النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
مَتَاعٌ
kesenangan
قَلِيْلٌ
sedikit
ۖوَّلَهُمْ
dan bagi mereka
عَذَابٌ
azab
اَلِيْمٌ
pedih
﴿١١٧﴾
(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
2018 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kekayaan mereka di dunia adalah kekayaan yang akan sirna lagi sedikit, dan bagi mereka di akhirat siksaan yang menyakitkan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4465-surat-an-nahl-ayat-117.html

Tafsir as-Sa'di

117. Jika mereka sempat bersenang-senang di dunia, maka sesungguhnya “itu (adalah) kesenangan yang sedikit,” dan tempat kembali mereka adalah neraka “dan mereka mendapatkan azab yang pedih.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4465-surat-an-nahl-ayat-117.html

Tafsir Al-Wajiz

117. Bagi mereka itu sedikit nikmat yang akan sirna di dunia. Dan bagi mereka itu azab yang sangat pedih di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/4465-surat-an-nahl-ayat-117.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 114-117 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada hamba-hambaNya yang mukmin untuk memakan rezekiNya yang halal dan baik, dan bersyukur kepadaNya atas hal itu. Sesungguhnya Dia adalah Dzat yang memberi nikmat itu kepada mereka yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagiNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sesuatu yang Dia haramkan atas mereka, karena di dalamnya terkandung mudharat bagi mereka, dalam agama dan urusan dunia mereka; yaitu bangkai, darah, dan daging babi: (dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah) yaitu hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah.Sekalipun demikian: (tetapi barang siapa yang terpaksa memakannya) yaitu dia membutuhkannya tanpa melakukan kezaliman dan melampaui batas (Maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Telah dijelaskan pembahasan yang semisal dengan ayat ini dalam surah Al-Baqarah; sehingga tidak perlu diulangi lagi dalam, segala puji bagi Allah. Kemudian Allah melarang dari menempuh jalan orang-orang musyrik yang menghalalkan dan mengharamkan sesuatu hanya berdasarkan nama-nama dan istilah-istilah yang mereka ada-adakan menurut pendapat mereka sendiri berupa bahirah, saibah. washilah, ham dan lainnya yang menjadi hukum bagi mereka yang mereka buat-buat sendiri di masa Jahiliyah. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, "Ini halal dan ini haram," untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah) Termasuk ke dalam pengertian ini setiap orang yang mengadakan suatu bid'ah yang tidak ada sandarannya dari hukum syara', atau dia menghalalkan sesuatu yang diharamkan Allah, atau mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah, berdasarkan pendapat dan hawa nafsunya.Huruf “maa” dalam firmanNya: (apa yang disebut-sebut) adalah “maa masdariyah”, yakni janganlah berkata dusta terhadap apa yang disebut lidah kalian. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memperingatkan atas hal itu, lalu berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung) yaitu di dunia, dan tidak pula di akhirat. Adapun di dunia, maka itu hanya kesenangan sementara.Adapundi akhirat maka bagi mereka itu azab yang pedih, Sebagaimana Allah berfirman: (Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras (24)) (Surah Luqman) dan (Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung (69) (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka (70)) (Surah Yunus)

Sumber: https://tafsirweb.com/4465-surat-an-nahl-ayat-117.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

117 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 280

Ruku

Ruku 238

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 56 (112/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2018 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16