الرّعد (Ar-Ra'd)

Per AyatMushaf
۞
وَاِنْ
dan jika
تَعْجَبْ
kamu herankan
فَعَجَبٌ
maka yang mengherankan
قَوْلُهُمْ
ucapan/perkataan mereka
ءَاِذَا
apakah apabila
كُنَّا
adalah kami
تُرَابًا
tanah
ءَاِنَّا
apakah sesungguhnya kami
لَفِيْ
sungguh dalam
خَلْقٍ
makhluk/ciptaan
جَدِيْدٍ
baru
ەۗ
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِرَبِّهِمْۚ
dengan/kepada Tuhan mereka
وَاُولٰۤىِٕكَ
dan mereka itu
الْاَغْلٰلُ
belenggu
فِيْٓ
pada
اَعْنَاقِهِمْۚ
leher mereka
وَاُولٰۤىِٕكَ
dan mereka itu
اَصْحٰبُ
penghuni
النَّارِۚ
api/neraka
هُمْ
mereka
فِيْهَا
didalamnya
خٰلِدُوْنَ
kekal
﴿٥﴾
Dan jika engkau merasa heran, maka yang mengherankan adalah ucapan mereka, “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” Mereka itulah yang ingkar kepada Tuhannya; dan mereka itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya. Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
1712 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan apabila kamu terheran-heran (wahai rasul), terhadap keengganan berimannya orang-orang kafir setelah adanya petunjuk-petunjuk ini, maka keheranan yang lebih besar lagi patut muncul adalah terhadap pernyatan orang-orang kafir, ”apakah apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah, kami akan dibangkitkan kembali?” Mereka itu adalah orang-orang yang ingkar terhadap tuhan-tuhan mereka yang telah menciptakan mereka dari tidak ada sebelumnya. Dan mereka itu, belenggu-belenggu rantai dari neraka akan diikatkan pada leher-leher mereka pada hari kiamat, dan mereka itulah orang-orang yang akan terus berada di dalam neraka, tidak akan keluar darinya selamanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3965-surat-ar-rad-ayat-5.html

Tafsir as-Sa'di

5. Firman Allah tersebut mengandung kemungkinan pengertian, “Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan,” karena keagungan Allah dan banyaknya jumlah petunjuk tentang keesaanNya, maka sesungguhnya keheranan yang bersama ini adalah sikap pengingkaran para pendusta serta pengingkaran mereka terhadap Hari kebangkitan, dan komentar mereka, “Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?” maksudnya bahwa setelah mereka menjadi tanah, lalu Allah akan mengembalikan mereka (hidup kembali), maka ini terlalu mustahil untuk terjadi menurut anggapan mereka. Karena sebagian tanda kebodohan mereka adalah mereka menganalogikan kekuasaan Allah al-Khaliq (Sang Pencipta) dengan kekuatan makhluk, maka mereka berasumsi bahwa kejadian itu juga tidak mungkin terjadi dengan kekuasaan Allah.Mereka lupa bahwa Allah telah menciptakan mereka pertama kali saat mereka tidak berwujud apa-apa. Pengertian ayat ini jug bisa diarahkan kepada makna, kalau engkau keheranan terhadap ucapan dan pendustaan mereka terhadap Hari Kebangkitan, maka sungguh itu merupakan salah satu keajaiban. Sesungguhnya orang yang telah menerima penjelasan tentang berbagai tanda kebesaran Allah dan menyaksikan berbagai bukti pasti yang menunjukkan kedatangan Hari Kebangkitan, dengan keterangan yang tidak menimbulkan keraguan dan rasa syak pun, kemudian dia mengingkarinya, maka perkataan itu termasuk keajaiban.Namun (sebenarnya) hal itu tidak perlu menjadi bahan keheranan pada “orang-orang yang kafir kepada Rabbnya,” dan mereka menentang keesaanNya, padahal merupakan hakikat yang sangat jelas lagi paling tampak terang. “Dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu,” yang memasung mereka dari petunjuk Allah “di lehernya,” di mana mereka diseru kepada keimanan namun tidak menyambut, ditawarkan kepada mereka hidayah, namun mereka tidak berhasil mendapatkan hidayah. Maka hati dan kalbu mereka terombang-ambing, sebagai bentuk hukuman bagi mereka karena tidak beriman kepadaNya secara langsung “mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya,” mereka tidak akan keluar darinya selama-lamanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3965-surat-ar-rad-ayat-5.html

Tafsir Al-Wajiz

5. Dan jika kamu terkejut, wahai Nabi terhadap pendustaan orang-orang kafir kepadamu dan sebaliknya menyembah berhala, maka sesuatu yang lebih mengejutkan dari itu adalah pedustaan dan pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan dengan berkata: ”Apakah mungkin kita dibangkitkan lagi setelah kita menjadi tanah yang sudah rusak?” Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan itu adalah orang-orang yang menyangkal kekuasaan Tuhan mereka. Dan mereka itu akan diikat di bagian leher mereka.Mereka itu adalah penduduk neraka yang tinggal di dalamnya selama-lamanya

Sumber: https://tafsirweb.com/3965-surat-ar-rad-ayat-5.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada Rasulallah Muhammad ﷺ: (Dan jika (ada sesuatu) yang kamu herankan) dengan perbuatan dusta orang-orang musyrik terhadap hari kiamat, padahal mereka menyaksikan tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan Allah سبحانه وتعالى kepada makhlukNya bahwa Dia Maha Kuasa atas apa yang Dia kehendaki. dan dengan apa yang mereka akui bahwa Allah memulai penciptaan segala sesuatu. Dia mengadakannya, setelah hal itu belum pernah disebutkan. Kemudian setelah itu mereka mendustakan berita dari Allah bahwa Dia akan mengembalikan semua umat dalam penciptaan yang baru, padahal mereka mengakui dan menyaksikan hal yang lebih menakjubkan daripada apa yang mereka dustakan terhadapNya.Maka yang mengherankan adalah ucapan mereka: (Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?) Setiap orang yang berilmu dan berakal mengetahui bahwa penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia, dan Dzat yang memulai penciptaan makhluk itu lebih mudah bagi­Nya untuk menghidupkannya kembali, sebagai­mana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah yang menciptakan langit dan bumi dan Dia tidak merasa payah karena menciptakannya, kuasa menghidupkan orang-orang mati? Ya (bahkan) sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (33)) (Surah Al-Ahqaf) Kemudian Allah mendeskripsikan orang-orang yang mendustakan hal ini, lalu Dia berfirman: (Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya) yaitu mereka diseret dengan itu ke neraka (mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya) yaitu, mereka tinggal di dalamnya selamanya, tidak akan dipindahkan dan dilenyapkan dari sana.

Sumber: https://tafsirweb.com/3965-surat-ar-rad-ayat-5.html

Informasi

Surat

الرّعد (Ar-Ra'd)

Guruh — 43 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

5 dari 43 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 249

Ruku

Ruku 205

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 50 (100/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1712 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-13