البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
وَاَنْفِقُوْا
dan belanjakanlah
فِيْ
di/pada
سَبِيْلِ
jalan
اللّٰهِ
Allah
وَلَا
dan jangan
تُلْقُوْا
kamu menjatuhkan
بِاَيْدِيْكُمْ
dengan tangan/dirimu
اِلَى
kepada/kedalam
التَّهْلُكَةِ
kebinasaan
ۛ
وَاَحْسِنُوْا
dan berbuat baiklah
ۛ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
يُحِبُّ
Dia menyukai
الْمُحْسِنِيْنَ
orang-orang yang berbuat baik
﴿١٩٥﴾
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
202 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan teruslah kalian -wahai orang-orang Mukmin-, menginfakkan harta demi membela agama Allah dan jihad di jalan Nya. Dan janganlah kalian menjerumuskan diri-diri kalian ke dalam tempat-tempat kebinasaan dengan tidak berjihad dijalan Allah dan meninggalkan infak padanya. Dan berbuat baiklah kalian dalam berinfak dan taat kepada Allah, dan jadikanlah amal shalih kalian seluruhnya murni karena mengharap wajah Allah.Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang ikhlas dan berbuat baik.

Sumber: https://tafsirweb.com/715-surat-al-baqarah-ayat-195.html

Tafsir as-Sa'di

195. Allah memerintahkan hamba-hambaNya untuk berinfak dijalanNya, yakni mengeluarkan harta pada jalan-jalan yang menyampaikannya kepada Allah, yaitu segala Jalan kebaikan seperti sedekah kepada orang miskin atau kerabat dan berinfak kepada orang yang wajib diberikan nafkah. Dan yang paling besar dari hal itu dan paling pertama termasuk di dalamnya adalah berinfak dalam jihad dijalan Allah, karena sesungguhnya berinfak dalam jihad adalah sebuah jihad dengan harta, dan hal itu adalah sebuah kewajiban seperti jihad dengan badan.Dengan berinfak, banyak sekali kemaslahatan besar yang didapat, yaitu membantu dalam menguatkan kaum muslimin dan menghinakan kesyirikan serta para pengikutnya, dan dalam menegakkan agama Allah serta meninggikannya. Jihad dijalan allah tidaklah akan berjalan kecuali dengan penopang biaya, dan biaya itu bagaikan ruh baginya, yang mana jihad tidak akan ada tanpa nya, dan meninggalkan berinfak dijalan Allah adalah tindakan menghilangkan jihad, penguasa musuh-musuh serta gencarnya ketamakan mereka, Maka Firman Allah, “Dan janganlah Kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan,” adalah penjelasan illat sebab bagi hal tersebut. Tindakan menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan itu terpulang pada dua perkara; meninggalkan perkara yang diperintahkan kepada hamba apabila tindakan meninggalkannya itu mengharuskan atau mendekatkan kepada rusaknya tubuh atau jiwa, dan melakukan perbuatan yang menyebabkan hilangnya jiwa atau ruh.Maka perkara ini meliputi banyak sekali hal-hal lainnya. Diantaranya adalah meninggalkan jihad dijalan Allah, atau tidak berinfak padanya, yang menyebabkan penguasaan musuh. Termasuk juga seorang yang menjatuhkan dirinya dalam peperangan atau perjalanan yang menakutkan, atau di tempat binatang buas atau ular, atau memanjat pohon atau bangunan yang berbahaya, atau memasuki sesuatu yang mengandung bahaya dan semacamnya; hal seperti ini dan yang semacamnya adalah diantara yang menjatuhkan diri kepada kehancuran.Dan diantara hal itu juga adalah hidup dengan kemaksiatan terhadap Allah dan berputus asa dari bertaubat kepada Allah. Juga Meninggalkan apa yang diperintahkan oleh Allah dari kewajiban-kewajiban, dimana tindakan meninggalkannya itu akan menyebabkan kehancuran bagi jiwa maupun agama. Dan karena berinfak dijalan Allah adalah sebuah bentuk diantara bentuk-bentuk kebajikan, maka Allah memerintahkan untuk berbuat kebajikan secara umum seraya berfirman, “dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” Ayat ini mencakup seluruh bentuk kebajikan yang tidak dibatasi oleh sesuatupun, maka termasuk di dalamnya adalah kebajikan dengan harta sebagaimana yang telah berlalu.Termasuk juga didalamnya kebajikan dengan jabatan yaitu dengan memberikan syafaat (menjadi fasilitator untuk menyelesaikan hajat masyarakat bawah ke atasan) atau semacamnya, termasuk juga kebajikan dengan cara menyuruh kepada kebaikan dan melarang dari yang munkar, serta mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Termasuk juga memenuhi kebutuhan kebutuhan manusia seperti bantuan atas kesulitan-kesulitan mereka, menghilangkan kesusahan kesusahan mereka, menjenguk yang sakit, menghadiri jenazah mereka, menunjuki orang yang sesat diantara mereka, membantu pekerjaan orang yang bekerja, mengerjakan pekerjaan orang yang tidak ahli dalam pekerjaannya, dan semacamnya yang termasuk kebajikan yang diperintahkan oleh Allah, dan termasuk dari kebajikan juga adalah berbuat baik dalam beribadah kepada Allah, yaitu seperti yang disebutkan oleh Nabi. “Yaitu kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihatnya namun bila kamu tidak dapat melihatnya maka sesungguhnya dia melihatmu.” Barangsiapa yang memiliki sifat seperti itu, niscaya ia termasuk orang-orang yang dikatakan oleh Allah tentang mereka : "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya." Quran surat Yunus ayat 26 Allah akan bersamanya; dengan membimbingnya, menunjukinya, dan menolongnya dalam segala perkara.

