النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
اِلٰهُكُمْ
Tuhanmu
اِلٰهٌ
Tuhan
وَّاحِدٌ
Maha Esa
ۚفَالَّذِيْنَ
maka orang-orang yang
لَا
tidak
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
بِالْاٰخِرَةِ
dengan hari akhir
قُلُوْبُهُمْ
hati mereka
مُّنْكِرَةٌ
mengingkari
وَّهُمْ
dan mereka
مُّسْتَكْبِرُوْنَ
orang-orang yang sombong
﴿٢٢﴾
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong.
1923 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Tuhan sesembahan kalian yang berhak diibadahi, Dialah Allah, sesembahan yang maha Esa maka orang-orang yang tidak beriman kepada hari kebangkitan, hati mereka mengingkari keesaan Allah , karena ketidak takutan mereka kepada siksaan Allah. Mereka menyombongkan diri untuk menerima kebenaran dan (juga tidak mau) beribadah hanya kepada Allah semata.
Sumber: https://tafsirweb.com/4370-surat-an-nahl-ayat-22.html
Tafsir as-Sa'di
21-22. kendatipun demikian, tida ada sifat kesempurnaan yang melekat pada mereka, tidak ilmu dan tidak pula sesuatu lainnya. ”(berhala berhala itu) benda mati tidak hidup” tidak bisa mendengar, tidak mampu melihat dan tidak dapat memahami sediktpun. Apakah makhluk semacam ini patut dijadikan sesembahan selain Rabb semesta alam? kecelakaanlah bagi akal akal kaum musyrikin, alangkah sesat dan rusaknya, ia mengalami kesesatan pada masalah yang sangat nyata kepincangannya, ia menyamakan antara benda yang mempunyai kekurangan dan tidak memiliki (kemampuan) berbuat apapun, dibandingkan dengan yang Maha sempurna dipandang dari segala aspek, yang mempunyai setiap sifat kesempurnaan. Dia memiliki kesempurnaan dan keagungan yang puncak pada sifat sifat tersebut Dia mempunyai ilmu yang meliputi segala sesuatu, kekuasaan yang merata, rahmat yang luas (yang melingkupi seluruh sisi alam semesta) , pujian, kemuliaan, kesombongan dan keagungan yang tidak ada satu makhlukpun yang berkutik untuk meliputi pada sebagian sifat sifatNya itu.Karena itu, Dia berfirman ”tuhanmu adalah tuhan yang Maha Esa” Dialah Allah al –ahad (yang mahasatu) , alfard (yang maha tunggal) lagi tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan tiada ada seorangpun yang setara denganNya. Orang orang yang beriman dan mempunyai akal akal sehat, kalbu kalbu mereka memuliakan dan mengagungkan Allah serta mencintaiNya dengan kecintaan yang besar. Mereka mengarahkan bagiNya seluruh apa yang mereka bisa lakukan, berupa ibadah ibadah badaniyyah (fisik) dan maliyyah (dengan pengeluaran materi) amalan amalan hati dan anggota tubuh lainnya, dan menyanjung Allah dengan nama namaNya yang baik dan sifat sifatNya yang suci. “maka orang orag yang tidak beriman kepada hari kiamat, hati mereka mengingkari (keesan Allah)” untuk perkara yang besar ini yang tidak diingkari kecuali oleh makhluk ciptaan yang paling parah kebodohan dan pertentangannya, yaitu mengenai tauhidullah (keesan Allah) “sedangkan mereka sendiri adalah orang orang yang sombong” untuk beribadah kepadaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4370-surat-an-nahl-ayat-22.html
Tafsir Al-Wajiz
22. Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa dan tidak punya sekutu. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka akan mengingkari keesaaan Allah, sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong dari keimanan dan kebenaran
Sumber: https://tafsirweb.com/4370-surat-an-nahl-ayat-22.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 22-23 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, Dzat yang Maha Esa, yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia memberitahukan bahwa orang-orang kafir itu ingkar hatinya atas hal itu, sebagaimana Dia memberitahukan tentang mereka yang heran tentang itu: (Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan (5)) (Surah Shad) dan (Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bersenang hati (45)) (Surah Az-Zumar).Firman Allah: (sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong) yaitu dari menyembah Allah سبحانه وتعالى disertai dengan keingkaran hati mereka dari mengesakanNya, sebagaimana Allah berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”) (Surah Ghafir: 60) Oleh karena itu Allah berfirman di sini (Tidak diragukan lagi), yaitu kebenaran (bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan), yaitu Dia akan membalas kalian atas hal itu dengan balasan yang penuh (Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong)
Sumber: https://tafsirweb.com/4370-surat-an-nahl-ayat-22.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
22 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 269
Ruku
Ruku 226
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 54 (107/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1923 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16