النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
اَوْ
atau
يَأْخُذَهُمْ
Dia mengazab mereka
عَلٰى
atas
تَخَوُّفٍۗ
keadaan takut
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
رَبَّكُمْ
Tuhan kalian
لَرَءُوْفٌ
sungguh Maha Pengasih
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
﴿٤٧﴾
atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1948 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
45-47. Apakah orang-orang kafir yang merencanakan berbagai macam tipu daya merasa aman kalau Allah membenamkan mereka ke dalam bumi sebagaimana yang Dia lakukan kepada qarun, atau Dia mendatangkan kepada mereka siksaan di tempat yang tidak mereka duga dan tidak mereka sangka-sangka atau siksaan akan menimpa mereka, sedang mereka itu tengah mondar-mandir dalam perjalanan dan aktivitas mereka? Mereka tidakbisa mendahului Allah dan tidak bisa lolos dariNya serta selamat dari siksaanNya.Sebab Allah maha kuat yang tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNYa atau Allah akan menyiksa mereka dengan berkurangnya harta benda mereka dan kebinasaan sebagian mereka, serta berkurangnya buah-buahan, atau dalam ketakutan mereka atas siksaannYa terhadap mereka. Sesungguhnya tuhan kalian sayang terhadap makhluk-makhlukNya dengan kasih sayang yang luas di dunia dan di akhirat mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/4395-surat-an-nahl-ayat-47.html
Tafsir as-Sa'di
45-47. ini adalah intimidasi dari Allah terhadap orang orang yang kufur, mendustakan dan suka berbuat berbagai jenis maksiat berupa siksaan yang Allah timpakan kepada mereka dalam kelengahan mereka tanpa mereka sadari, baik dengan menimpakan siksaan kepada mereka dari arah atas atau dari bawah mereka dengan cara menenggelamkan bumi atau bentuk lainnya. Atau saat mereka mondar mandir, sibuk, tanpa terbetik datangnya siksaan pada benak mereka. atau manakala mereka dirundung rasa takut oleh siksa. Mereka tidak mampu melumpuhkan Allah dalam setiap kondisi diatas.Mereka itu berada di bawah genggamanNya. Ubun ubun mereka berada di tengahNya. Akan tetapi, Dia Maha pemurah lagi penyayang, tidak menyegerakan siksa pada orang orang yang berbuat maksiat bahkan memberikan penangguhan bagi mereka dan memafkan mereka dan tetap mencurahkan rizki kepada mereka sementara itu, mereka masih saja menyakiti Allah dan mengganggu wali waliNya.Walaupun demikian (sepak terjang mereka) Allah masih membukakan pintu taubat bagi mereka, mengajak mereka untuk meninggalkan perbuatan perbuatan jelek yang membahayakan mereka, dan memberikan janji kepada mereka dengan kemuliaan yang paling tinggi dan ampunan atas dosa dosa yang berasal dari mereka. Hendaknya orang orang jahat malu kepada Rabbnya, ketika nikmat nikmatNya senantiasa terkucurkan pada dirinya setiap (detik), sedangkan maksiat maksiatnya selalu mengarah kepada Rabbnya setiap waktu. Hendaknya dia mengetahui bahwasannya Allah sedang memberikan penangguhan, bukan mengesampingkannya.Bila Allah mulai menyiksa orang yang bermaksiat, maka Dia menyiksanya dengan siksaan Dzat yang Maha perkasa lagi Mahakuasa. Mestinya dia bertaubat kepadaNya dan kembali dalam seluruh urusannya kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Bersegeralah, bersegeralah menjemput rahmat Allah yang luas dan kebaikanNya yang merata, dan meniti jalan jalan yang menghubungkan kepada kemurahan Allah Rabb yang Maha Pengasih. Ketahuilah, itu adalah ketakwaan kepadaNya dan mengamalkan amalan yang Dia cintai dan ridhai.
Sumber: https://tafsirweb.com/4395-surat-an-nahl-ayat-47.html
Tafsir Al-Wajiz
47. Atau mereka akan ditimpa ketakutan dan kekhawatiran tentang pembinasaan atau berkurangnya harta mereka sedikit demi sedikit. Sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Pemurah lagi Maha Pengasih sehingga tidak mempercepat hukuman mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/4395-surat-an-nahl-ayat-47.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 45-47 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kesabaranNya dalam memberikan masa tangguh terhadap orang-orang yang berbuat keburukan dan menyeru orang lain untuk melakukannya, serta melakukan tipu daya terhadap manusia dalam seruan agar mereka ikut mengerjakannya. Padahal Allah mampu membenamkan mereka ke dalam bumi atau mendatangkan azab kepada mereka (dari arah yang tidak mereka duga-duga) yakni dari arah yang tidak mereka ketahui kedarangannya. Sebagaimana Allah berfirman: (Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang? (16)) Atau apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu.Maka kelak kalian akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? (17)) (Surah Al-Mulk) Firman Allah: (atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan) yaitu dalam membolak-balik mereka dalam mencari penghidupan, kesibukan mereka di perjalanannya, dan kesibukan-kesibukan lain yang membuat mereka abai.Qatadah dan As-Suddi berkata bahwa makna (taqallubuhum) adalah perjalanan mereka. Mujahid, Adh-Dhahhak, dan Qatadah berkata tentang firman-Nya,(Fi taqallubihim) yaitu di malam dan siang hari. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (97) Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalah naik ketika mereka sedang bermain? (98)) (Surah Al-A'raf) Firman Allah: (maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu)) yaitu mereka tidak mampu menolak siksa Allah dalam keadaan apa pun.Firman Allah: (atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa)) yaitu atau Allah menyiksa mereka ketika mereka dalam keadaan takut akan siksa Allah, maka siksaan itu lebih berat dan lebih keras; karena di samping siksaan yang keras, rasa takut itu juga merupakan siksaan yang keras. Oleh karena itu Al-’Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa)) dia berkata,”Jika Aku menghendaki, tentu Aku mengazabnya setelah kematian temannya dan di saat dia ketakutan akan tertimpa azab” Demikan juga diriwayatkan dari Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah dan lainnya Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka sesungguhnya Tuhan kalian adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) yaitu Dia tidak menyegerakan siksaanNya terhadap kalian. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim,”Tidak ada seorang pun yang lebih sabar daripada Allah jika mendengar gangguan yang menyakitkannya, sesungguhnya mereka menjadikan bagi Allah anak, padahal Dialah yang memberi rezeki mereka, dan Dia membiarkan mereka”
Sumber: https://tafsirweb.com/4395-surat-an-nahl-ayat-47.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
47 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 272
Ruku
Ruku 229
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 54 (108/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1948 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16