ابرٰهيم (Ibrahim)
Per AyatMushaf
قُلْ
katakanlah
لِّعِبَادِيَ
kepada hamba-hambaKu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
يُقِيْمُوا
mereka mendirikan
الصَّلٰوةَ
sholat
وَيُنْفِقُوْا
dan mereka nafkahkan
مِمَّا
dari/sebagian apa
رَزَقْنٰهُمْ
Kami rezkikan kepada mereka
سِرًّا
tersembunyi
وَّعَلَانِيَةً
dan terang-terangan
مِّنْ
dari
قَبْلِ
sebelum
اَنْ
bahwa
يَّأْتِيَ
akan datang
يَوْمٌ
hari
لَّا
tidak
بَيْعٌ
jual-beli
فِيْهِ
didalamnya
وَلَا
dan tidak
خِلٰلٌ
persahabatan
﴿٣١﴾
Katakanlah (Muhammad) kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, “Hendaklah mereka melaksanakan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan secara sembunyi atau terang-terangan sebelum datang hari, ketika tidak ada lagi jual beli dan persahabatan.”
1781 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah wahai rasul, kepada hamba-hambaKu yang beriman, agar mereka menjalankan shalat dengan aturan-aturannya dan mengeluarkan sebagian yang Kami berikan kepada mereka dalam pos-pos kebajikan yang wajib maupun yang Sunnah, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum hari kiamat datang pada hari itu tidak akan bermanfaat tebusan maupun hubungan pertemanan.
Sumber: https://tafsirweb.com/4077-surat-ibrahim-ayat-31.html
Tafsir as-Sa'di
31. Artinya, katakanlah kepada para hambaKu yang beriman untuk memerintahkan mereka dengan perintah yang berisi puncak kemaslahatan bagi mereka dan sepatutnya mempergunakan kesempatan sebelum mereka tidak mampu berbuat apa-apa. “Hendaklah mereka mendirikan shalat”, secara zahir dan batin “menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan”, dalam bentuk kenikmatan yang telah Kami curahkan kepada mereka, sedikit atau banyak “secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan”, infak ini mencakup infak wajib, misalnya zakat, dan menafkahi orang yang wajib dinafkahi oleh seseorang, juga mencakup nafkah yang mustahab seperti sedekah-sedekah dan lainnya. “sebelum datang Hari (Kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan”, tidak ada sesuatu pun yang berguna pada waktu itu, dan tidak ada cara untuk mengejar sesuatu yang telah terlewatkan, tidak terbeli melalui praktek transaksi jual beli, atau dengan pemberian hibah (hadiah) dari orang terkasih atau teman akrab. Setiap insan mempunyai urusan sendiri-sendiri yang menyibukannya.Hendaklah seorang hamba mempersembahkan (amalan) bagi dirinya dan memperhatikan apa yang telah dia persiapkan untuk hari esok. Hendaklah dia memantau aktifitas-aktifitasnya, mengintrospeksi diri sebelum datangnya hari perhitungan yang agung.
Sumber: https://tafsirweb.com/4077-surat-ibrahim-ayat-31.html
Tafsir Al-Wajiz
31. Wahai Nabi, katakanlah kepada mereka, yaitu hamba-hambaKu yang beriman kepada Allah dan hari akhir: “Dirikanlah shalat fardhu dengan sempurna, bersedekah dan berzakatlah kalian di saat rahasia dan terang-terangan sebelum datangnya hari kiamat yang sudah tidak ada harapan dan persahabatan yang bermanfaat di dalamnya.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4077-surat-ibrahim-ayat-31.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan para hambaNya untuk taat kepadaNya dan menunaikan hakNya serta berbuat baik kepada makhlukNya, hendaknya mendirikan shalat yang merupakan bentuk penyembahan hanya kepada Allah saja, tidak ada sekutu bagiNya; dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang diberikan Allah kepada mereka, dengan menunaikan zakat, memberi nafkah kepada kaum kerabat dan berbuat kebaikan kepada orang sekitarnya. Yang dimaksud dengan mendirikan shalat adalah menjaganya pada waktunya, batasan-batasannya, rukuk, khusuk, dan sujudnya. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk menafkahkan dari apa yang direzekikan kepada mereka, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.Hendaklah mereka menyegerakan hal itu untuk keselamatan diri mereka (sebelum datang hari) yaitu hari kiamat (yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan) yaitu tidak akan diterima tebusan dari seorang pun untuk, sekalipun dengan menjual dirinya. sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka pada hari ini tidak diterima tebusan kalian dan tidak pula dari orang-orang kafir) (Surah Al-Hadid: 15). dan firman Allah سبحانه وتعالى: (dan tidak pula persahabatan).Ibnu Jarir berkata bahwa pada hari itu tidak ada persahabatan, sehingga orang yang wajib mendapat hukuman dimaafkan hanya karena persahabatannya. Melainkan akan diberlakukan secara adil. Kata “Al-Khilal” adalah mashsdar dari kalimat “khalaltu fulanan”, “Ana Ukhaliluhu mukhalatan wa khilalan” (aku menjadikan Fulan teman dekatku), di antaranya juga perkataan Imri'ul Qais: “Aku palingkan cintaku dari wanita-wanita itu karena khawatir terhadap kebinasaan, aku tidak memutuskan hubungan persahabatan yang telah aku bina” Saya berkata, bahwa yang dimaksud adalah Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak bermanfaat jual beli dan tebusan bagi seseorang, sekalipun dia menebus dirinya dengan emas seisi bumi, jika memang emas dia bisa mendapatkannya.Dan tidak bermanfaat persahabatan seseorang, serta tidak bermanfaat pula syafaat seseorang jika orang itu menghadap kepada Allah dalam keadaan kafir. Allah سبحانه وتعالى telah berfirman: (Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan darinya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong (123)) (Surah Al-Baqarah)
Sumber: https://tafsirweb.com/4077-surat-ibrahim-ayat-31.html
Informasi
Surat
ابرٰهيم (Ibrahim)
Ibrahim — 52 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
31 dari 52 ayat
Juz
Juz 13
Halaman
Halaman 259
Ruku
Ruku 215
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 52 (104/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1781 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-14