النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْ
yang
سَخَّرَ
menundukkan
الْبَحْرَ
lautan
لِتَأْكُلُوْا
agar kamu makan
مِنْهُ
daripadanya
لَحْمًا
daging
طَرِيًّا
lembut/segar
وَّتَسْتَخْرِجُوْا
dan kamu mengeluarkan
مِنْهُ
daripadanya
حِلْيَةً
perhiasan
تَلْبَسُوْنَهَاۚ
kamu memakainya
وَتَرَى
dan kamu melihat
الْفُلْكَ
bahtera
مَوَاخِرَ
berlayar
فِيْهِ
padanya
وَلِتَبْتَغُوْا
dan agar kamu mencari
مِنْ
dari
فَضْلِهٖ
karunianya
وَلَعَلَّكُمْ
dan agar kamu
تَشْكُرُوْنَ
kalian bersyukur
﴿١٤﴾
Dan Dialah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya, dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.
1915 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Dia-lah yang menundukan laut bagi kalian, agar dapat mengomsumsi daging yang segar dari apa yang kalian buru dari hasli ikannya, dan kalian dapat menambang dari jenis perhiasan yang kalian kenakan seperti intan dan permata, dan kamu melihat kapal-kapal besar mambelah permukaan air laut, berlayar pergi dan datang, dan kalian menumpanginya, untuk mencari rizki Allah melalui perniagaan dan meraup keuntungan di dalamnya. Dan mudah-mudahan kalian mensyukuri Allah atas besarnya kenikmatanNya kapada kalian, sehingga tidak menyembah selainNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4362-surat-an-nahl-ayat-14.html
Tafsir as-Sa'di
14. maknanya “Dan” Dialah Dzat yang sendiri, tidak ada sekutu bagiNya “yang menundukkan lautan (untukmu)” dan menyediakannya demi kemanfaatan kemanfaatan kalian yang variatif, ”agar kamu dapat memakan darinya daging yang segar (ikan)” yaitu ikan ikan dan binatang air yang kalian buru, ”dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai” sehingga menambah keindahan dan kelokan kalian atas pesona yang sudah melekat pada kalian. “dan kamu melihat bahtera” yaitu kapal kapal dan perahu perahu “berlayar padanya” yaitu membelah lautan yang bergelombang lagi menakutkan, dengan moncong bagian depannya sehingga dapat berlalu di atasnya dari satu wilayah ketempat lain, membawa para penumpang, hasil hasil rizki mereka, barang bawaan serta perniagaan mereka yang mereka jadikan sarana untuk mengais rizki rizki dan kemurahan Allah atas mereka. “dan supaya kamu bersyukur” (kepada Dzat) yang telah memudahkan semua ini bagi kalian dan menyuguhkannya, dan menyanjung Allah atas karuniaNya atas kalian. Bagi Allah segala pujian, syukur dan sanjungan. Pasalnya, Allah telah memberikan bagi hamba hambaNya hal hal yang menjadi kemaslahatan dan kepentingan mereka, melebihi apa yang mereka cari dan lebih tinggi daripada sesuatu yang mereka harapkan.Dia menganugrahi mereka segala yang mereka minta. Kita tidak dapat menghitung sanjungan atasNya, akan tetapi Dia adalah sebagaimana Dia menyanjung diriNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4362-surat-an-nahl-ayat-14.html
Tafsir Al-Wajiz
14. Dialah, Allah yang menundukkan lautan untukmu, agar kamu dapat memakan daging yang segar berupa ikan dari hasil pancingan. Kamu juga dapat mengeluarkan berbagai perhiasan yang dapat kamu pakai berupa mutiara dan marjan dari lautan itu.Kamu dapat melihat perahu-perahu berlayar di atasnya, dan supaya kamu bisa mencari keuntungan dari karunia-Nya, serta supaya kamu bersyukur atas nikmat-Nya sehingga dapat mengetahui hak-hak-Nya
Sumber: https://tafsirweb.com/4362-surat-an-nahl-ayat-14.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 14-18 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang penundukan laut yang luas dengan ombaknya yang gemuruh. Allah menyebutkan karuniaNya kepada hamba-hambaNya dengan menundukkan laut untuk mereka sehingga mereka bisa melewatinya dengan menaiki kapal. Dia menciptakan padanya ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, lalu menghalalkannya bagi hamba-hambaNya untuk dimakan dagingnya, baik dalam keadaan hidup maupun mati, baik dalam keadaan tidak ihram maupun ihram.Allah menciptakan padanya mutiara-mutiara dan perhiasan yang berharga, serta memudahkan bagi hamba-hambaNya dalam mengeluarkannya dari tempatnya untuk perhiasan yang mereka pakai. Allah menundukkan laut untuk mengangkut bahtera-bahtera yang membelah jalan melaluinya. Dikatakan, yaitu membelah angin, kedua makna ini benar. dengan anjungannya, yaitu bagian depan