النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
كُلِيْ
makanlah
مِنْ
dari
كُلِّ
tiap-tiap
الثَّمَرٰتِ
buah-buahan
فَاسْلُكِيْ
lalu berjalanlah/tempuhlah
سُبُلَ
jalan
رَبِّكِ
Tuhanmu
ذُلُلًاۗ
merendahkan diri
يَخْرُجُ
keluar
مِنْ
dari
بُطُوْنِهَا
perutnya
شَرَابٌ
minuman
مُّخْتَلِفٌ
bermacam-macam
اَلْوَانُهٗ
warnanya
ۖفِيْهِ
didalamnya
شِفَاۤءٌ
obat
لِّلنَّاسِۗ
bagi manusia
اِنَّ
sesungguhnya
فِيْ
pada
ذٰلِكَ
demikian
لَاٰيَةً
sungguh tanda-tanda
لِّقَوْمٍ
bagi kaum
يَّتَفَكَّرُوْنَ
mereka memikirkan
﴿٦٩﴾
kemudian makanlah dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berpikir.
1970 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan kemudian makanlah dari setiap buah apa yang kamu sukai lalu tempuhlah jalan-jalan tuhanmu yang telah ditundukan bagimu untuk mendapatkan rizki di gunung-gunung dan sela-sela antara pepohonan, Sesungguhnya Allah telah menjadikannya mudah bagimu kamu tidak akan salah jalan untuk kembali meskipun berjarak jauh. Akan keluar dari perut-peru lebah itu cairan madu dengan berbagi warna yang berbeda-beda seperti putih, kuning, merah, dan warna lainnya. Didalamnya terdapat sumber kesembuhan bagi manusia dari penyakit-penyakit.Sesunggguhnya dalam hal-hal yang dilakukan oleh lebah benar-benar terkandung bukti kuat yang menunjukan kuasa penciptanya bagi orang yang berpikir dan kemudian mengambil pelajaran.

Sumber: https://tafsirweb.com/4417-surat-an-nahl-ayat-69.html

Tafsir as-Sa'di

68-69. pada penciptaan binatang lebah yang mungil ini, yang Allah berikan petunjuk kepadanya dengan petunjuk yang mengagumkan, dan Dia memudahkan habitat makanannya, lantas kembali ke sarang sarangnya yang ia renovasi berdasarkan arahan dan petunjuk dari Allah kepadanya, kemudian mengeluarkan dari perut perutnya madu lezat yang beraneka warna, sesuai dengan latar belakang tanah dan habitatnya, yang mana pada madu itu terdapat penyembuh bagi umat manusia dari banyak penyakit, maka semua ini menjadi bukti kesempurnaan perhatian Allah dan kesempurnaan sifat kelembutanNya kepada para hambaNya, dan bahwa Dialah Dzat yang tidak patut ada pihak selainNya yang dicinta dan diseru dalam doa.

Sumber: https://tafsirweb.com/4417-surat-an-nahl-ayat-69.html

Tafsir Al-Wajiz

69. Dan lebah itu diberi ilham agar memakan sari bunga dan buah-buahan seraya berjalan keluar masuk melalui jalan menuju sarang dengan tunduk kepada kemudahan yang diberikan Allah untuk mengisap sari bunga dan buah dan mengubah nektar menjadi madu yang baik dengan kuasa Allah. Dari perut lebah itu keluar madu dengan warna yang berbeda-beda, yaitu putih, kuning dan merah sesuai jenis bunganya.Di dalamnya terdapat obat penyakit bagi manusia sesuai izin Allah, seperti penyakit pencernaan. Sesungguhnya di dalam hal yang disebutkan itu, berupa perkara lebah dan proses pembuatan madu dan sarang-sarang itu merupakan petunjuk yang jelas atas kekuasaan Allah bagi kaum yang merenungi keajaiban makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى.

