النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
وَعَلَى
dan atas
اللّٰهِ
Allah
قَصْدُ
menuju/menunjukkan
السَّبِيْلِ
jalan
وَمِنْهَا
dan daripadanya/diantaranya
جَاۤىِٕرٌ
bengkok
ۗوَلَوْ
dan jika
شَاۤءَ
Dia menghendaki
لَهَدٰىكُمْ
tentu Dia memberimu petunjuk
اَجْمَعِيْنَ
semuanya
ࣖ
﴿٩﴾
Dan hak Allah menerangkan jalan yang lurus, dan di antaranya ada (jalan) yang menyimpang. Dan jika Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kamu semua (ke jalan yang benar).
1910 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan tanggung jawab Allah untuk mejelaskan jalan yang lurus untuk menunjuki kalian, yaitu islam. Dan di antara jalan, ada lorong bengkok yang tidak mengantarkan menuju hidayah, yaitu setiap ajaran yang bertentangan dengan islam, dari berbagai bentuk ideologi dan keyakinan. Dan Kalau seandainya Allah menghendaki memberikan hidayah, niscaya Dia memberikan kalian semuanya hidayah kepada Iman.

Sumber: https://tafsirweb.com/4357-surat-an-nahl-ayat-9.html

Tafsir as-Sa'di

9. Setelah Allah menceritakan jalan hissi (inderawi) dan Dia telah menciptakan –bagi para hambaNya- sarana untuk menempuhnya, berupa binatang unta dan hewan tunggangan lainnya, maka Dia menyebutkan jalan maknawi (abstrak) yang akan mengantarkan kepadaNya “dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus” yaitu jalan yang lurus, yang merupakan lintasan paling pintas dan pendek, menuju kepada Allah dan ketempat kemuliaanNya. Tentang jalan yang menyimpang dari akidah dan amalannya, maka itu adalah setiap jalan yang bertentangan dengan jalan yang lurus.Jalan ini memutuskan akses menju kepada Allah menyeret ketempat kebinasaan. Orang orang yang telah meraih hidayah, menelusuri jalan yang lurus dengan izin Rabb mereka, sementara orang orang yang sesat mengalami salah jalan darinya dan berjalan di atas jalan jalan yang menyimpang. “dan jikalau Dia menghendaki tentulah Dia memberi petunjuk kamu semuanya (kepada jalan yang lurus)” akan tetapi, Dia hanya memberikan hidayah bagi sebagian manusia, sebagai bentuk pemuliaan dan pengutamaan (dariNya) dan tidak mencurahkan hidayah kepada sebagian lain lantaran terkandung unsur hikmah dan keadilan dariNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4357-surat-an-nahl-ayat-9.html

Tafsir Al-Wajiz

9. Dan sudah menjadi hak bagi Allah untuk menerangkan jalan yang lurus, dan di antara jalan-jalan ada yang bengkok sehingga tidak bisa menuntun kepada petunjuk. Dan jikalau Dia menghendaki, pasti Dia memimpin kamu semuanya kepada jalan yang benar.Namun Dia menetapkan hikmah-Nya dan membiarkan kalian memilih jalan bagi kalian sendiri, agar kesungguhan dan niat seorang hamba bisa terlihat

Sumber: https://tafsirweb.com/4357-surat-an-nahl-ayat-9.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hewan-hewan dan apa yang digunakan di jalan yang bersifat kongkret, lalu Allah سبحانه وتعالى mengingatkan kepada jalan agama yang bersifat maknawi. Seringkali apa yang terkandung dalam Al-Qur'an terjadi peralihan ungkapan dari perkara yang kongkret kepada hal-hal yang maknawi, dan bermanfaat sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa) (Surah Al-Baqarah: 197) dan (Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik) (Surah Al-A'raf: 26) Setelah menyebutkan banyak hewan di surah ini berupa hewan ternak dan hewan lain yang mereka kendarai sehingga dapat mengantarkan mereka kepada keperluan yang ada di dalam hati mereka.Hewan-hewan itu mengangkut barang-barang berat mereka ke banyak negeri, tempat yang jauh, dan perjalanan yang melelahkan. Allah menyebutkan jalan-jalan yang ditempuh manusia menuju Allah. Lalu Dia menjelaskan bahwa hanya kebenaran saja yang bisa mengantarkan kepada Allah.Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) Sebagaimana Allah berfirman (dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan­nya) (Surah Al-An'am: 153) Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) dia berkata, yaitu jalan kebenaran menuju Allah.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) dia berkata penjelasan itu hanya ada pada Allah, yakni petunjuk dan kesesatan. Demikian juga diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas Pendapat Mujahid di sini lebih kuat dari segi konteks ayat, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa banyak jalan yang ditempuh menuju Allah, tetapi tidak dapat mengantarkan kepadaNya kecuali jalan kebenaran, yaitu jalan yang disyariatkan dan diridai oleh Allah. dan selain dari jalan itu tertutup dan amal perbuatan yang dilakukan padanya ditolak. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan di antara jalan-jalan itu ada yang bengkok) yaitu menyimpang dari jalan kebenaran.Ibnu Abbas dan lainnya berkata yaitu jalan yang beragam, pendapat dan hawa nafsu yang terpecah belah seperti orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan semua itu terjadi karena kekuasaan dan kehendakNya. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan jikalau dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar)) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya) (Surah Yunus: 99)

Sumber: https://tafsirweb.com/4357-surat-an-nahl-ayat-9.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

9 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 268

Ruku

Ruku 224

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 54 (107/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1910 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16