Tuhannya dalam hal itu. Kemudian Allah mengubah arahnya menuju kiblat nabi Ibrahim yaitu Ka'bah, dan dia juga mentaati perintah Allah dalam hal itu.Rasulullah ﷺ adalah orang yang patuh kepada Allah dalam segala keadaan, tidak keluar sedikitpun dari perintah Allah, dan umatnya mengikutinya. Adapun firman Allah: (Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku) yaitu: Jangan takut pada orang-orang keras kepala yang berada dalam kegelapan. Takutlah kepadaKu.Karena Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang layak untuk ditakuti. Dan firmanNya: (agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu) itu athaf kepada firmanNya (agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu)) agar Aku sempurnakan nikmatKu kepada kalian sesuai yang telah Aku tetapkan untuk kalian, yaitu menghadap Ka'bah Supaya Aku sempurnakan syariat bagi kalian dalam segala hal. (dan agar kamu mendapat petunjuk) yaitu: Menuju sesuatu yang dianggap sesat oleh umat-umat sebelumnya, Kami telah memberikan petunjuk kepada kalian dan mengistimewakan kalian dengan hal itu. Oleh karena itu, umat ini adalah umat yang paling mulia dan terbaik"

Sumber: https://tafsirweb.com/612-surat-al-baqarah-ayat-149.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

149 dari 286 ayat

Juz

Juz 2

Halaman

Halaman 23

Ruku

Ruku 19

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 5 (9/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-156 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2