الحجر (Al-Hijr)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Luth) berkata
اِنَّ
sesungguhnya
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu
ضَيْفِيْ
tamuku
فَلَا
maka jangan
تَفْضَحُوْنِۙ
kamu memalukan aku
﴿٦٨﴾
Dia (Lut) berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan kamu mempermalukan aku,
1870 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

68-69. Luth berkata kepada mereka, “Sesungguhnya mereka itu tamu-tamuKu, dan mereka berada dalam perlindunganku, maka janganlah kalian mempermalukan aku. Takutlah dari hukuman Allah, dan janganlah kalian mengganggu mereka, akibatnya kalian akan menjerumuskan aku dalam kehinaan dan kenistaan, lantaran kalian mengganggu tamu-tamuku.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4218-surat-al-hijr-ayat-68.html

Tafsir as-Sa'di

67-69. “dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah luth)” yaitu kota tempat nabi luth berada “dengan gembira (karena kedatangan tamu tamu itu)” maksudnya mereka saling menyampaikan kabar gembira kepada sebagian lainnya tentang tamu tamu Nabi luth ketampanan wajah mereka dan kemampuan mereka untuk dapat menguasai para tamu itu. Hal itu, lantaran mereka berniat untuk melangsungkan perbuatan keji terhadap para tamu itu. Orang orang itu datang dan sampai kerumah nabi luth.Mereka mulai membujuk nabi luth supaya menyerahkan tamu tamunya. Sedangkan nabi Luth benar benar memohon perlindungan (kepada Allah) dari mereka seraya berkata ”sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku) dan bertakwalah kepada Allah, dan janganlah kamu membuat aku terhina” maksudnya yakinilah pertama tama bahwa Allah itu mengawasi kalian. Jika memang tidak ada rasa takut pada kalian kepada Allah, maka janganlah kalian mempermalukan aku dihadapan tamu tamuku dan selanjutnya kalian memalukan perbuatan yang bejat dengan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4218-surat-al-hijr-ayat-68.html

Tafsir Al-Wajiz

68. Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku yang berhak dimuliakan, maka janganlah kalian mempermalukan aku dengan berbuat jahat kepada mereka

Sumber: https://tafsirweb.com/4218-surat-al-hijr-ayat-68.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 67-72 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kedatangan kaum nabi Luth kepadanya ketika mereka mengetahui tamu-tamunya yang berwajah tampan, dan mereka datang kepada nabi Luth dengan perasaan yang sangat gembira karena tamu-tamunya itu (Luth berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku) (68) dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina” (69)) Hal ini dikatakan oleh nabi Luth sebelum dia mengetahui bahwa tamu-tamunya itu adalah utusan Allah, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam konteks surah Hud. Adapun di sini penyebutan bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah didahulukan, lalu Dia menghubungkan dengan penyebutan kedatangan kaumnya dan bantahannya kepada kaumnya. Akan tetapi, huruf “wawu” tidak menunjukkan pengertian tertib, terlebih lagi jika ada dalil yang menunjukkan kebalikannya.Lalu mereka berkata kepadanya sebagai jawaban mereka: (Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?) yaitu, kami tidak melarangmu menerima seorang tamu pun. Lalu nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka kepada wanita-wanita mereka. Tuhan mereka menjadikan untuk mereka apa yang ada pada kaum wanita berupa farji yang diperbolehkan.Telah disebutkan pembahasan hal itu dengan penjelasan tentang itu sehingga tidak butuh diulangi lagi. Semua ini terjadi, dan mereka dalam keadaan lengah dari apa yang ditimpakan dan meliputi mereka berupa ujian, dan apa yang akan ditimpakan kepada mereka di pagi harinya berupa azab yang menetap. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabi Muhammad ﷺ: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan) (72)) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan menyebut kehidupan Nabi ﷺ dan dalam hal ini terdapat penghormatan yang besar dan kedudukan yang tinggi bagi beliau.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,"Allah tidak menciptakan dan menjadikan makhluk yang lebih mulia daripada nabi Muhammad ﷺ, dan aku belum pernah mendengar Allah bersumpah dengan menyebut kehidupan seseorang selain beliau" Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan). (72)) dia berkata yaitu demi hidup dan usiamu, dan keberadaanmu di dunia (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) Qatadah berkata tentang firmanNya, (kemabukan mereka) yaitu dalam kesesatan mereka (mereka terombang-ambing) yaitu bermain-main. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, (demi hidupmu) kehidupanmu (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) dia berkata yaitu terombang-ambing.

Sumber: https://tafsirweb.com/4218-surat-al-hijr-ayat-68.html

Informasi

Surat

الحجر (Al-Hijr)

Hijr — 99 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

68 dari 99 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 265

Ruku

Ruku 222

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 53 (106/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1870 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-15