الرّعد (Ar-Ra'd)

Per AyatMushaf
وَيَقُوْلُ
dan berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
لَسْتَ
kamu bukan
مُرْسَلًا
dijadikan seorang Rasul
ۗ
قُلْ
katakanlah
كَفٰى
cukuplah
بِاللّٰهِ
dengan Allah
شَهِيْدًاۢ
menjadi saksi
بَيْنِيْ
antara aku
وَبَيْنَكُمْۙ
dan antara kamu
وَمَنْ
dan orang
عِنْدَهٗ
disisinya/mempunyai
عِلْمُ
ilmu
الْكِتٰبِ
Al Kitab
ࣖ
﴿٤٣﴾
Dan orang-orang kafir berkata, “Engkau (Muhammad) bukanlah seorang Rasul.” Katakanlah, “Cukuplah Allah dan orang yang menguasai ilmu Al-Kitab menjadi saksi antara aku dan kamu.”
1750 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan orang-orang kafir berkata kepada nabi Allah ”wahai Muhammad, Allah tidak mengutus kamu.” katakanlah kepada mereka, ”Cukuplah Allah menjadi saksi atas kebenaranku dan kedustaan kalian. Dan cukuplah persaksian orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci dari kalangan yahudi dan nasrani yang beriman kepada risalahku dan wahyu yang aku bawa dari sisi Allah, dan mengikuti kebenaran, lalu mengutarakan persaksian itu dengan terang-terangan dan tidak menyembunyiakannya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4003-surat-ar-rad-ayat-43.html

Tafsir as-Sa'di

43. “Orang-orang kafir berkata, ‘Kamu bukan orang yang dijadikan rasul’,” maksudnya, mereka mendustakanmu dan mendustakan risalahmu “Katakanlah,” kepada mereka bila mereka meminta saksi “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu,” dan persaksian Allah itu dengan ucapan, tindakan, dan penetapanNya. Adapun (persaksian) ucapanNya, maka dengan segala berita yang diwahyukan kepada makhlukNya yang paling jujur yang menguatkan risalahNya. Sedangkan (persaksian) tindakanNya, maka dengan cara Allah telah mendukung RasulNya dan menolongnya dengan pertolongan yang di luar jangkauan kemampuannya dan kemampuan para sahabat serta para pengikutnya.Ini adalah persaksianNya melalui tindakan dan dukungan. Sedangkan penetapanNya, maka (perwujudannya adalah bahwa) Rasulullah telah memberitahukan tentang dirinya bahwa ia seorang rasul (Allah), dan memerintahkan orang-orang untuk mengikutinya. Barangsiapa yang mengikutinya, maka akan meraih kemuliaan dan keridhaanNya.Barangsiapa yang tidak mengikutinya, maka dia mendappatkan neraka dan murka. Harta dan nyawanya halal. Dan Allah menetapkannya atas hal tersebut.Seandainya, beliau berbicara macam-macam, niscaya beliau akan segera dikenakan hukuman. “Dan antara orang yang mempunyai ilmu al-Kitab,” ini mencakup semua ulama ahli kitab dari kedua golongannya (Yahudi dan Nasrani). Karena mereka bersaksi atas (kebenaran) Rasulullah. Barangsiapa yang beriman dan mengikuti kebenaran, niscaya akan menyampaikan kesaksian yang menjadi kewajibannya.Sedangkan orang yang menyembunyikannya, maka pemberitahuan Allah tentang dirinya, bahwa dia mempunyai persaksian adalah lebih gamblang daripada pernyataannya (dari dirinya sendiri). Seandainya dia tidak memiliki kesaksian, maka kesaksiannya akan tertolak dengan petunjuk bukti. Karena itu, sikap diamnya menunjukkan bahwa dia mempunyai kesaksian yang disembunyikan.Allah memerintahkan beliau untuk meminta persaksian ahli kitab, sebab mereka orang-orang yang berkompeten dalam masalah ini. Dan setiap perkara, maka hanya para ahlinyalah yang dimintai keterangan dan orang-orang yang lebih tahu daripada orang lain tentang itu. Berbeda dengan orang yang tidak tahu sama sekali tentangnya, misalnya bangsa yang buta huruf, dari kalangan kaum musyrikin Arab dan lainnya, maka tidak ada manfaatnya untuk meminta keterangan dari mereka.Karena mereka tidak mengetahui dan tidak mengerti. Wallahu a’lam.

Sumber: https://tafsirweb.com/4003-surat-ar-rad-ayat-43.html

Tafsir Al-Wajiz

43 Orang-orang kafir berkata: “Kamu bukanlah seorang utusan yang dijadikan Rasul untuk manusia wahai Muhammad”. Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu. Hanya Dia lah Yang Maha Mengetahui kebenaran risalahku, begitu juga Yang Menguasai Ilmu Ahli Kitab yaitu para mukmin Yahudi dan Nasrani yang juga telah bersaksi atas kebenaran risalahku ketika mereka mengetahui kebenaran dari kitab mereka”.

Sumber: https://tafsirweb.com/4003-surat-ar-rad-ayat-43.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman,”Orang-orang kafir itu mendustakanmu dan berkata: (Kamu bukan seorang yang dijadikan rasul) yaitu Allah tidaklah menjadikanmu sebagai seorang rasul (Katakanlah, "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan kalian) yaitu cukuplah Allah sebagai saksi antara aku dan kalian. Dia menyaksikan atas diriku terhadap apa yang aku sampaikan dari risalah­Nya, dan menjadi saksi atas kalian, wahai orang-orang yang berdusta. Dalam apa yang kalian buat-buat itu adalah kedustaan belaka.Firman Allah: (dan antara orang yang mempunyai ilmu Al-Kitab”) yaitu kata yang menunjukkan jenis yang mencakup ulama ahli kitab yang menjumpai sifat dan ciri nabi Muhammad ﷺ dalam kitab-kitab mereka terdahulu melalui berita-berita gembira yang disampaikan oleh para nabi. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami” (196) (Yaitu), orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil) (Surah Al-A'raf) dan (Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya? (197)) (Surah Asy-Syu'ara’). dan ayat-ayat lain yang serupa yang di dalamnya disebutkan terdapat berita tentang orang-orang yang berilmu dari Bani Israil, bahwa mereka mengetahui hal itu melalui kitab-kitab mereka.Telah disebutkan juga dalam hadits tentang para rahib dari Abdullah bin Salam, bahwa dia masuk Islam di Makkah sebelum hijrah

Sumber: https://tafsirweb.com/4003-surat-ar-rad-ayat-43.html

Informasi

Surat

الرّعد (Ar-Ra'd)

Guruh — 43 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

43 dari 43 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 255

Ruku

Ruku 210

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 51 (102/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1750 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-13