bahtera yang bangunannya agak tinggi, yang telah ditunjukkan Allah kepada hamba-hambaNya dalam pembangunannya melalui jejak kakek moyang mereka, yaitu nabi Nuh, yaitu orang pertama yang menaiki bahtera. dia memiliki pengajaran dalam membangun bahtera, Kemudian manusia mengambil pelajaran ini masa demi masa, generasi demi generasi, dimana mereka menaiki bahtera dari wilayah ke wilayah, dari negeri ke negeri, dan dari daerah ke daerah lain untuk memindahkan barang dari sana ke sini, begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan supaya kalian mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan supaya kalian bersyukur) yaitu nikmat-nikmat dan kebaikan Nya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang bumi dan sesuatu yang Dia tancapkan untuk meneguhkannya dan tidak berguncang, berupa gunung-gunung yang menjulang tinggi dan kokoh yakni mengguncangkan apa yang ada di permukaannya berupa hewan sehingga tidak akan tenang bagi mereka dalam mencari penghidupan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh (32) (Surah An-Nazi'at) Firman Allah: (dan (Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan) yaitu,Dia menciptakan padanya sungai-sungai yang mengalir dari suatu tempat ke tempat lain sebagai rezeki untuk hamba-hambaNya.Sungai itu bersumber dari suatu tempat dan menjadi rezeki bagi orang yang ada di tempat lain. Sungai menempuh berbagai kawasan dan daerah melalui hutan-hutan, padang pasir, dan membelah bukit-bukit dan lembah-lembah, sampai pada suatu negeri yang sungai itu ditundukkan untuk penduduknya yaitu alirannya mengalir di bumi ke arah kanan dan kiri, selatan dan utara, timur dan barat, kecil dan besar alirannya, ada lembah yang diairi dalam suatu waktu, dan di waktu lain tidak diairi, ada yang dari sumber menuju muaranya, ada yang kuat dan lemahnya arusnya sesuai apa yang Dia kehendaki, takdirkan, dan tundukkan. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia.Demikian juga DIa menjadikan padanya jalan-jalan yang dapat dilalui dari suatu negeri ke negeri lain, sehingga ada jalan yang membelah gunung, sebagai jalan yang dapat dilalui, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas) (Surah Al-Anbiya: 31) Firman Allah: (dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan)) yaitu dalil-dalil berupa gunung-gunung yang besar, bukit-bukit yang kecil, dan hal lain yang serupa yang dijadikan para musafir sebagai petunjuk mereka dalam perjalanannya baik di darat maupun di laut ketika mereka tersesat di jalan.Firman Allah: (Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk) yaitu kegelapan malam, Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan kebesaran DzatNya bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Dia, bukan hal lainnya berupa berhala-berhala itu yang tidak bisa membuat apa pun, bahkan mereka dibuat. Oleh karena itu ALlah berfirman: (Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran (17)) Kemudian Allah mengingatkan mereka atas banyaknya nikmat-nikmat dan kebaikanNya kepada mereka.Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (18)) yaitu memaafkan kalian.Sekiranya kalian dituntut untuk mensyukuri semua nikmatNya, maka kalian tidak mampu melakukannya, dan seandainya kalian diperintahkan untuk itu, maka kalian lemah dan meninggalkannya. Seandainya Dia mengazab kalian, maka Dia mengazab kalian tanpa berbuat zalim terhadap kalian. Akan tetapi, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan bahkan kecil.Ibnu Jarir berkata, Allah berfirman, sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun atas apa yang ada pada kalian berupa kurangnya bersyukur kepadaNya atas sebagian hal itu jika kalian bertaubat dan kembali kepadaNya dengan melakukan ketaatan kepadaNya serta menempuh jalan yang Dia ridhai. dan Maha Penyayang kepada kalian, Dia tidak mengazab kalian setelah kalian kembali dan bertaubat.
Sumber: https://tafsirweb.com/4362-surat-an-nahl-ayat-14.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
14 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 268
Ruku
Ruku 225
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 54 (107/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1915 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16