الاسراۤء (Al-Isra')
Per AyatMushaf
اُنْظُرْ
perhatikanlah
كَيْفَ
bagaimana
ضَرَبُوْا
mereka membuat
لَكَ
terhadapmu
الْاَمْثَالَ
perumpamaan-perumpamaan
فَضَلُّوْا
maka mereka tersesat
فَلَا
maka tidak
يَسْتَطِيْعُوْنَ
mereka mendapatkan
سَبِيْلًا
jalan
﴿٤٨﴾
Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan untukmu (Muhammad); karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar).
2077 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
pikirkanlah olehmua (Wahai rasul) ucapan mereka dengan penuh keheranan, ”sesungguhnya Muhammad adalah tukang sihir, penyair, orang gila!” Mereka telah melampaui batas dan menyimpang, serta tidak memperoleh cahaya hidayah menuju jalan yang lurus lagi benar.
Sumber: https://tafsirweb.com/4652-surat-al-isra-ayat-48.html
Tafsir as-Sa'di
48. Allah berfirman, “Lihatlah,” dengan keheranan. “Bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu,” yang merupakan perumpamaan paling sesat dan paling jauh dari kebenaran “karena itu mereka menjadi sesat,” dalam masalah itu, atau menjadi faktor penyebab kesesatan mereka.Hal ini disebabkan mereka sendiri yang melandasi urusan mereka di atas pondasi kesesatan. Maka, suatu perkara yang dibangun di atas kerusakan, akan lebih parah kerusakannya. Maka mereka tidak menemukan “jalan (kebenaran),” maksudnya mereka tidak mendapat petunjuk apa pun.Maka jatah bagi mereka adalah kesesatan yang utuh dan kezhaliman yang murni.
Sumber: https://tafsirweb.com/4652-surat-al-isra-ayat-48.html
Tafsir Al-Wajiz
48. Lihatlah wahai nabi, bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan berbeda tentangmu karena mereka teguh dan terjerumus dalam kekufuran. Mereka berkata tentangmu: “Seorang penyihir, dukun, penyair, dan orang gila” Mereka salah dalam menempuh jalan hidayah dan kebenaran sehingga mereka tidak akan pernah menemukan jalan menuju hal itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/4652-surat-al-isra-ayat-48.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 47-48 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada NabiNya tentang apa yang dibisikkan para pemimpin orang-orang kafir Quraisy ketika mereka mendengarkan apa yang dibacakan oleh Nabi ﷺ secara sembunyi-sembunyi melalui kaum mereka tentang apa yang mereka katakan bahwa Nabi ﷺ adalah seorang laki-laki yang tekena sihir, dari kata “As-saahir” yang artinya terkena sihir, atau dari kata “as-sahru” yang artinya paru-paru. yaitu, tidaklah yang kalian ikuti melainkan seorang manusia yang memakan makanan. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair: “Maka jika engkau menanyakan kepada kami tentang apa yang kami alami, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang kecil dari kalangan manusia yang diberi makan” Dikatakan yus-haru bit ta'ami wasy'syarabi artinya diberi makan dan minum. Pendapat ini dinilai benar oleh Ibnu Jarir.Tetapi masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, karena sesungguhnya orang-orang kafir itu dalam kalimatnya ini bermaksud bahwa Nabi Saw. adalah seorang yang kena sihir yang memiliki jin. Jin itu selalu datang kepadanya menyampaikan kalam yang telah didengarnya, kemudian Nabi Saw. membacanya. Di antara orang-orang kafir ada yang menuduhnya sebagai seorang penyair, ada yang menuduhnya sebagai seorang dukung, ada yang menuduhnya orang yang gila, dan ada yang menuduhnya seorang yang ahli sihir.Oleh karena itu Allah berfirman: (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)) Yakni mereka tidak dapat memperoleh petunjuk ke jalan yang benar dan tidak dapat menemukan jalan keluar dari kesesatannya.Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada NabiNya ﷺ tentang apa yang dibisikkan pemimpin orang-orang kafir Quraisy ketika mereka mendengarkan apa yang dibacakan oleh Nabi ﷺ secara sembunyi-sembunyi dari kaum mereka. Mereka berkata bahwa Nabi ﷺ adalah laki-laki yang terkena sihir, berdasarkan pendapat yang terkenal dari kata “As-sihru” atau kata “As-Sahru” yang artinya paru-paru. yaitu, tidaklah yang kalian ikuti, yaitu nabi Muhammad melainkan seorang manusia yang memakan makanan. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair: “Maka jika engkau menanyakan kepada kami tentang apa yang kami alami, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang kecil dari kalangan manusia yang diberi makan” Yang mereka kehendaki di sini adalah bahwa dia terkena sihir yang memiliki jin yang datang kepadanya menyampaikan kalam yang telah dia dengar, kemudian Nabi ﷺ membacanya.Di antara mereka ada yang berkata bahwa beliau adalah seorang penyair, ada yang yang berkata bahwa beliau adalah dukun, ada yang berkata bahwa beliau adalah orang gila, dan ada yang berkata bahwa beliau adalah ahli sihir. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar) (48)) yaitu mereka tidak mendapat petunjuk kepada kebenaran dan tidak mendapati jalan keluar darinya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4652-surat-al-isra-ayat-48.html
Informasi
Surat
الاسراۤء (Al-Isra')
Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
48 dari 111 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 286
Ruku
Ruku 244
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 57 (114/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2077 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-17