الفاتحة (Al-Fatihah)
Per AyatMushaf
اَلْحَمْدُ
pujian
لِلّٰهِ
bagi Allah
رَبِّ
Tuhan
الْعٰلَمِيْنَۙ
alam semesta
﴿٢﴾
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
2 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Pujian kepada Allah dengan sifat-sifatnya yang semuanya merupakan sifat-sifat kesempurnaan dan karena nikmat-nikmat nya yang nampak maupun yang tersembunyi, yang bersifat agamawi maupun duniawi, yang didalamnya terkandung perintah bagi para hambanya untuk memuji-Nya karena Dialah satu-satunya yang berhak mendapat pujian. Sebab Dialah yang mengadakan semua makhluk, yang menangani urusan-urusan mereka, yang mengatur seluruh makhlukNya dengan nikmat-nikmat nya dan membimbing para wali-Nya dengan iman dan amal sholeh.
Sumber: https://tafsirweb.com/46-surat-al-fatihah-ayat-2.html
Tafsir as-Sa'di
Lafaz Alhamdu lillah (segala puji bagi Allah), ini merupakan Sanjungan bagi Allah dengan sifat-sifatnya yang sempurna, dan perbuatan-perbuatannya yang mencakup antara Fadilah dan keadilan. bagi Allah segala puji yang sempurna dengan segala jenisnya. Lafaz robbil ‘alamin (yang mengurus sekalian alam), Robb artinya yang mengurus seluruh alam (selain Allah) yang telah Allah ciptakan. Allah telah persiapkan untuk mereka sarana-sarana dan Allah memberi nikmat kepada mereka dengan nikmat yang agung yang seandainya Jika mereka kehilangan nikmat itu maka tidak mungkin mereka bisa terus ada bertahan hidup. tidak ada nikmat yang mereka dapatkan kecuali dari Allah ta'ala.Pemeliharaan Allah kepada makhluk ada dua jenis, yaitu: Pertama :pemeliharaan umum yaitu dengan Allah menciptakan makhluk dan memberi mereka rezeki serta Hidayah untuk kemaslahatan mereka yang dengan itu mereka bisa tinggal di dunia. Kedua : pemeliharaan khusus, yaitu pemeliharaan Allah bagi para kekasihnya. maka Allah memberi pemeliharaan kepada mereka dengan iman dan Taufik dan menyempurnakannya bagi mereka dan mencegah mereka dari kejahatan dan segala penghalang antara mereka dengan Allah. Hakikat nya adalah pemeliharaan bimbingan taufik untuk melakukan kebaikan yang menjaga dari segala keburukan. bisa jadi ini merupakan rahasia dari makna lafaz robb sebagaimana terjadi bacaan doa-doa para nabi dengan memakai kalimat "robb". permintaan Para nabi masuk di bawah pemeliharaan yang khusus.Maka firman Allah robbil ‘alamiin (Robb sekalian alam) menunjukkan kepada keesaan Allah dalam penciptaan pengaturan pemberi nikmat dan kesempurnaan kekayaannya dan juga kesempurnaan kebutuhan seluruh makhluk kepada Allah dalam segala bentuk dan sudut pandang.
Sumber: https://tafsirweb.com/46-surat-al-fatihah-ayat-2.html
Tafsir Al-Wajiz
Pujian lisan dan hati (tercurah) atas kesempurnaan nikmat Allah. (Dialah) Sebenar-benar Dzat yang disembah, Pengayom alam semesta yang terdiri dari manusia, jin, malaikat, dan setan, sekaligus Raja dan Pengatur urusan-urusan mereka. Dialah Dzat yang paling berhak menerima segala pujian hati maupun lisan
Sumber: https://tafsirweb.com/46-surat-al-fatihah-ayat-2.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Para Ulama’ Qira’ah Sab’ah membaca dengan dengan mendhommah huruf "dal”, dan"Alhamdulillah" merupakan susunan mubtada’ dan khabar. Abu Ja'far bin Jarir berkata bahwa makna "Alhamdulillah" adalah ungkapan rasa syukur yang tulus kepada Allah dengan mengesampingkan sesuatu yang disembah selain Dia, dan semua yang Dia ciptakan. atas apa yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hambaNya berupa nikmat-nikmat yang tak terhitung jumlahnya, yang tak akan bisa dihitung oleh siapapun, guna memperbaiki washilah untuk taat kepadaNya dan menguatkan bagian-bagian tubuh para hamba untuk menjalankan kewajiban-kewajibanNya, serta (rasa syukur) atas rizki yang Dia limpahkan kepada mereka dan kenikmatan hidup diberikan kepada mereka, walaupun di antara mereka tidak pantas menerimanya, juga (rasa syukur) atas peringatan dan