النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَلَهٗ
dan bagiNya
مَا
apa
فِى
di
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِ
dan bumi
وَلَهُ
dan bagiNya
الدِّيْنُ
agama/ketaatan
وَاصِبًاۗ
selama-lamanya/tetap
اَفَغَيْرَ
apakah selain
اللّٰهِ
Allah
تَتَّقُوْنَ
kamu bertakwa
﴿٥٢﴾
Dan milik-Nya meliputi segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan kepada-Nyalah (ibadah dan) ketaatan selama-lamanya. Mengapa kamu takut kepada selain Allah?
1953 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan milik Allah lah semua yang ada di langit dan dibumi sebagai ciptaan, milik dan hambaNya. Dan baginya semata peribadahan, ketaatan dan keikhlasan secara teus-menerus. Apakah pantas bagi kalian untuk takut kepada selain Allah dan menyembahnya?
Sumber: https://tafsirweb.com/4400-surat-an-nahl-ayat-52.html
Tafsir as-Sa'di
52. “dan kepunyaanNyalah segala sesuatu yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan untukNya lah ketaatan itu selama lamanya” maksudnya agama, ibadah, perendahan diri di seluruh waktu adalah bagi Allah semata. Kewajiban para makhluk untuk memurnikannya bagi Allah, dan tenggelam dalam berubudiyah kepadaNya “maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah” dari kalangan penghuni bumi atau langit. Sesungguhnya mereka itu tidak memegang kendali bahaya dan kemanfaatan bagi kalian.Allah lah satu satunya Dzat yang memberi dan mencurahkan kebaikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/4400-surat-an-nahl-ayat-52.html
Tafsir Al-Wajiz
52. Segala sesuatu di langit dan bumi berupa kerajaan, makhluk dan aturan itu hanya milik Allah سبحانه وتعالى. Dan hanya kepadaNyalah ketaatan dan keikhlashan itu senantiasa dipersembahkan.Apakah kalian tetap takut kepada selain Allah yang bahkan tidak memberi manfaat dan mahdharat?!
Sumber: https://tafsirweb.com/4400-surat-an-nahl-ayat-52.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 51-55 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan bahwa peribadatan itu hanya kepada Nya, tidak ada sekutu bagiNya. Sesungguhnya Dialah yang memiliki, menciptakan, dan pemilik segala sesuatu (dan untuk-Nyalah ketaatan itu selama-lamanya) Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah selama-lamanya. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah murni hanya kepadaNya, yaitu hanya kepadaNya peribadatan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi.Sebagaimana firmanNya: (Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan (83)) (Surah Ali Imran) Ini berdasarkan pendapat Ikrimah, maka termasuk dalam bagian "kebaikan".Adapun berdasarkan pendapat Mujahid, maka termasuk dalam bagian "Perintah". yaitu, takutlah dan janganlah menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, dan murnikanlah ketaatan kalian hanya kepadaKu. Sebagaimana firmanNya: (Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)) (Surah Az-Zumar: 3) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dialah yang memiliki manfaat dan mudharat, dan bahwa segala sesuatu yang ada pada hamba-hambaNya berupa rezeki, nikmat, kesehatan, dan pertolongan hanya dari karunia dan kebaikanNya kepada mereka (dan bila kalian ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan) yaitu karena kalian telah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkan sesuatu kecuali Allah, maka sesungguhnya kalian dalam keadaan darurat, kalian meminta pertolongan kepadaNya dengan permintaan yang sangat mendesak.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih) (Surah Al-Isra: 67) Di sini Allah berfirman: (Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari kalian, .tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Tuhannya (54), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka) Dikatakan bahwa huruf “lam” di sini adalah “Lam Al-’Aqibah” menunjukkan makna akibat.Dikatakan bahwa huruf “lam” bermakna “ta'lil”; yaitu, Kami tetapkan hal itu bagi mereka agar mereka kafir, yakni mereka menyembunyikan dan mengingkari nikmat Allah kepada mereka. Padahal Dialah yang melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka, Dialah yang melenyapkan bahaya itu dari mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka melalui firmanNya: (maka bersenang-senanglah kalian) yaitu, berbuatlah sesuai kehendak kalian, dan bersenang-senanglah sebentar dalam hal itu (Kelak kalian akan mengetahui) akibat dari hal itu
Sumber: https://tafsirweb.com/4400-surat-an-nahl-ayat-52.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
52 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 272
Ruku
Ruku 230
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 55 (109/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1953 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16