يوسف (Yusuf)

Per AyatMushaf
فَلَمَّآ
maka tatkala
اَنْ
telah
جَاۤءَ
datang
الْبَشِيْرُ
pembawa kabar gembira
اَلْقٰىهُ
ia letakkannya
عَلٰى
atas
وَجْهِهٖ
wajahnya (Yaqub)
فَارْتَدَّ
lalu dia kembali
بَصِيْرًاۗ
dapat melihat
قَالَ
(Yaqub) berkata
اَلَمْ
tidaklah
اَقُلْ
aku katakan
لَّكُمْۙ
bagi kalian
اِنِّيْٓ
sesungguhnya aku
اَعْلَمُ
aku mengetahui
مِنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
مَا
apa
لَا
tidak
تَعْلَمُوْنَ
(kalian) mengetahui
﴿٩٦﴾
Maka ketika telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diusapkannya (baju itu) ke wajahnya (Yakub), lalu dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata, “Bukankah telah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
1692 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian ketika orang yang yang membawa kabar gembira datang kepada ya’qub bahwa yusuf masih hidup, lalu menutupkan pakaian yusuf di wajahnya, kembalilah ya’qub dapat melihat lagi, dan kebahagiaan meliputi dirinya. Kemudian dia berkata kepada orang-orang yang ada di sisinya, ”bukankah aku telah mengabarkan kepada kalian bahwa sesungguhnya aku mengetahui dari Allah apa-apa yang kalian tidak ketahui, berupa karunia Allah, rahmat, dan kemurahanNYa?

Sumber: https://tafsirweb.com/3834-surat-yusuf-ayat-96.html

Tafsir as-Sa'di

96. “Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu”, dekat dengan waktu berkumpulnya Yusuf, saudara-saudara dan ayah mereka “maka ia meletakannya”, baju gamis itu “ke wajah Ya’qub, lalu kembalilah dia dapat melihat”, maksudnya beliau kembali ke keadaan semula, dapat melihat dengan matanya, setelah dua bola mata beliau memutih krena kesedihan (yang mendalam). Beliau berkata kepada orang-orang yang hadir, dari kalangan anak-anak dan keluarganya yang tadi menuduh beliau lemah akal, mereka pun tercengang oleh kejadian tersebut dan beliau menang atas mereka sambil mengulang-ulang penyebutan nikmat Allah pada beliau, “Tidaklah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya.” Sebelumnya aku benar-benar berharap bisa berjumpa dengan Yusuf, menunggu-nunggu (nya) agar kegundahan, kegelisahan, dan kesedihanku hilang.

Sumber: https://tafsirweb.com/3834-surat-yusuf-ayat-96.html

Tafsir Al-Wajiz

96. Ketika pembawa kabar gembira yaitu Yahudza datang dari Mesir untuk membawa baju Yusuf dan memberi kabar tentang keselamatan Yusuf dan saudaranya, Dia meletakkan baju tersebut di wajah Ya’kub, lalu dia kembali bisa melihat karena sangat bahagia. Ketika itu, Ya’kub berkata kepada anak-anaknya: “Bukankah aku pernah berkata kepada kalian: ”Aku mencium aroma Yusuf, dan aku mengetahui sesuatu yang tidak kalian ketahui dari Allah, yaitu apa yang aku ucapkan sebelumnya {Innama Asyku batsi wa huzni ilallah wa a’lamu minallahi maa laa ta’lamun} [86].Allah akan mengembalikan Yusuf dan saudaranya kepadaku sehingga semuanya bisa berkumpul.”

Sumber: https://tafsirweb.com/3834-surat-yusuf-ayat-96.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 96-98 Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya, ("Al-Basyir") adalah pemberi kabar. dan berkata kepada anak-anaknya saat itu: (Tidakkah aku katakan kepada kalian bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya) yaitu aku mengetahui bahwa Allah akan mengembalikan dia kepadaku, dan aku berkata kepada kalian: (Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal) Maka saat itu mereka berkata kepada ayah mereka seraya meminta belas kasihan: (Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (97) Ya’qub berkata, "Kelak aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (98)) yaitu, barang siapa yang bertaubat kepadaNya, maka Dia menerima taubatnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3834-surat-yusuf-ayat-96.html

Informasi

Surat

يوسف (Yusuf)

Yusuf — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

96 dari 111 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 247

Ruku

Ruku 203

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 49 (98/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1692 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-12