يوسف (Yusuf)

Per AyatMushaf
فَلَمَّا
maka tatkala
دَخَلُوْا
mereka masuk
عَلٰى
atas
يُوْسُفَ
Yusuf
اٰوٰٓى
dia hampiri
اِلَيْهِ
kepadanya
اَبَوَيْهِ
kedua ibu-bapaknya
وَقَالَ
dan dia berkata
ادْخُلُوْا
masuklah
مِصْرَ
negeri Mesir
اِنْ
jika
شَاۤءَ
menghendaki
اللّٰهُ
Allah
اٰمِنِيْنَ
keadaan aman
ۗ
﴿٩٩﴾
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, dia merangkul (dan menyiapkan tempat untuk) kedua orang tuanya seraya berkata, “Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman.”
1695 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Ya’qub dan keluarganya kemudian keluar berangkat menuju mesir untuk menemui yusuf. Ketika mereka sampai kepadanya, yusuf merangkul kedua oranng tuanya. Dan dia berkata kepada mereka ”Masuklah ke mesir, dengan kehendak Allah, dalam keadaan aman dari kesulitan, kekeringan, dan dari segala keburukan, ”

Sumber: https://tafsirweb.com/3837-surat-yusuf-ayat-99.html

Tafsir as-Sa'di

99. “Maka tatkala”, Ya’qub, anak-anak beliau dan keluarga mereka telah berangkat meninggalkan negeri mereka menuju ke tempat Yusuf di Mesir dan pemukimannya, dan ketika mereka telah sampai “mereka masuk ke (tempat) Yusuf. Yusuf merangkul ibu bapaknya”, mendekatkan mereka berdua kepada dirinya dan mengistimewakan mereka dengan mendekatkannya, serta memperlihatkan kebaktian, kebaikan, penghormatan, dan pengagungan yang besar kepada kedua orangtuanya “dan dia berkata”, kepada seluruh anggota keluarganya, “Masuklah kamu sekalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”, dari segala yang dibenci dan menakutkan. Mereka masuk dalam suasana yang menyenangkan.Kelelahan dan kesusahan penghidupan mereka pun pupus, dan terwujudlah kebahagiaan dan keceriaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/3837-surat-yusuf-ayat-99.html

Tafsir Al-Wajiz

99. Lalu Ya’kub عليه السلام dan seluruh keluarganya berangkat. Mereka berjalan sampai tiba di Mesir dan menemui Yusuf عليه السلام.Lalu Yusuf mempersilahkan orang tuanya (ayah, ibu dan bibinya) untuk menuju ke tempatnya dan memeluk mereka serta berkata: “Masuklah ke dalam negeri Mesir supaya aman dari apa yang kalian benci, jika Allah berkehendak”

Sumber: https://tafsirweb.com/3837-surat-yusuf-ayat-99.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 99-100 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keberangkatan nabi Ya'qub kepada Yusuf dan kedatangannya di negeri Mesir atas perintah nabi Yusuf yang disampaikan kepada para saudaranya agar mendatangkan semua keluarga mereka. Maka mereka membawa semuanya dan berangkat meninggalkan negeri Kan'an menuju negeri Mesir. Ketika nabi Yusuf mendapat berita bahwa mereka sudah dekat, maka dia keluar untuk menyambut mereka dan meneguhkan ucapannya (Yusuf memberikan tempat kepada ibu bapaknya dan berkata, "Masuklah kalian ke negeri Mesir”) Sebagian mufasir berkata bahwa hal ini pendahuluan dan pengakhiran.Makna kalam itu adalah: (dan dia berkata "Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman”) Lalu dia memberikan tempat kepada kedua orang tuanya dan menaik­kannya ke singgasana. Ibnu Jarir membantah pendapat ini, dan dia mengetahui dengan baik. Kemudian dia memilih pendapat yang diriwayatkan dari As-Suddi bahwa nabi Yusuf merangkul kedua orang tuanya ketika menyambut keduanya.Kemudian ketika mereka tiba di pintu kota, dia berkata: (Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman) Hal ini juga masih butuh dipertimbangkan, karena makna “Al-iwa’” hanya untuk memberikan tempat. sebagaimana firmanNya: (Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya) Disebutkan dalam sebuah hadits,”Barang siapa yang memberikan tempat kepada seorang membuat sesuatu yang baru” tidak ada halangan bahwa setelah mereka masuk ke tempat nabi Yusuf dan memberikan tempat kepada mereka, dia berkata,"Masuklah kalian ke Mesir". Nabi Yusuf memberikan jaminan keamanan,"Tinggallah di Mesir (jika Allah menghendaki) dalam keadaan aman" yaitu dari apa yang kalian alami berupa kesengsaraan dan kekeringan. Terkait firman Allah: (Dan Yusuf menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana) Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya berkata yaitu singgasana. yaitu nabi Yusuf mendudukkan kedua orang tuanya di atas singgasananya bersama dengannya (Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya bersujud kepada Yusuf) yaitu, bersujud kepada nabi Yusuf, kedua orang tuanya dan semua saudaranya yang jumlahnya sebelas orang (Dan berkata Yusuf, "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu") yang pernah dia ceritakan kepada ayahnya sebelumnya: (sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang) (Surah Yusuf: 4).Hal ini masih diperbolehkan dalam syariat mereka, ketika mereka memberi salam penghormatan kepada orang besar, yakni bersujud kepadanya. Hal ini masih diperbolehkan sejak zaman nabi Adam sampai kepada syariat nabi Isa. Kemudian diharamkan dalam agama ini, dan sujud hanya khusu kepada Allah.Hal ini terkandung dalam pendapat yang dikatakan Qatadah dan lainnya. Firman Allah: (Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan) yaitu menjadi kenyataan yang benar dimana nabi Yusuf menyebutkan nikmat-nikmat Allah kepadanya: (Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir) yaitu daerah pedalaman. Mereka adalah or­ang-orang pedalaman, beternak kambing dan unta (setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku.Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki) yaitu jika Dia menghendaki suatu perkara, maka Dia menetapkan, memutuskan dan memudahkan baginya penyebab kejadiannya (Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui) atas kebaikan hamba-hambaNya (lagi Maha Bijaksana) dalam ucapan, perbuatan, ketetapan, takdir, apa yang Dia pilij dan Dia kehendaki.

Sumber: https://tafsirweb.com/3837-surat-yusuf-ayat-99.html

Informasi

Surat

يوسف (Yusuf)

Yusuf — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

99 dari 111 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 247

Ruku

Ruku 203

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 49 (98/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1695 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-12