ابرٰهيم (Ibrahim)
Per AyatMushaf
مَثَلُ
perumpamaan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِرَبِّهِمْ
dengan/kepada Tuhan mereka
اَعْمَالُهُمْ
amalan-amalan mereka
كَرَمَادِ
seperti abu
ِۨاشْتَدَّتْ
meniup keras
بِهِ
dengannya
الرِّيْحُ
angin
فِيْ
pada
يَوْمٍ
hari
عَاصِفٍۗ
musim angin kencang
لَا
tidak
يَقْدِرُوْنَ
mereka dapat
مِمَّا
dari pada
كَسَبُوْا
mereka usahakan
عَلٰى
atas
شَيْءٍ
sesuatu/sedikitpun
ۗذٰلِكَ
demikian itu
هُوَ
dia/adalah
الضَّلٰلُ
kesesatan
الْبَعِيْدُ
yang jauh
﴿١٨﴾
Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
1768 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Karakter amal perbuatan orang-orang kafir di dunia seperti amal kebajikan dan silaturahmi, adalah bagaikan abu yang terbawa terbang oleh angin pada hari yang berangin kencang, sehingga tidak meninggalkan bekas sedikitpun. maka demikian pula amal-amal orang-orang kkafir, mereka tidak mendapati darinya sesuatu yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah. Sungguhnya kekafiran telah melenyapkan (pahalanya) sebagaimana angin telah menghilangkan abu. Usaha dan amal perbuatan yang tidak di bangun di atas asas yang benar, maka itulah kesesatan yang jauh dari jalan yang lurus.
Sumber: https://tafsirweb.com/4064-surat-ibrahim-ayat-18.html
Tafsir as-Sa'di
18. Allah mengabarkan tentang amalan-amalan yang diperbuat oleh kaum kafir, baik yang dimaksud adalah amalan yang mereka kerjakan untuk Allah, amalan tersebut ditinjau dari aspek hilangnya manfaat, kebatilan dan kepudaran amalan mereka ibarat melayangnya abu yang merupakan obyek paling lembut dan paling ringan ketika angina bertiup kencang di hari yang anginnya sangat kencang. Ia tidak menyisakan apa pun, dan tidak dimungkinkan untuk menangkap sesuatu yang telah lenyap dan kabur.Begitu pula amalan-amalan orang-orang kafir, “mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia)”, bahkan tidak (mampu mendapatkan manfaat) sebesar biji dzarrah pun dari amalannya. Pasalnya, amalan tersebut berpondasi kekufuran dan pendustaan. “Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh”, di mana usaha mereka menjadi batil (sia-sia) dan amalan mereka menjadi musnah. Atau bisa juga yang dimaksud adalah usaha-usaha orang kafir yang mereka tempuh untuk menipu daya kebenaran.Mereka benar-benar berupaya dan kelelahan untuk itu. Padahal makar orang-orang kafir itu berubah menjelma boomerang bagi mereka sendiri, tidak membahayakan Allah dan rasulNya, pasukanNya dan kebenaran yang mereka sampaikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/4064-surat-ibrahim-ayat-18.html
Tafsir Al-Wajiz
18. Yang mengherankan dari amal para orang yang kafir kepada Tuhannya, adalah bahwa amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan di dunia.Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh dari kemanfaatan, kebenaran, dan kerugian beserta kebinasaan
Sumber: https://tafsirweb.com/4064-surat-ibrahim-ayat-18.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat ini merupakan perumpamaan yang dibuat Allah untuk amal orang-orang kafir yang menyembah bersama Allah tuhan selain Dia dan mendustakan para rasulNya. Mereka membangun dasar amal perbuatan mereka bukan dengan dasar yang benar, maka runtuh dan lenyaplah bangunan yang mereka butuhkan itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka) yaitu perumpamaan amal mereka pada hari kiamat jika mereka meminta pahalanya dari Allah سبحانه وتعالى.Karena mereka menyangka bahwa mereka berada dalam kebenaran, namun mereka tidak mendapati apapun. Mereka tidak mendapatkan hasil kecuali sebagaimana debu yang lenyap diterbangkan oleh angin yang sangat kencang (pada suatu hari yang berangin kencang) yaitu angin yang kencang dan kuat. Lalu mereka tidak mendapatkan sesuatu apapun dari amal yang mereka upayakan ketika di dunia, kecuali seperti seseorang orang yang mampu mengumpulkan debu pada hari itu.Sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan (23)) (Surah Al-Furqan) dan (Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) (Surah Ali Imran: 117) Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat ini: (Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh) yaitu, usaha dan amal mereka tanpa landasan, dan tidak lurus, sehingga mereka menghilangkan pahala mereka yang sangat mereka butuhkan. (Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh)
Sumber: https://tafsirweb.com/4064-surat-ibrahim-ayat-18.html
Informasi
Surat
ابرٰهيم (Ibrahim)
Ibrahim — 52 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
18 dari 52 ayat
Juz
Juz 13
Halaman
Halaman 257
Ruku
Ruku 213
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 52 (103/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1768 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-14