الرّعد (Ar-Ra'd)
Per AyatMushaf
۞
مَثَلُ
perumpamaan
الْجَنَّةِ
sorga
الَّتِيْ
yang
وُعِدَ
dijanjikan
الْمُتَّقُوْنَۗ
orang-orang yang takwa
تَجْرِيْ
mengalir
مِنْ
dari
تَحْتِهَا
bawahnya
الْاَنْهٰرُۗ
sungai-sungai
اُكُلُهَا
buahnya
دَاۤىِٕمٌ
kekal
وَّظِلُّهَاۗ
dan naungannya
تِلْكَ
itulah
عُقْبَى
tempat kesudahan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اتَّقَوْا
(mereka)bertakwa
ۖوَّعُقْبَى
dan tempat kesudahan
الْكٰفِرِيْنَ
orang-orang kafir
النَّارُ
neraka
﴿٣٥﴾
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang yang bertakwa (ialah seperti taman), mengalir di bawahnya sungai-sungai; senantiasa berbuah dan teduh. Itulah tempat kesudahan bagi orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang yang ingkar kepada Tuhan ialah neraka.
1742 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sifat surga yang Allah janjikan kepada orang-orang yang takut kepadaNya, adalah surga yang dibawah pepohonan dan istana-istannya mengalir sungai-sungai. Buah-buahnnya tidak pernah putus, dan naungannya tidak hilang dan tidak berkurang. Balasan dengan surga itu adalah kesudahan orang-orang yang takut kepada Allah, maka mereka menjauhi maksiiat-maksiat kepadaNya dan melaksanakan kewajiban-kewajiban dariNya, sedangkan kesudahan orang-orang kafir kepada Allah adalah neraka.
Sumber: https://tafsirweb.com/3995-surat-ar-rad-ayat-35.html
Tafsir as-Sa'di
35. Allah mengatakan, “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa,” orang-orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah, tidak menyepelekan perintah-perintahNya; maksudnya sifat dan hakikat surga itu “ialah (seperti taman yang) mengalir sungai-sungai di bawahnya,” yakni , sungai-sungai madu, sungai-sungai khamar, sungai-sungai susu, dan sungai-sungai air tawar yang mengalir pada selain parit, mengairi kebun-kebun dan pepohonan, sehingga menjadi sarat dengan berbagai macam buah-buahan. “Buahnya tak henti-henti, dan naungannya (demikian pula),” yakni, juga abadi. “Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa,” yaitu tempat kesudahan dan tempat kembali yang mana mereka menuju kepadanya. “Sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka,” betapa besar perbedaan antara dua golongan tersebut!
Sumber: https://tafsirweb.com/3995-surat-ar-rad-ayat-35.html
Tafsir Al-Wajiz
35 Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa ialah; bahwa di bawah taman-taman surga mengalir sungai-sungai, buahnya tak henti-henti berbuah dan terus menerus rimbun. Itulah tempat tinggal bagi orang-orang yang bertakwa yang senantiasa melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, sedangkan tempat tinggal bagi orang-orang kafir ialah neraka, tidak ada lagi selain itu
Sumber: https://tafsirweb.com/3995-surat-ar-rad-ayat-35.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 34-35 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hukuman orang-orang kafir dan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan. Lalu setelah memberitahukan keadaan orang-orang musyrik dan kekufuran serta kemusyrikan mereka, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia) yaitu dengan tangan orang-orang mukmin, dengan dibunu, dan ditawan (dan sesungguhnya azab akhirat) yaitu disimpan dengan kehinaan di dunia (adalah lebih keras) yaitu daripada ini. sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda kepada dua orang yang melakukan li'an.”Sesungguhnya azab dunia lebih ringan ketimbang azab akhirat” yaitu sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda, sesungguhnya azab di dunia itu bisa selesai, dan azab akhirat itu kekal di dalam neraka. Jika dibandingkan dengan ini maka tujuh puluh kali lipat, yang tidak bisa digambarkan kekerasan dan kedahsyatannya, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Maka pada hari itu tiada seorang pun yang menyiksa seperti siksaNya (25) dan tiada seorang pun yang mengikat seperti ikatan-Nya (26)) (Surah Al-Fajr) Oleh karena itu Dia menghubungkannya dengan firmanNya (Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa) yaitu sifatnya (ialah (seperti taman); yang mengalir sungai-sungai di dalamnya) yaitu yang mengalir di sisi-sisinya, sesuai dengan yang dikehendaki penghuninya. dimana mereka bisa mengalirkannya dengan aliran yang deras, yaitu mengaturnya sesuai kehendak mereka dan ke arah mana yang mereka kehendaki.Firman Allah: (buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula)) yaitu di dalamnya ada buah-buahan, makanan, dan minuman yang tidak ada hentinya dan tidak pernah habis. dalam hadits shahih Bukhari Muslim disebutkan hadits Ibnu Abbas tentang masalah shalat gerhana matahari, yang di dalamnya bahwa para sahabat bertanya,"Wahai Rasulullah, kami melihat engkau meraih sesuatu dari tempatmu, kemudian kami melihat engkau mundur" Lalu Rasulullah ﷺ menjawab:”Sesungguhnya aku melihat surga (atau aku melihat surga) lalu aku berniat memetik setangkai anggur darinya. Seandainya aku benar-benar memetiknya, maka kalian akan makan sebagian darinya selama dunia ini masih ada”
Sumber: https://tafsirweb.com/3995-surat-ar-rad-ayat-35.html
Informasi
Surat
الرّعد (Ar-Ra'd)
Guruh — 43 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
35 dari 43 ayat
Juz
Juz 13
Halaman
Halaman 254
Ruku
Ruku 209
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 51 (102/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1742 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-13