البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
قِيْلَ
dikatakan
لَهُمْ
kepada mereka
اٰمِنُوْا
beriman
كَمَآ
sebagaimana
اٰمَنَ
telah beriman
النَّاسُ
manusia
قَالُوْٓا
mereka berkata
اَنُؤْمِنُ
apakah kami beriman
كَمَآ
sebagaimana
اٰمَنَ
telah beriman
السُّفَهَاۤءُ
orang-orang bodoh
ۗ
اَلَآ
ingatlah
اِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
هُمُ
mereka
السُّفَهَاۤءُ
orang-orang bodoh
وَلٰكِنْ
akan tetapi
لَّا
tidak
يَعْلَمُوْنَ
mereka mengetahui
﴿١٣﴾
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kamu sebagaimana orang lain telah beriman!” Mereka menjawab, “Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.
20 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila dikatakan kepada orang-orang munafik “berimanlah kalian sebagaimana para sahabat yang telah beriman yaitu beriman dengan hati, lisan dan anggota tubuh”. mereka mendebat seraya berkata : “Apakah kami beriman seperti beriman nya orang-orang yang lemah akal dan pemikirannya sehingga kami dan mereka nantinya sama dalam kebodohan?” maka Allah menjawab mereka dengan menyatakan bahwa sesungguhnya kebodohan hanya melekat pada mereka sedangkan mereka tidak sadar bahwa apa yang ada pada mereka sendiri adalah kesesatan dan kerugian.
Sumber: https://tafsirweb.com/232-surat-al-baqarah-ayat-13.html
Tafsir as-Sa'di
13. Maksudnya, bila dikatakan kepada orang-orang munafik “Berimanlah seperti orang-orang beriman, ” yakni seperti berimannya para sahabat, yaitu keimanan dengan hati dan lisan, maka mereka berkata dengan sangkaan mereka yang batil, “Apakah kami akan beriman seperti berimannya orang-orang yang bodoh itu?” maksud mereka –semoga Allah memburukkan mereka – adalah para sahabat karena dugaan mereka bahwasanya kebodohan mereka yang menyebabkan mereka untuk beriman, meninggalkan negeri, dan memusuhi kaum kafir, sedangkan akal menurut mereka adalah berlawanan dengan hal itu. Mereka menisbatkan para sahabat kepada kebodohan, dan kandungan statemen tersebut adalah bahwa merekalah orang-orang yang pintar (cendikiawan) yang memiliki kecerdasan dan pikiran yang matang.Maka Allah membalas mereka dan mengabarkan kepada mereka bahwasanya merekalah orang-orang bodoh yang sebenarnya, karena hakikat kebodohan itu adalah ketidaktahuan seorang manusia kepada kemaslahatan pribadinya dan perbuatannya yang melakukan apa-apa yang justru memudaratkannya. Hal inilah yang terbukti terjadi pada mereka (dan terjadi benar atas mereka), sebagaimana juga akal dan kecerdasan itu adalah pengetahuan seorang manusia kepada halm yang bermanfaat bagi dirinya dan berbuat apa yang berguna untuknya serta menghindar dari apa yang memudaratkan dirinya, dan inilah yang terbukti terjadi pada para sahabat dan kaum Mukminin. Maka patokannya adalah dengan ciri yang menempel pada diri dan bukti, tidak hanya sekedar sangkaan dan perkataan kosong belaka.
Sumber: https://tafsirweb.com/232-surat-al-baqarah-ayat-13.html
Tafsir Al-Wajiz
Ketika dimintai (pertanggung jawaban) keimanan dari mereka, mereka enggan meniru orang-orang mukmin dan menggambarkan mereka sebagai orang bodoh yaitu bahwa orang mukmin itu ceroboh dan berpikiran rendah namun kenyataannya merekalah orang-orang bodoh yang sebenarnya, yaitu orang-orang bodoh yang tidak mengetahui hakikat dari apa yang mereka kerjakan
Sumber: https://tafsirweb.com/232-surat-al-baqarah-ayat-13.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى berfirman, apabila dikatakan kepada orang-orang munafik,"(Berimanlah kalian sebagaimana manusia lain beriman) ", maknanya yaitu seperti keimanan orang-orang kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, kebangkitan setelah mati, surga, neraka, dan hal lainnya yang telah diinformasikan kepada orang-orang mukmin. Taatilah Allah dan rasulNya dengan melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. (mereka menjawab, "Apakah kami harus beriman sebagaimana orang-orang bodoh beriman)? Maksud mereka (yang dilaknat Allah) adalah para sahabat Rasulullah ﷺ.Ini dikatakan oleh Abu Al-Aliyah dan As-Suddi dalam kitab tafsirnya yang sanadnya berasal dari Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud, dan beberapa sahabat lainnya. Terkait hal ini, Ar-Rabi' bin Anas, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan yang lainnya meriwayatkan bahwa maknanya yaitu mereka berkata, "Apakah kami dan mereka itu berada pada satu posisi dan pandangan yang sama, sementara mereka adalah orang-orang bodoh? (Sufaha') adalah bentuk jamak dari (safih), sebagaimana kata (Hukama') yang merupakan bentuk jamak dari (hakim), dan kata (Hulama') yang merupakan bentuk jamak dari (halim). (Safih) artinya adalah orang bodoh yang lemah pandangannya, dan sedikit pengetahuannya tentang hal-hal yang baik dan merugikan. Oleh karena itu, Allah menyebut wanita dan anak-anak (Sufaha') dalam firmanNya, (Jangan berikan harta-harta (mereka yang diurus oleh) kalian, yaitu harta yang Allah jadikan untuk kalian sebagai biaya hidup kepada anak-anak yatim yang masih bodoh itu) [Surat An-Nisa: 5].Para ulama secara umum berkata bahwa mereka adalah wanita dan anak-anak. Sungguh Allah menanggapi jawaban mereka ini, dan berfirman, (Ketahuilah, mereka itulah orang-orang bodoh) Dia mempertegas dan menyempitkan cakupan kebodohan itu hanya pada mereka. (Tetapi mereka tidak mengetahuinya) maknanya yaitu karena saking parahnya kebodohan mereka, mereka tidak menyadari keadaan mereka yang tersesat dan bodoh. Hal itu lebih merupakan kondisi yang lebih buruk bagi mereka, lebih parah dalam ketidaktahuannya dan jauh dari petunjuk
Sumber: https://tafsirweb.com/232-surat-al-baqarah-ayat-13.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
13 dari 286 ayat
Juz
Juz 1
Halaman
Halaman 3
Ruku
Ruku 3
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 1 (1/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-20 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2