ajakanNya kepada untuk menghadap kepadaNya berupa sebab-sebab yang mengantarkan kepada keabadian di tempat tinggal yang penuh kenikmatan yang kekal. Maka segala puji hanya milik Tuhan kami, atas semua itu, dari awal sampai akhir.Abu Nasr Isma'il bin Hammad Al-Jauhari mengatakan bahwa "Alhamdu" adalah lawan dari “celaan”. Anda mengatakan: "Aku memuji seseorang dengan pujian yang pantas dan terpuji, sehingga dia sangat terpuji". Kata "Tahmid" lebih hiperbola dari kata "Alhamdu", sedangkan kata "Alhamdu" lebih umum daripada kata "Asy-syukru".Dia berkata “Asy-Syukru” adalah memuji orang yang berbuat baik atas sesuatu yang telah diketahui, Dikatakan: "Aku berteima kasih kepadanya” (syakartuhu) dan “Aku berterima kasih kepadanya” (Syakartu lahu). Kalimat yang menggunakan “lam” lebih baik. Ka’b bin Al-Ahbar berkata: “Alhamdulillah” adalah pujian kepada Allah.Penggunaan huruf "Alif" dan “Lam” dalam "Alhamdulillah" mencakup segala bentuk dan jenis pujian bagi Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana terdapat dalam hadis: 'Ya Allah, segala puji bagiMu, seluruh kerajaan milikMu, seluruh kebaikan berada di tanganMu, dan hanya kepadaMu segala urusan kembali'" Dan "Ar-Rabbu" adalah raja dan pengatur segala sesuatu. Dalam bahasa, istilah ini digunakan untuk tuan dan pengurus untuk perbaikan sesuatu. Semua itu benar bila merujuk kepada Allah سبحانه وتعالى.Kata "Ar-Rabbu" hanya digunakan untuk Allah. Namun, kita dapat menggunakan kata tersebut dengan memberikan penambahan, misalnya "Rabbu ad-daar" (tuan rumah) atau "Rabbu kadza" (tuan dari sesuatu). Sedangkan, kata "Ar-Rabb” saja, hanya digunakan untuk menyebut Allah سبحانه وتعالى.Bahkan disebutkan bahwa "Ar-Rabb” adalah namaNya yang paling agung. Kata “Al-‘alamin” merupakan bentuk jamak dari "’alam" yang berarti makhluk selain Allah سبحانه وتعالى Kata “’Alam” merupakan bentuk jamak yang tidak memiliki bentuk tunggal dari lafadznya. “Al-‘awalim” adalah seluruh jenis makhluk di langit, daratan, dan lautan. Setiap masa dan generasi disebut sebagai alam juga.Dari Ibnu Abbas: bahwa Allah adalah Tuhan bagi jin dan manusia. Begitu juga Sa'id bin Jubair, Mujahid, dan Ibnu Juraij berkata demikian. Al-Qurtubi mendukung pendapat ini dengan dalil dari firman Allah سبحانه وتعالى (agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam( (Surah Al-Furqan: 1), dan mereka itu jin dan manusia.Al-Farra' dan Abu Ubaidah berkata bahwa alam mencakup makhluk yang memiliki akal, yaitu manusia, jin, malaikat, dan setan. Dan binatang tidak disebut “alam”. Zaid bin Aslam, Abu Amr bin al-Ala, dan Abu Muhaishin menyatakan bahwa “alam” adalah segala sesuatu yang memiliki ruh yang bergerak.Qatadah menyatakan bahwa Tuhan semesta alam adalah mencakup setiap jenis alam. Az-Zajjaj menyatakan bahwa “alam” mencakup segala sesuatu yang diciptakan Allah di dunia dan akhirat. Al-Qurtubi berkata bahwa yang benar yaitu mencakup seluruh alam semesta, sebagaimana firman Allah: (Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?" (23) Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya, jika kamu sekalian mempercayaiNya"(24)) (Surah Asy-Syu’ara) Kata "Alam” berasal dari akar kata “’Alamah”.Saya berkata demikian karena kata “’Alam” merupakan pengetahuan yang menunjukkan tentang keberadaan pencipta dan pembuatnya, dan keesaan Allah; sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu al-Mu'tazz: Aduhai bagaimana Tuhan bisa diingkari dan bagaiamana para pembangkang mendustakanNya Padahal di setiap sesuatu terdapat tanda yang menunjukkan bahwa Dia itu Maha Esa
Sumber: https://tafsirweb.com/46-surat-al-fatihah-ayat-2.html
Informasi
Surat
الفاتحة (Al-Fatihah)
Pembukaan — 7 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
2 dari 7 ayat
Juz
Juz 1
Halaman
Halaman 1
Ruku
Ruku 1
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 1 (1/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-1