يوسف (Yusuf)

Per AyatMushaf
يُوْسُفُ
Yusuf
اَعْرِضْ
berpalinglah
عَنْ
dari
هٰذَا
ini
وَاسْتَغْفِرِيْ
dan mohon ampunlah
لِذَنْۢبِكِۖ
bagi/atas dosa kamu
اِنَّكِ
sesungguhnya kamu
كُنْتِ
adalah kamu (wanita)
مِنَ
dari
الْخٰطِـِٕيْنَ
orang-orang yang bersalah
ࣖ
﴿٢٩﴾
Wahai Yusuf! ”Lupakanlah ini, dan (istriku) mohonlah ampunan atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah.”
1625 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Mentri mesir itu berkata, ”wahai yusuf, lupakanlah tindakan yang diperbuatnya, janganlah kamu menyebutnya kepada siapapun. Dan mintalah oleh kamu wahai istriku ampunan untuk dosamu. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang berbuat dosa saat menggoda yusuf untuk menundukan dirinya dan tuduhan dustamu terhadapnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3767-surat-yusuf-ayat-29.html

Tafsir as-Sa'di

29. selanjutya, tatkala majikannya telah mengetahui fakta sesungguhnya, maka dia berpesan kepada yusuf ”hai yusuf, berpalinglah dari ini” maksudnya tinggalkanlah pembicaraan tentang ini lagi, berpura puralah tidak mengingatnya, jangan engkau singgung hal ini kepada siapapun, tujuannya untuk menutupi aib keluarganya. ”dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah” wahai istriku ”atas dosamu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang orang yang berbuat salah”, maka ia memerintahkan yusuf untuk melupakan perkara itu dan (meminta) istrinya untuk memohon ampunan dan bertaubat kepada Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3767-surat-yusuf-ayat-29.html

Tafsir Al-Wajiz

29. Lalu Al-’Aziz melanjutkan ucapannya: “Yusuf menolak perkara ini, menutupi dan tidak mau berbicara tentangnya. Maka memohon ampunlah wahai wanita atas dosa yang kamu lakukan.Sesungguhnya karena itu kalian termasuk orang-orang yang berdosa.”

Sumber: https://tafsirweb.com/3767-surat-yusuf-ayat-29.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 25-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keadaan keduanya ketika berlomba mencapai pintu. Nabi Yusuf melarikan diri, dan wanita itu mengejarnya untuk mengembalikan nabi Yusuf ke dalam rumah. Di tengah-tengah itu wanita tersebut mengejar nabi Yusuf, lalu dia memegang bajunya dari belakang, lalu merobeknya lebar-lebar.Keduanya menjumpai suami wanita itu di pintu. Saat itu juga timbul tipu daya pada wanita itu. dan berkata kepada suaminya seraya menyangkal semua tuduhan dan menuduh bahwa nabi Yusuf yang memulainya, (Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan istrimu) yaitu perbuatan keji (selain dipenjarakan) yaitu dipenjara (atau dihukum dengan azab yang pedih) yaitu dipukul dengan pukulan yang keras dan menyakitkan. Saat itu juga nabi Yusuf membela diri dengan menyampaikan kebenaran, dan dia berlepas diri dari tuduhan khianat yang disampaikan wanita itu (Yusuf berkata, "Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)") dia menyebutkan bahwa wanita itulah yang mengajaknya untuk berbuat zina dan menarik baju gamisnya (dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, "Jika baju gamisnya koyak di muka) dari bagian depannya (maka wanita itu benar) Dalam ucapannya yang menyatakan bahwa nabi Yusuf yang mengajaknya.Karena jika demikian, berarti nabi Yusuf yang mengajaknya, lalu dia mendorong dada nabi Yusuf, lalu baju gamisnya sobek sehingga benarlah apa yang dikatakan oleh wanita itu ("Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar” (27)) Hal ini dapat dibuktikan dengan kenyataannya, ketika nabi Yusuf lari dari wanita itu dan wanita itu mengejarnya, lalu wanita itu memegang bajunya dari belakang. agar dia bisa mengembalikan nabi Yusuf kepadanya, lalu baju Yusuf sobek dari belakang. Firman Allah: (Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang) yaitu setelah nyata bagi suami wanita itu kebenaran nabi Yusuf dan kedustaan istrinya dalam tuduhannya yang ditujukan kepada nabi Yusuf (berkatalah dia, "Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daymu) yaitu sesungguhnya pencemaran harga diri pemuda ini merupakan salah satu tipu daya kalian (sesungguhnya tipu daya kamu besar”) Kemudian suami wanita itu memerintahkan nabi Yusuf agar menyem­bunyikan kejadian itu ((Hai) Yusuf, berpalinglah dari ini) yaitu lupakanlah peristiwa ini dan jangan bicarakan hal ini kepada siapapun kepada seorang pun (dan (kamu hai istriku) mohon ampunlah atas dosamu itu) dia berkata kepada istrinya, dan dia adalah orang yang lemah lembut dan mudah memaafkan, atau dia memakluminya, karena istrinya melihat sesuatu yang tidak sabar baginya untuk menghindarinya. Jadi dia berkata kepada istrinya,"Mohon ampunlah atas dosamu" yaitu yang terjadi pada dirimu berupa menginginkan hal buruk kepada pemuda ini dan dan menuduhnya melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan (karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah)

Sumber: https://tafsirweb.com/3767-surat-yusuf-ayat-29.html

Informasi

Surat

يوسف (Yusuf)

Yusuf — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

29 dari 111 ayat

Juz

Juz 12

Halaman

Halaman 238

Ruku

Ruku 195

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 48 (95/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1625 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-12