الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
عِبَادِيْ
hamba-hambaKu
لَيْسَ
tidak ada
لَكَ
bagimu
عَلَيْهِمْ
atas mereka
سُلْطٰنٌۗ
kekuasaan
وَكَفٰى
dan cukuplah
بِرَبِّكَ
dengan Tuhanmu
وَكِيْلًا
pelindung/penjaga
﴿٦٥﴾
“Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga.”
2094 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya para hamba-hambaKu yang beriman, ikhlas, lagi taat kepadaKu, tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka untuk menyesatkan mereka. ”Dan cukuplah tuhanmu (wahai nabi) sebagai pelindung dan penjaga bagi kaum mukminin dari makar setan dan tipu dayanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4669-surat-al-isra-ayat-65.html

Tafsir as-Sa'di

65. Tatkala Allah mengabarkan keinginan yang hendak dilakukan setan pada para hamba, maka Allah menyebutkan sesuatu yang bisa dijadikan pegangan untuk penjagaan dari fitnah setan. Yaitu mengambakan diri kepada Allah dengan penuh keimanan dan tawakal.Allah berfirman, “Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka,” maksudnya, (tidak bisa) menguasai dan menyesatkan, bahkan –disebabkan penghambaan mereka kepada Alllah-, maka Allah menjaga mereka dari setiap keburukan, melindungi mereka dari setan yang terkutuk, dan mencukupi segala kebutuhan mereka “Dan cukuplah Rabbmu sebagai Penjaga,” bagi orang-orang bertawakal dan melaksanakan perintah-perintahNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4669-surat-al-isra-ayat-65.html

Tafsir Al-Wajiz

65. Wahai Iblis, tidak ada kewenangan bagimu atas hamba-hambaKu yang shalih dan ikhlas, serta tidak ada kuasa bagimu untuk membujuk mereka. Cukup Tuhanmulah yang menjaga mereka darimu

