الاسراۤء (Al-Isra')
Per AyatMushaf
وَاِذَآ
dan apabila
اَنْعَمْنَا
Kami beri kesenangan
عَلَى
atas/kepada
الْاِنْسَانِ
manusia
اَعْرَضَ
dia berpaling
وَنَاٰ
dan dia menjauhkan diri
بِجَانِبِهٖۚ
disampingnya
وَاِذَا
dan apabila
مَسَّهُ
menimpanya
الشَّرُّ
kejahatan/kesusahan
كَانَ
adalah dia
يَـُٔوْسًا
berputus asa
﴿٨٣﴾
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia, niscaya dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa.
2112 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila kami mencurahkan kenikmatan kepada manusia sebagaimana adanya, berupa harta benda dan keafiatan, dia akan berpaling dan menjauh dari ketaatan kepada tuhannya. Dan apabila dia ditimpa kesulitan hidup seperti kemiskinan atau penyakit, maka dia menjadi manusia yang putus asa, sebab sesungguhnya dia tidak percaya terhadap karunia Allah , kecuali orang-orang yang dijaga Allah dalam kedua keadaan itu; kemudahan dan kesulitan.
Sumber: https://tafsirweb.com/4687-surat-al-isra-ayat-83.html
Tafsir as-Sa'di
83. Begitulah tabiat manusia dari sudut pandang dzatnya, kecuali orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah. Manusia itu saat meraih kenikmatan dari Allah, maka dia bersuka cita dengannya, menyombongkan diri dengannya, berpaling dan menjauhi Rabbnya, tidak bersyukur kepadaNya dan tidak mau mengingatNya, “dan apabila dia ditimpa kesusahan,” seperti sakit atau selainnya “niscaya dia berputus asa,” dari kebaikan.Dia putus asa dari harapan (mendapatkan rahmat) Rabbnya, dan menyangka bahwasanya keadaan yang menimpanya itu akan terjadi selamanya. Adapun orang yang mendapatkan hidayah Allah, maka dia merendahkan diri dan bersyukur kepada Rabbnya tatkala mendapatkan kenikmatan. Apabila ditimpa musibah, maka dia memohon dengan merendahkan diri kepada Rabbnya dan mengharap kekuatan kepada Allah, supaya segera dihilangkan musibah yang telah menimpanya.Dengan itu, akan lebih meringankan beban cobaannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4687-surat-al-isra-ayat-83.html
Tafsir Al-Wajiz
83. Dan ketika Kami berikan nikmat kesehatan dan kebahagiaan kepada manusia, dia tidak mau bersyukur atas nikmat Tuhannya. Dan apabila penyakit dan kefakiran menimpanya, dia putus asa dari rahmat Tuhannya
Sumber: https://tafsirweb.com/4687-surat-al-isra-ayat-83.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 83-84 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kekurangan manusia secara apa adanya, kecuali orang-orang yang dipelihara Allah سبحانه وتعالى dalam dua keadaan, yaitu keadaan senang dan susah. Karena sesungguhnya jika Allah memberinya nikmat berupa harta, kesehatan, kemenangan, rezeki, pertolongan, dan mendapatkan apa yang dia inginkan, maka dia berpaling dari ketaatan dan penyembahan kepadaNya, serta berpaling dariNya. Mujahid berkata maknanya adalah menjauh dari Kami.Saya berkata, ini sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) (Surah Yunus: 12) dan (maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling) (Surah Al-Isra: 67) Bahwa manusia itu (apabila tertimpa malapetaka dan musibah) yaitu musibah, tragedi, dan kemalangan (niscaya dia berputus asa) yaitu putus harapan untuk kembali dan putus asa untuk mendapat kebaikan sesudah hal itu, sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut darinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana-bencana itu dariku, " sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga (10) kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar (11)) (Surah Hud) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing") Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud adalah berdasarkan keahliannya masing-masing.Qatadah berkata bahwa mankannya adalah berdasarkan niatnya masing-masing. Ibnu Zaid berkata bahwa maknannya adalah berdasarkan keyakinannya masing-masing. Semua pendapat ini berdekatan maknanya.Ayat ini mengandung (Hanya Allah yang lebih mengetahui) makna ancaman dan peringatan bagi orang-orang musyrik. Sebagaimana firman Allah: (Dan katakanlah (Muhammad) kepada orang yang tidak beriman, “Berbuatlah menurut kedudukanmu; kami pun benar-benar akan berbuat (121) dan tunggulah, sesungguhnya kami pun termasuk yang menunggu” (122)) (Surah Hud)Oleh karena itu Allah berfirman: (Katakanlah, "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing.” Maka Tuhan kalian lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya (84)) yaitu di antara kami dan kalian, dan Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya.Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dariNya
Sumber: https://tafsirweb.com/4687-surat-al-isra-ayat-83.html
Informasi
Surat
الاسراۤء (Al-Isra')
Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
83 dari 111 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 290
Ruku
Ruku 248
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 58 (116/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2112 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-17