يوسف (Yusuf)
Per AyatMushaf
قَالَ
(raja) berkata
مَا
apa
خَطْبُكُنَّ
kamu bicarakan/terjadi
اِذْ
ketika
رَاوَدْتُّنَّ
kamu menggoda
يُوْسُفَ
Yusuf
عَنْ
dari
نَّفْسِهٖۗ
dirinya
قُلْنَ
mereka berkata
حَاشَ
Maha Sempurna
لِلّٰهِ
bagi Allah
مَا
apa
عَلِمْنَا
kami ketahui
عَلَيْهِ
atasnya
مِنْ
dari
سُوْۤءٍ
seburuk-buruk
ۗقَالَتِ
berkata
امْرَاَتُ
isteri
الْعَزِيْزِ
Al Aziz
الْـٰٔنَ
sekarang
حَصْحَصَ
jelaslah
الْحَقُّۖ
kebenaran
اَنَا۠
aku
رَاوَدْتُّهٗ
aku menggodanya
عَنْ
dari
نَّفْسِهٖ
dirinya
وَاِنَّهٗ
dan sesungguhnya dia
لَمِنَ
sungguh termasuk
الصّٰدِقِيْنَ
orang-orang yang benar
﴿٥١﴾
Dia (raja) berkata (kepada perempuan-perempuan itu), “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya?” Mereka berkata, “Mahasempurna Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan darinya.” Istri Al-Aziz berkata, “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggoda dan merayunya, dan sesungguhnya dia termasuk orang yang benar.”
1647 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Raja berkata kepada wanita-wanita yang dahulu mengiris-iris tangan mereka, ”apa yang terjadi pada kalian sebenarnya, ketika kalian menggoda yusuf untuk menundukan dirinya (kepada kalian) pada hari penjamuan hidangan? apakah kalian melihat pada dirinya sesuatu yang mencurigakan?” mereka menjawab, ”kami berlindung kepada Allah. Kami tidak mengetahui padanya sekecil apapun yang mencorengnya, ”saat itulah istri sang mentri berkata, ”sekarang, jelaslah kebenaran setelah tertutupi. Akulah orang yang mencoba memfitnahnya, dengan cara menggodanya, namun dia menolak.Dan sesungguhnya dia benar-benar termasuk orang-orang yang jujur dalam semua yang diucapkannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3789-surat-yusuf-ayat-51.html
Tafsir as-Sa'di
51. Raja menghadirkan wanita wanita itu seraya melemparkan pertanyaan kepada mereka, ”bagaimana keadaanmu” apa maksud kalian “ketika kalian menggoda yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian)” apakah kalian menyaksikan pada dirinya sesuatu yang mencurigakan? merekapun merehabilitasi nama baik yusuf dan, ”mereka berkata ’Maha sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan daripadanya” baik sedikit maupun banyak. Saat itu, lenyaplah faktor penyebab yang menjadi sumber tuduhan.Tidak ada yang tersisa kecuali yang ada pada istri al-aziz. maka berkatalah “istri al aziz sekarang jelaslah kebenaran itu” maksudnya kebenaran itu menjadi terang dan tampak setelah sebelumnya kami meletakan keburukan dan tuduhan kepadanya yang mengharuskannya menghuni penjara. ”akulah yang menggodanya untuk menundukkan (dirinya) kepadaku, dan sesungguhnya dia orang yang termasuk orang orang yang benar” dalam ucapan ucapannya dan dalam pembelaannya atau kehormatannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3789-surat-yusuf-ayat-51.html
Tafsir Al-Wajiz
51. Raja berkata kepada wanita-wanita yang berkumpul dengan istri Al-‘Aziz: “Bagaimana masalah dan kasus kalian ketika menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya, apakah kalian mendapati dia tertarik dengan kalian?” Mereka berkata: “Aku berlindung kepada Allah, jika Yusuf dituduh, ini adalah wujud ketakjuban atas kebaikan yang luar biasa. Kami tidak mendapati dia berdosa.” Istri Al-‘Aziz berkata: “Sekarang kebenaran tampak dengan jelas.Aku adalah orang yang menggodanya agar menundukkan dirinya. Dia adalah orang yang benar atas pengakuan tidak bersalahnya”
Sumber: https://tafsirweb.com/3789-surat-yusuf-ayat-51.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 50-53 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang raja Mesir, bahwa setelah mereka kembali kepadanya dengan membawa penafsiran mimpi yang dia lihat dengan mengagumkan dan meyakinkan, maka dia mengetahui keutamaa, ilmu dan penalaran nabi Yusuf yang baik atas mimpinya, serta akhlaknya yang baik terhadap semua rakyat di negerinya. Lalu dia berkata: (Bawalah dia kepadaku) yaitu, keluarkanlah dia dari penjara dan datangkanlah kepadaku. Setelah utusan raja datang kepada nabi Yusuf dengan pesan itu, nabi Yusuf menolak untuk keluar sebelum raja dan seluruh rakyatnya mengetahui kebersihan nama dan kehormatannya dari apa yang dituduhkan oleh istri Al-Aziz; dan bahwa penjara ini bukanlah sesuatu hal seharusnya diputuskan untuknya, melainkan dia dizalimi dan dimusihi. lalu nabi Yusuf berkata: (Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka) Firman Allah: (Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), "Bagaimanakah keadaan kalian ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian)?”) memberitahukan tentang raja ketika dia mengumpulkan para wanita yang melukai tangannya di rumah istri Al-Aziz.Raja berkata kepada mereka semua, tetapi dimaksud adalah istri Menterinya, yaitu Al-Aziz. Raja berkata kepada para wanita yang melukai tangannya (Bagaimanakah keadaan kalian) yaitu bagaimana keadaan dan berita kalian (ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian)?) pada hari menjamu mereka (Mereka berkata, "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan pun darinya”) Wanita-wanita itu menjawab raja,"Maha sempurna Allah, Yusuf bukanlah orang yang mendapat tuduhan. Demi Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan pun darinya" Lalu saat itu istri Al-Aziz berkata: (Istri Al-Aziz berkata. Sekarang jelaslah kebenaran itu”) Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya berkata bahwa istri Al-Aziz berkata,"Sekarang telah jelas kebenaran itu" (akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar) yaitu dalam ucapannya (Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)) (Surah Yusuf: 26) (Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya) dia berkata,"Sesungguhnya aku mengakui perbuatanku ini agar suamiku mengetahui bahwa aku tidak mengkhianatinya, dan peringatan yang paling besar belum terjadi.Dan aku adalah orang yang menggoda pemuda ini, tetapi dia menolak ajakanku. Dengan ini aku mengaku agar suamiku mengetahui bahwa diriku masih suci" (dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan)) wanita itu berkata, "Aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena hawa nafsuku selalu membisikkan godaan dan angan-angan kepadaku. Karena itulah aku menggodanya" (karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku) yaitu kecuali orang yang dijaga Allah سبحانه وتعالى (Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Ini adalah pendapat yang terkenal, lebih sesuai, dan lebih cocok dengan konteks kisah dan makna kalimatnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3789-surat-yusuf-ayat-51.html
Informasi
Surat
يوسف (Yusuf)
Yusuf — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
51 dari 111 ayat
Juz
Juz 12
Halaman
Halaman 241
Ruku
Ruku 199
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 48 (96/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1647 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-12