النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
تَتَوَفّٰىهُمُ
mewafatkan mereka
الْمَلٰۤىِٕكَةُ
Malaikat
ظَالِمِيْٓ
dalam keadaan zalim
اَنْفُسِهِمْ
diri mereka sendiri
ۖفَاَلْقَوُا
lalu mereka menyerahkan
السَّلَمَ
penyerahan diri
مَا
tidak
كُنَّا
adalah kami
نَعْمَلُ
kami kerjakan
مِنْ
dari
سُوْۤءٍ
seburuk-buruk
ۗبَلٰىٓ
ya/benar
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
عَلِيْمٌۢ
Maha Mengetahui
بِمَا
dengan/terhadap apa
كُنْتُمْ
kalian adalah
تَعْمَلُوْنَ
kamu kerjakan
﴿٢٨﴾
(yaitu) orang yang dicabut nyawanya oleh para malaikat dalam keadaan (berbuat) zalim kepada diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), “Kami tidak pernah mengerjakan sesuatu kejahatan pun.” (Malaikat menjawab), “Pernah! Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan.”
1929 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Yaitu orang-orang yang malaikat menacabut ruh-ruh mereka dalam keadaan mereka berbuat kezhaliman kepada diri mereka dengan kekafiran. Lalu mereka berserah diri kepada ketetapan Allah ketika melihat kematian (tiba) dan mereka mengingkari semua yang mereka sembah selain Allah, sembari berkata, ”kami tidaklah berbuat maksiat apapun.” Lalu dikatakan kepada mereka, ”kalian dusta, sebab sesungguhnya kalain dahulu melakukannya. Sesungguhnya Allah Mahamengetahui perbuatan-perbuatan kalian semuanya, dan akan memberikan balasan kepada kalain karena itu.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4376-surat-an-nahl-ayat-28.html

Tafsir as-Sa'di

28. berikutnya, dibeberkan kejadian kejadian yang ditimpakan kepada mereka di saat kematian dan hari kiamat “(yaitu) orang orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri”, maksudnya orang orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam kondisi tersebut, adalah orang yang sarat dengan tindak kezhaliman dan kesesatan mereka. Dan sungguh, sudah dimaklumi bersama segala sesuatu yang mendera orang orang yang berbuat aniaya pada momen itu, berupa aneka macam bentuk siksa, kehinaan, dan kenistaan. “lalu mereka menyerah diri” maksudnya mereka berpasrah diri dan mengingkari sesembahan yang dahulu mereka sembah selain Allah. Mereka berkata ”kami sekali kali tidak mengerjakan suatu kejahatan pun” maka dikatakan kepada mereka “ya, ada” kalian memang pernah berbuat kejelekan.Maka “sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan” pengingkaran kalian tidak berguna sama sekali. Dialog ini terjadi pada sebagian peristiwa di hari kiamat, mereka tidak mengakui apa yang mereka perbuat di dunia, dengan asumsi akan bermanfaat bagi mereka. Manakala angota anggota tubuh bersaksi buruk atas mereka, maka menjadi jelaslah fakta tindakan mereka terdahulu.Mereka (akhirnya) mengamini dan mengakui(nya). Oleh karena itu, mereka tidak dimasukkan neraka sampai mengeluarkan pengakuan atas dosa dosa mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4376-surat-an-nahl-ayat-28.html

Tafsir Al-Wajiz

28. Yaitu orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri dengan kekufuran, lalu mereka menyerah dengan meyakini ketuhanan Allah sambil berkata dusta; “Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatanpun, baik itu kekufuran kesyirikan maupun permusuhan”. Malaikat menjawab: “Iya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui kejahatan yang telah kamu kerjakan, namun dustamu ini tidak akan memberi manfaat apapun kepadamu, Allah akan membalas semua perbuatan kalian”

Sumber: https://tafsirweb.com/4376-surat-an-nahl-ayat-28.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 28-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang keadaan orang-orang musyrik yang menzalimi diri sendiri ketika datang kepada mereka para malaikat untuk mencabut nyawa mereka yang buruk (lalu mereka berserah diri) yaitu mereka menampakkan ketundukan, ketaatan, dan kepatuhan seraya berkata: (Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun) sebagaimana apa yang dikatakan mereka nanti pada hari kiamat (Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah) (Surah Al-An’am: 23) dan ((Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan orang musyrik), sebagaimana mereka bersumpah kepadamu) (Surah Al-Mujadilah: 18) Allah berfirman mendustakan perkataan mereka itu: (Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan (28) Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kalian kekal di dalamnya.Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu (29)) yaitu, seburuk-buruk tempat tinggal adalah tempat kehinaan bagi orang yang menyombongkan diri terhadap ayat-ayat Allah dan dari mengikuti para rasulNya. Mereka memasuki neraka Jahanam sejak kematian mereka dan arwahnya, dan jasad mereka di dalam kuburnya mendapatkan kepanasan dan angin yang membakar. Dan jika hari kiamat terjadi, maka arwah mereka dimasukkan ke dalam jasad mereka, lalu mereka kekal di dalam neraka Jahanam. (Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya) (Surah Fathir: 36) sebagaimana Allah berfirman: (Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), "Masuk­kanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras” (46)) (Surah Ghafir)

Sumber: https://tafsirweb.com/4376-surat-an-nahl-ayat-28.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

28 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 270

Ruku

Ruku 227

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 54 (107/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1929 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16