Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
نُؤَخِّرُهٗٓ
Kami mengundurkannya
اِلَّا
kecuali
لِاَجَلٍ
sampai waktu
مَّعْدُوْدٍۗ
ditentukan/dihitung
﴿١٠٤﴾
Dan Kami tidak akan menunda, kecuali sampai waktu yang sudah ditentukan.
1577 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan kami tidaklah mengundurkan hari kiamat dari kalian, melainkan sampai berakhirnya masa yang telah ditentukan dalam pengetahuan kami, tidak bertambah dan tidak berkurang dari ketentuan takdir kami sesuai dengan kebijaksanaan kami.

Sumber: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.html

Tafsir as-Sa'di

104 “dan kami tiadalah mengundurkannya” yakni kedatangan hari kiamat “melainkan sampai waktu yang tertentu” jika masa dunia telah habis dan penciptaan di dalamnya yang telah ditakdirkan oleh Allah (telah selesai) maka pada saat itu Dia memindahkan mereka ke alam akhirat dan memberlakukan kepada mereka hukum hukumNya yang jaza’iyah (balasan) sebagaimana di dunia Dia telah memberlakukan kepada mereka hukum hukumNya syariyyah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.html

Tafsir Al-Wajiz

104. Dan Kami tidak menunda hari kiamat itu kecuali sampai zaman yang ditentukan hitungannya di sisi Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 103-105 Allah سبحانه وتعالى berfirman,"Sesungguhnya dalam pembinasaan Kami terhadap orang-orang kafir, pertolongan terhadap para nabi dan penyelamatan Kami terhadap orang-orang mukmin" (benar-benar terdapat tanda) yaitu nasehat dan pelajaran atas kebenaran ancaman Kami di akhirat (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (51)) (Surah Ghafir) Firman Allah: (Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpul­kan untuk (menghadapi)nya) yaitu dari yang pertama dan terakhir mereka sebagaimana Allah berfirman (dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka) (Surah Al-Kahfi: 47) (dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)) yaitu yang sangat agung yang dihadiri para malaikat, dan berkumpulnya para rasul, serta semua makhluk dari kalangan jin, manusia, burung, binatang liar dan binatang ternak dikumpulkan.Lalu Dzat Yang Maha Adil menentukan hukum tanpa berbuat aniaya bahkan seberat dzarrah, jika kebaikan, maka Dia melipatgandakannya. Firman Allah: (Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104)) yaitu, Kami tidak mengakhirkan terjadinya hari kiamat melainkan karena telah lewat ketetapan Allah tentang keberadaan sejumlah manusia dari keturunan nabi Adam, dan Dia telah menetapkan masa tertentu, ketika masa itu telah selesai dan terpenuhi keberadaan mereka yang telah ditentukan, maka hari kiamat terjadi. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104)) yaitu sampai waktu tertentu, tidak ditambahi dan dikurangi (Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izinNya) yaitu pada waktu datangnya hari ini, yaitu hari kiamat, maka tidak ada seorang pun yang berbicara melainkan dengan izin Allah.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucap­kan kata yang benar (38)) (Surah An-Naba’) Dalam hadits shahih Bukhari Muslim disebutkan tentang syafaat,”Pada hari itu seorang pun yang berbicara selain para rasul, dan doa para rasul pada hari itu adalah, "Ya Allah, selamat­kanlah selamatkanlah” Firman Allah: (maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia) yaitu di antara orang-orang yang dikumpulkan itu ada yang celaka, dan ada yang berbahagia, sebagaimana Allah berfirman (Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka) (Surah Asy-Syura: 7) Diriwayatkan dari Umar, dia berkata,”Ketika ayat ini (maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia) diturunkan, aku bertanya kepada Nabi ﷺ,"Wahai Rasulullah, apakah yang harus kita kerjakan?Apakah yang kita kerjakan adalah sesuatu yang telah usai, ataukah sesuatu yang belum usai?" beliau menjawab,”Wahai Umar, hal yang kita kerjakan adalah sesuatu yang telah usai dan telah dicatat oleh pena, tetapi settiap orang diciptakan sesuai dengan apa yang diciptakan untuknya” Kemudian Allah سبحانه وتعالى menjelaskan keadaan orang-orang yang celaka dan orang-orang yang berbahagia. Lalu Allah berfirman:

Sumber: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

104 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 233

Ruku

Ruku 191

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 47 (93/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1577 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11