Sumber: https://tafsirweb.com/4417-surat-an-nahl-ayat-69.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 68-69 Yang dimaksud dengan “wahyu” di sini adalah ilham, petunjuk, dan bimbingan kepada lebah agar membuat sarangnya di bukit-bukit, di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian hal itu mengandung hikmah dalam membangun sarangnya dengan sangat rapi struktur dan susunannya, sehingga tidak ada cela padanya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan izin, kemampuan, dan penundukan kepadanya untuk makan dari sari buah-buahan dan menempuh jalan-jalan yang telah dimudahkan oleh Allah baginya, sehingga lebah bisa menempuh jalan udara yang luas, padang pasir yang membentang, lembah-lembah, dan gunung-gunung yang tinggi sesuai kehendaknya.Kemudian masing-masing bisa kembali ke sarangnya tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri, melainkan langsung menuju sarangnya, tempat dia meletakkan telur-telurnya dan madu. Lebah membangun lilin untuk sarangnya dengan kedua sayapnya, dan dari mulutnya dia memuntahkan madu, dan lebah betina mengeluarkan telur dari duburnya, kemudian menetas dan terbang ke tempat kehidupannya. Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)) yaitu dengan penuh ketaatan.Mereka mnejadikannya sebagai haal dari kata “As-salikah”. Ibnu Zaid berkata bahwa itu seperti firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan (72)) (Surah Yasin) Dia berkata, tidakkah kamu melihat bahwa orang-orang memin­dahkan lebah-lebah itu dengan sarangnya dari suatu negeri ke negeri lain, dan lebah-lebah itu selalu mengikuti mereka.Pendapat pertama adalah pendapat yang paling jelas, yaitu bahwa itu menjadi haal dari kata “Ath-Thariq”. Maka tempuhlah jalan yang telah dimudahkan bagimu. Pendapat ini dinaskan oleh Mujahid.Ibnu Jarir berkata bahwa kedua pendapat itu benar. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu, ada yang putih, kuning, merah, dan warna-warna lain yang indah sesuai dengan tempat peternakan dan makanannya. Firman Allah (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu di dalam madu terdapat obat bagi manusia yaitu obat bagi mereka.Salah satu ulama yang berbicara tentang pengobatan Nabi berkata bahwa seandainya dia berkata ayat ini menyebutkan obat bagi manusia, tentulah madu menjadi obat untuk setiap penyakit. Akan tetapi, Allah berfirman (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu menyembuhkan setiap orang dari penyakit-penyakit karena kedinginan.Sesungguhnya madu itu panas, dan sesuatu itu diobati dengan lawannya. Dalil yang menunjukkan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) adalah madu yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam hadits sahih keduanya dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa seorang laki laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata,"Sesungguhnya saudara laki-lakiku terkena penyakit perut" Lalu Nabi ﷺ bersabda, "Berilah minum madu." Lalu laki-laki itu pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. Kemudian dia kembali dan berkata,"Wahai Rasulullah, saya telah memberinya minum madu, tetapi tiada membawa kebaikan melainkan bertambah parah" Rasulullah ﷺ bersabda,"Pergilah dan berilah dia minum madu" Lalu dia pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya.Kemudian dia kembali lagi dan berkata,"Wahai Rasulullah, tidak ada kemajuan, melainkan bertambah parah" Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: "Maha Benar Allah dan dustalah perut saudaramu itu. Pulanglah dan berilah dia minum madu lagi!" Maka laki-laki itu pergi dan memberi minum madu saudaranya, maka sembuhlah saudaranya itu. Firman Allah: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan) yaitu sesungguhnya ilham Allah kepada serangga yang lemah ini agar menempuh jalan yang telah ditetapkan untuknya seraya memikul tugas menghisap sari buah-buahan, lalu mengumpulkannya dan memprosesnya menjadi lilin dan madu, Itu merupakan sebaik-baik sesuatu (benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan) keagungan Penciptanya yang telah-mengaturnya, menundukkannya, dan yang memperjalankannya.Lalu mereka menjadikannya sebagai dalil bahwa Allah adalah Yang Menciptakan itu, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Mulia, dan Maha Pengasih

Sumber: https://tafsirweb.com/4417-surat-an-nahl-ayat-69.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

69 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 274

Ruku

Ruku 232

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 55 (109/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1970 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16