يوسف (Yusuf)
Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
تَاللّٰهِ
demi Allah
لَقَدْ
sesungguhnya
اٰثَرَكَ
telah melebih-lebihkan kamu
اللّٰهُ
Allah
عَلَيْنَا
atas kami
وَاِنْ
dan sesungguhnya
كُنَّا
kami
لَخٰطِـِٕيْنَ
sungguh orang-orang yang bersalah
﴿٩١﴾
Mereka berkata, “Demi Allah, sungguh Allah telah melebihkan engkau di atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang yang bersalah (berdosa).”
1687 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mereka berkata, ”Demi Allah, sesungguhnya Allah telah mengutamakanmu di atas kami, dan memuliakanmu dengan ilmu, kesantunan dan keutamaan. Dan sesungguhnya kami benar-benar orang-orang yang berbuat kesalahan, melalui tindakan yang kami perbuat dengan sengaja terhadap dirimu dan saudaramu.
Sumber: https://tafsirweb.com/3829-surat-yusuf-ayat-91.html
Tafsir as-Sa'di
91. “Mereka berkata, ‘Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami’,” maksudnya, Allah telah mengutamakanmu daripada kami dengan budi pekerti yang mulia serta perilaku yang baik, padahal kami telah melakukan perbuatan terburuk pada dirimu dan berapi-api untuk melancarkan gangguan kepadamu, dan menjauhkanmu dari ayah. Ternyata Allah melebihkanmu dan menempatkanmu pada kedudukan yang engkau inginkan ( dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa): ini adalah pengakuan yang mendalam dari mereka atas perbuatan jahat yang berasal dari mereka terhadap Yusuf).
Sumber: https://tafsirweb.com/3829-surat-yusuf-ayat-91.html
Tafsir Al-Wajiz
91. Mereka berkata kepadanya: “Demi Allah, sungguh Dia telah memilihmu dan mengistemawakanmu atas kami. Faktanya, kami adalah orang-orang yang berdosa atas apa yang telah kami perbuat terhadapmu dan bersalah atas perlakuan kami.” Al khoti’ adalah rasa bersalah yang berdasar pada suatu dosa, dan mukhthi’ adalah orang yang menghendaki kebenaran, lalu dia melanggarnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3829-surat-yusuf-ayat-91.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 89-92 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang nabi Yusuf bahwa ketika para saudaranya menceritakan kesengsaraan, kesempitan, kekurangan makanan dan musim paceklik yang menimpa mereka. Nabi Yusuf teringat kesedihan yang menimpa ayahnya karena kehilangan kedua putranya, sedangkan dia sendiri berada dalam kerajaan, kekuasaan dan keluasan. Lalu saat itu juga rasa belas kasih muncul pada dirinya terhadap ayah dan saudara-saudaranya.Lalu nabi Yusuf menangis, dan dia dikenali oleh mereka. Dikatakan bahwa, nabi Yusuf mengangkat mahkotanya dari keningnya dan tahi lalatnya ada di sana. dia berkata: ("Apakah kalian mengetahui apa yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kalian tidak mengetahui (akibat) perbuatan kalian itu?” (89)) yaitu bagaimana bisa kalian memisahkan antara dia dan saudaranya? (ketika kalian tidak mengetahui (akibat) perbuatan kalian itu?) yaitu sesungguhnya yang mendorong kalian berbuat demikian hanya karena ketidak tahuan kalian atas akibat dari apa yang kalian perbuat. yang jelas (hanya Allah yang lebih mengetahui) nabi Yusuf sendiri yang mengenalkan dirinya kepada mereka dengan izin Allah سبحانه وتعالى kepadanya. Sebagaimana dia menyembunyikan hal itu dari mereka saat kedua kali dan pertama kali bertemu atas perintah Allah atas hal itu.Hanya Allah yang lebih mengetahui. Akan tetapi, setelah keadaan sulit dan perkaranya mendesak, maka Allah سبحانه وتعالى memberikan jalan keluar dari kesempitan itu, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (6)) (Surah Asy-Syarh) Saat itu juga mereka berkata: (Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?) istifham itu menunjukkan makna kagum. yaitu, mereka heran atas hal itu, bahwa mereka telah berkali-kali datang kepada nabi Yusuf selama dua tahun, bahkan lebih, dan mereka tidak mengenalinya, sedangkan nabi Yusuf mengenal mereka dan menyembunyikan dirinya.Oleh karena itu mereka berkata dengan bertanya-tanya: ("Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?” Yusuf menjawab, "Akulah Yusuf, dan ini saudaraku”) Firman Allah : (sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami) yaitu dengan mengumpulkan kami setelah berpisah dalam waktu yang lama (Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik” (90) Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami”) Mereka berkata seraya mengakui keutamaan dan kelebihannya atas mereka dalam penampilan, akhlak, keluasan, kerajaan, kekuasaan, dan kenabian, menurut orang yang tidak menganggap mereka sebagai nabi. Mereka mengakui bahwa mereka berbuat kejahatan terhadapnya dan melanggar haknya (Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian") nabi Yusuf berkata,"Tidak ada kecaman dan celaan atas kalian pada hari ini, dan aku tidak akan mengungkit-ungkit lagi dosa kalian terhadapku setelah hari ini" Kemudian nabi Yusuf mendoakan mereka agar diampuni. Lalu dia berdoa: (mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang) Ibnu Ishaq dan Ats-Tsauri berkata tentang makna firmanNya: (Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian) yaitu tidak ada celaan atas kalian hari ini di sisiku atas apa yang telah kalian kerjakan (mudah-mudahan Allah mengampuni kalian) yaitu semoga Allah menutupi apa yang telah kalian lakukan (dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang)
Sumber: https://tafsirweb.com/3829-surat-yusuf-ayat-91.html
Informasi
Surat
يوسف (Yusuf)
Yusuf — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
91 dari 111 ayat
Juz
Juz 13
Halaman
Halaman 246
Ruku
Ruku 202
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 49 (98/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1687 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-12