Sumber: https://tafsirweb.com/715-surat-al-baqarah-ayat-195.html

Tafsir Al-Wajiz

195. Berinfaklah di jalan Allah yaitu dengan berjihad, dan janganlah kalian suguhkan diri kalian kepada kehancuran karena bakhil dalam menginfakkan harta, berjihad dan tidak mau memperbaiki harta. Salurkanlah infak kalian untuk ketaatan kepada Allah.Sesungguhnya Allah akan memberi pahala orang-orang baik yang mengorbankan hartanya untuk taat kepada Allah. Asy-Sya’biy berkata: “Ayat ini turun untuk kaum Anshar. Mereka menahan diri untuk berinfak di jalan Allah Swt.Lalu turunlah ayat ini”

Sumber: https://tafsirweb.com/715-surat-al-baqarah-ayat-195.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Diriwayatkan dari Aslam Abu Imran, dia berkata: “Seorang pria dari kaum Muhajirin di Konstantinopel menyerang barisan musuh sampai dia berhasil menembusnya. Dan ada Abu Ayyub Al-Anshari. Orang-orang berkata, “Dia melemparkan dirinya ke dalam kebinasaan” Abu Ayyub berkata: “Kami lebih tahu tentang ayat ini.Ayat ini untuk kami. Kami bersama Rasulullah ﷺ, kami berperang bersamanya dan membantunya, sehingga Islam tersebar dan tampak. Kami kumpulan orang Anshar, berkumpul dengan selamat. kami berkata, “Allah telah memuliakan kami dengan kehadiran NabiNya ﷺ dan pertolonganNya, sampai Islam tersebar dan bertambah banyak pengikutnya.Kami telah mengutamakan kewajiban ini di atas keluarga kami, harta, dan anak-anak kami. Sekarang, perang telah melepas beban-bebannya, dan kami akan kembali kepada keluarga dan anak-anak kami. Kami akan tinggal bersama mereka” Ayat ini pun diturunkan untuk kami: (Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan).Kebinasaan di sini adalah memilih tinggal bersama keluarga dan harta serta meninggalkan jihad. Diriwayatkan dari Abu Ishaq Al-Sabi'i, dia berkata: “Seseorang bertanya kepada Al-Bara’ bin Azib, “Jika aku pergi menyerang musuh dan mereka membunuhku, apakah itu dianggap menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan?” Al-Bara' menjawab, 'Tidak. Allah berfirman kepada RasulNya: (Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendir) [Surah An-Nisa': 84].Ayat ini berkaitan dengan infak. Kandungan dari ayat ini adalah perintah untuk menginfakkan harta di jalan Allah dalam berbagai bentuk untuk kerabat dan ketaatan, terutama menginfakkan harta benda dalam peperangan melawan musuh, mengorbankan harta benda itu untuk menguatkan orang-orang muslim melawan musuh-musuh mereka. Ayat ini juga memberitahu untuk meninggalkan harta benda ini karena akan membawa pada bencana dan kehancuran bagi orang yang terlalu mementingkannya dan melampaui batas dalam hal itu.Selanjutnya, ayat ini dilanjutkan dengan perintah untuk berbuat baik, yang merupakan tingkatan tertinggi dalam ketaatan, Allah berfirman: (dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik)

Sumber: https://tafsirweb.com/715-surat-al-baqarah-ayat-195.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

195 dari 286 ayat

Juz

Juz 2

Halaman

Halaman 30

Ruku

Ruku 25

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 6 (12/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-202 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2