النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
۞
ضَرَبَ
membuat
اللّٰهُ
Allah
مَثَلًا
perumpamaan
عَبْدًا
hamba
مَّمْلُوْكًا
dimiliki
لَّا
tidak
يَقْدِرُ
berkuasa
عَلٰى
atas
شَيْءٍ
sesuatu
وَّمَنْ
dan orang
رَّزَقْنٰهُ
Kami beri rezkinya
مِنَّا
dari Kami
رِزْقًا
rezki
حَسَنًا
baik
فَهُوَ
maka/lalu dia
يُنْفِقُ
menafkahkan
مِنْهُ
sebagian daripadanya
سِرًّا
sembunyi
وَّجَهْرًاۗ
dan terang-terangan
هَلْ
apakah
يَسْتَوٗنَ
mereka sama
ۚ
اَلْحَمْدُ
segala puji
لِلّٰهِ
bagi Allah
ۗبَلْ
bahkan/tetapi
اَكْثَرُهُمْ
kebanyakan mereka
لَا
tidak
يَعْلَمُوْنَ
mereka mengetahui
﴿٧٥﴾
Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya di bawah kekuasaan orang lain, yang tidak berdaya berbuat sesuatu, dan seorang yang Kami beri rezeki yang baik, lalu dia menginfakkan sebagian rezeki itu secara sembunyi-sembunyi dan secara terang-terangan. Samakah mereka itu? Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
1976 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah mengadakan perumpamaan yang Dia menjelasakan melalui perumpaan itu kerusakan keyakinan orang-orang musyrik(yaitu): ada seorang lelaki yang berstatus budak belian, tidak berdaya untuk bertindak bagi dirinya sendiri, tidak memiliki apa-apa dan seorang lelaki lain yang merdeka, ia mempunyai harta yang halal yang Allah rizkikan kepadanya, kendali pengaturan keuangannya di tangannya, ia menginfakan dari uangnya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Apakah akan ada orang yang berakal yang mengatakan sama antara keadaan dua orang lelaki tersebut? Demikian pula Allah yang maha pencipta maha memiliki , yang maha berbuat apa saja, Dia tidak sama dengan makhluk dan hamba-hambaNya, bagiamana bisa kalian menyetarakan antara Allah dan makhlukNya? segala puji bagi Allah semata.Dialah satu-satunya Dzat yang berhak dipuji dan disanjung. Namun kebanyakan orang-orang musyrik tidak menyadari bahwa segala pujian dan kenikmatan itu milik Allah, dan sesungguhnya Dialah semata yang berhak diibadahi.

Sumber: https://tafsirweb.com/4423-surat-an-nahl-ayat-75.html

Tafsir as-Sa'di

75. pertama, budak yang dimiliki (orang) yaitu orang yang tidak merdeka, tidak memiliki dirinya sendiri dan juga tidak bisa memiliki hak kepemilikan harta maupun dunia sedikitpun, kedua orang yang merdeka lagi mempunyai keyakinan ia telah menerima rizki yang baik baik dari Allah dan berbagai bentuk kekayaaan orang ini, dermawan, suka berbuat baik menyumbang secara sembunyi sembunyi dan terang terangan. Apakah dua orang ini sama? tidak sama, padahal keduanya makhluk yang tidak menutup kemungkinan terjadinya sifat persamaan antara keduanya. Apabila dua obyek ini saja tidak sama, lalu bagaimana bisa seorang makhluk yang dimiliki yang tidak mempunyai kerajaan kekuasaan dan kemampuan, bahkan makhluk ini sangat mebutuhkan (pertolongan pihak lain) dari segala aspek, disamakan dengan Rabb pencipta, pemiliki segenap kerajaan dan Mahakuasa atas segala sesuatu?. karena itu Allah menyanjung Dzatnya dan memegang sendiri keistimewaan pujian dengan segala jenisnya.Allah berfirman “segala puji hanya bagi Allah” jadi, seolah olah dikatakan ”bila faktanya demikian, mengapa kaum musyrikin menyamakan sesembahan sesembahan mereka dengan Allah?.Allah berfirman “tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” sekiranya mereka mengetahui dengan sebenarnya, niscaya mereka tidak akan berani berbuat kesyirikan yang besar.

Sumber: https://tafsirweb.com/4423-surat-an-nahl-ayat-75.html

Tafsir Al-Wajiz

75. Wahai orang-orang musyrik, perumpamaan kalian dalam menyekutukan Allah bersama berhala dan patung itu seperti orang yang menyamakan antara hamba dengan tuannya, antara hamba yang tidak memiliki hak mengatur dengan tuan yang bebas mengatur kuasa dan hartanya yang mana bisa menafkahkannya dan mengaturnya sesuai kehendaknya secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Yang pertama adalah perumpamaan tentang berhala yang lemah dan kedua adalah perumpamaan Tuhan yang Maha Kuasa.Lalu bagaimana bisa yang lemah itu sama dengan yang berkuasa? Sehingga Tuhan yang Maha Pencipta lagi Maha Pemberi rejeki itu tidak sama dengan berhala yang tidak bisa memberi kemahdharatan dan kemanfaatan. Segala puji bagi Allah karena telah menampakkan kebenaran, namun kebanyakan orang-orang musyrik tidak bisa membedakan.Dan kalian harus tahu bahwa tidak ada yang layak mendapatkan ucapan syukur dan pujian kecuali hanya Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/4423-surat-an-nahl-ayat-75.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid, bahwa hal ini merupakan perumpamaan yang dibuat untuk menggambarkan berhala dan Tuhan Yang Maha Benar, maka apakah yang ini sama dengan yang itu? Dimana perbedaan di antara keduanya sangat jelas dan terang, tidak ada yang buta mengenainya kecuali orang bodoh, Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui)

Sumber: https://tafsirweb.com/4423-surat-an-nahl-ayat-75.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

75 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 275

Ruku

Ruku 233

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 55 (110/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1976 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16