Sumber: https://tafsirweb.com/4669-surat-al-isra-ayat-65.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 63-65 Setelah iblis meminta masa tangguh, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepadanya: (Pergilah kamu) sesungguhnya Aku memberi masa tangguh kepadamu. Sebagaimana Allah berfirman dalam ayat lain: ((Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh (37) sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan (38)) (Surah Al-Hijr) Kemudian Allah mengancam bahwa Dia menyediakan neraka Jahannam baginya dan orang yang mengikutinya dari keturunan nabi Adam: (Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua) yaitu atas amal perbuatan kalian (sebagai suatu pembalasan yang cukup) Mujahid mengatakan bahwa maknanya adalah penuh.Qatadah berkata bahwa maknanya adalah artinya cukup bagi kalian, tanpa dikurangi. Firman Allah (Dan godalah (bujuklah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu) Dikatakan bahwa itu dengan kekayaan. Mujahid berkata yaitu dengan permainan dan kekayaan, yaitu kamu menipu mereka dengan hal itu Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya: (Dan godalah (bujuklah) siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu) dia berkata yaitu setiap penyeru yang menyeru manusia kepada kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى.Pendapat ini dikatakan Qatadah, dan dipilih oleh ibnu Jarir. Firman Allah: (dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasu­kanmu yang berjalan kaki) yaitu kerahkanlah semua pasukanmu, baik yang berkuda maupun yang berjalan kaki, terhadap mereka. kata “rajilun” adalah bentuk jamak dari “raajulun”, seperti kata “rakibun” adalah bentuk jamak dari “raakibun”; dan kata “shahibun” adalah bentuk jamak dari “shaahibun”. Maknanya, kuasailah mereka dengan segala kemampuan yang kamu miliki.Ini merupakan perintah berdasarkan takdir, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menggoda mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh? (83)) (Surah Maryam) yaitu menggugah mereka untuk melakukan kemaksiatan dengan sungguh-sungguh dan menggiring mereka dengan penuh semangat untuk melakukannya.Ibnu Abbas dan Mujahid berkata tentang firmanNya: dan( kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasu­kanmu yang berjalan kaki) dia berkata bahwa yang dimaksud adalah setiap pengendara dan pejalan kaki yang maksiat terhadap Allah. Bangsa Arab berkata “Ajlaba Fulanun 'Ala Fulanin” yaitu Fulan menge­rahkan kemampuannya terhadap Fulan, ketika mengeluarkan suara keras kepadanya, termasuk melarang mengeluarkan suara keras dan gaduh dalam perlombaan. Termasuk dalam pengertian kata ini adalah “al-jalabah” yaitu artinya teriak­an yang keras.Terkait firman Allah سبحانه وتعالى: (dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak) Ibnu Abbas dan Mujahid berkata bahwa hal yang diperintahkan setan kepada mereka, yaitu membelanjakan harta untuk perbuatan maksiat terhadap Allah. Al-Hasan berkata bahwa adalah menghimpunnya dari hasil yang kotor dan membelanjakannya ke jalan yang haram. Demikian juga dikatakan Qatadah.Ibnu Jarir berkata bahwa yang paling utama adalah jika dikatakan bahwa ayat ini mencakup semua pendapat itu. Firman Allah: (dan anak-anak) Al-Aufi meriwayatkan dari Mujahid bahwa maknanya adalah anak-anak dari zina Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa maknanya adalah anak-anak mereka yang mereka bunuh, karena kebodohan dan tidak adanya pengetahuan bagi mereka. Qatadah dan Hasan Al-Bashri berkata bahwa demi Allah, sungguh setan telah bersekutu dengan mereka dalam harta dan anak-anak mereka.Mereka menjadikan anak-anaknya Majusi, Yahu­di, dan Nasrani serta mewarnai mereka bukan dengan warna Islam. Mereka membagikan sebagian harta mereka untuk setan. Hal yang sama juga dikatakan Qatadah.Ibnu Jarir berkata,”Pendapat yang paling benar adalah jika dikatakan yaitu setiap anak yang dilahirkan oleh ibunya, lalu diberinya nama yang tidak disukai Allah atau memasukkan anaknya ke dalam agama yang tidak diridhai Allah, atau anak dihasilkan dari hubungan zina, atau setelah lahir dibunuh­, atau perbuatan-perbuatan lain yang merupakan perbuatan durhaka terhadap Allah سبحانه وتعالى, maka semua perbuatanitu termasuk ke dalam keikut sertaan iblis di dalam­nya, melalui anaknya atau perbuatan itu. karena Allah tidak memberikan kekhususan dalam firmanNya: (dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak) Makna bersekutu dalam hal ini bukanlah makna sebenarnya, melainkan bahwa setiap perbuatan yang durhaka terhadap Allah سبحانه وتعالى atau taat kepada setan, maka setan ikut serta di dalamnya. Ini adalah pendapat yang terarah. Semuanya dari ulama Salaf yang menafsirkan sebagian dari pengertian keikut sertaan.Disebutkan dalam hadits shahih Imam Muslim dari Iyadh bin Himar, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: (Allah Swt. telah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah mencipta­kan hamba-hambaKu dalam keadaan lurua, lalu setan datang kepada mereka dan menyesatkan mereka dari agamanya, serta mengharamkan kepada mereka apa-apa yang Aku telah halal­kan bagi mereka" Firman Allah سبحانه وتعالى (dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang iblis, bahwa ketika kebenaran telah terbukti nyata, yaitu di hari Allah memberi keputusan dengan benar. (Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku) (Surah Ibrahim: 22).Firman Allah: (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka) pemberitahuan dari Allah سبحانه وتعالى bahwa Dia mendukung hamba-hambaNya yang beriman dan memelihara mereka dari godaan setan yang terkutuk dengan penjagaanNya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga) yaitu Pemelihara, Pendukung, dan Penolong

Sumber: https://tafsirweb.com/4669-surat-al-isra-ayat-65.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

65 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 288

Ruku

Ruku 246

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 58 (115/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2094 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17