Per AyatMushaf
فَلَوْلَا
maka mengapa tidak
كَانَ
adalah
مِنَ
dari
الْقُرُوْنِ
kurun/ummat-ummat
مِنْ
dari
قَبْلِكُمْ
sebelum kalian
اُولُوْا
orang-orang yang mempunyai
بَقِيَّةٍ
peninggalan/sia-sia
يَّنْهَوْنَ
mereka melarang
عَنِ
dari
الْفَسَادِ
kerusakan
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
اِلَّا
kecuali
قَلِيْلًا
sedikit/kecil
مِّمَّنْ
diantara orang-orang
اَنْجَيْنَا
Kami telah selamatkan
مِنْهُمْ
diantara mereka
ۚوَاتَّبَعَ
dan mengikuti/menurutkan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
ظَلَمُوْا
(mereka) dzalim
مَآ
apa
اُتْرِفُوْا
mereka bersenang-senang
فِيْهِ
padanya
وَكَانُوْا
dan mereka adalah
مُجْرِمِيْنَ
orang-orang yang berdosa
﴿١١٦﴾
Maka mengapa tidak ada di antara umat-umat sebelum kamu orang yang mempunyai keutamaan yang melarang (berbuat) kerusakan di bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang yang telah Kami selamatkan. Dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan dan kemewahan. Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa.
1589 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Mengapa tidak di jumpai pada masa-masa yang telah berlalu sejumlah orang dari orang-orang yang baik dan orang-orang shalih yang melarang para pelaku kekafiran mereka dan dari kekufuran mereka dan dari tindakan merusak di muka bumi. Dan tidak di jumpai dari kaum-kaum itu, kecuali segelintir saja orang-orang yang beriman, lalu Allah menyelamatkan mereka disebabkan hal itu dari siksa Nya ketika Allah menyiksa kaum yang zhalim. Dan memperturutkan orang-orang yang berbuat kezhaliman kepada dari mereka dari mereka dari setiap umat yang telah berlalu kepada kasenang-senangan dan kenikmatan-kenikmatan dunia.Dan mereka adalah orang yang gemar berbuat kajahatan lagi berbuat kazhaliman dengan ikut tenggelam dengan kenikmatan yang mereka peroleh, maka azab pasti bagi mereka. Dalam ayat ini terkandung pelajaran dan nasihat bagi oarng-orang yang suka berbuat maksiat dari kaum muslimin; karena mereka tidak membebaskan diri mereka dari sikap menzhalimi diri mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3608-surat-hud-ayat-116.html

Tafsir as-Sa'di

116 tatkala Allah menyebutkan pembinasaan umat umat yang mendustakan para rasul dan bahwa kebanyakan dari mereka menyimpang dari ahli kitab ilahiyah, dan semua itu mematikan dan melenyapkan agama agama, maka Dia menyebutkan bahwa mengapa tidak dijadikan (dari umat umat yang telah berlalu) sisa sisa orang yang baik yang menyeru kepada petunjuk, melarang kerusakan dan penyimpangan sehingga terwujudlah manfaat mereka yang dengannya agama agama terpelihara? akan tetapi mereka sangat sedikit sekali. Intinya mereka itu selamat karena mengikuti rasul rasul, dan mereka melaksanakan ajaran agama mereka, dan ia adalah hujjah Allah yang Allah berlakukan melalui tangan mereka agar orang yang binasa menjadi binasa dengan kejelasan, dan orang yang hidup menjadi hidup dengan kejelasan ”dan“ akan tetapi “orang orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka” maksudnya mereka memperturutkan kenikmatan dan kemewahan yang mereka rasakan, dan tidak menginginkan penggantinya “dan mereka adalah orang orang yang berdosa” lagi zhalim dengan mengikuti kemewahan. oleh karena itu, mereka ditimpa dan dibinasakan oleh siksa dan azab. Ini mengandung dorongan bagi umat ini agar tetap ada sisa sisa orang yang memperbaiki apa yang dirusak oleh manusia, mereka tegak berpegang teguh dengan agama Allah menyeru orang yang sesat kepada petunjuk, bersabar atas gangguan dari mereka, mengentaskan mereka dari ketidaktahuan.Ini adalah posisi tertinggi yang diminati oleh orang yang berminat, pemilik kedudukan ini adalah seorang imam dalam agama, apabila perbuatannya diikhlaskan kepada Allah, Rabb semesta alam.

Sumber: https://tafsirweb.com/3608-surat-hud-ayat-116.html

Tafsir Al-Wajiz

116. Maka kenapa tidak ada umat-umat terdahulu yang Kami binasakan, yaitu orang-orang yang memiliki pikiran, akal dan agama itu mencegah kerusakan di dunia dari keburukan dan kemungkaran, kecuali sebagian kecil yang telah Kami selamatkan dari azab. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman dengan risalah para nabi.Mereka menunaikan hal penting ini, lalu Kami menyelamatkan mereka. Orang-orang yang menzalimi diri sendiri itu mementingkan kenikmatan berupa syahwat dan tempat aman atas amal akhirat. Dan orang-orang yang mengikuti syahwat itu adalah orang-orang jahat.

Sumber: https://tafsirweb.com/3608-surat-hud-ayat-116.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 116-117 Allah سبحانه وتعالى berfirman,"Mengapa tidak ada dari umat-umat terdahulu orang-orang yang masih berbuat kebaikan yang melarang dari keburukan, kemunkaran, dan kerusakan di bumi di antara mereka. Firman Allah: (kecuali sebagian kecil) yaitu, ada di antara mereka dari perumpamaan ini, tetapi sedikit dan tidak banyak. Mereka adalah orang-orang yang diselamatkan Allah di kala murka dan azabNya datang secara tiba-tiba.Oleeh karena itu Allah memerintahkan kepada umat dimuliakan ini agar di antara mereka ada orang-orang yang memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung (104)) (Surah Ali Imran) Disebutkan dalam hadits,”Sesungguhnya manusia itu apabila melihat kemungkaran, lalu mereka tidak mencegahnya, maka dalam waktu yang dekat Allah menimpakan secara umum kepada mereka azabNya” Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka) Firman Allah: (dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka) yaitu, mereka terus mengerjakan kemaksiatan dan kemung­karan yang mereka lakukan, dan tidak tergerak untuk mengingkarinya.Mereka adalah orang-orang dikejutkan oleh azab (dan mereka adalah orang-orang yang berdosa) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak sekali-kali Dia membinasakan suatu penduduk kota melainkan jika penduduk kota itu zalim terhadap diri sendiri. Tidaklah azabNya datang atas suatu penduduk kota yang berbuat baik, kecuali jika mereka berbuat zalim. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) (Surah Hud: 101)

Sumber: https://tafsirweb.com/3608-surat-hud-ayat-116.html

Informasi

Surat

هود (Hud)

Hud — 123 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

116 dari 123 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 234

Ruku

Ruku 192

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 47 (94/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1589 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-11