الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
قَالَ
(Musa) berkata
لَقَدْ
sesungguhnya
عَلِمْتَ
kamu telah mengetahui
مَآ
tidak
اَنْزَلَ
menurunkan
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka itu (sembilan ayat)
اِلَّا
melainkan
رَبُّ
Tuhan/Pemelihara
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِ
dan bumi
بَصَاۤىِٕرَۚ
terang/nyata
وَاِنِّيْ
dan sesungguhnya aku
لَاَظُنُّكَ
sungguh aku menyangka kamu
يٰفِرْعَوْنُ
hai fir'aun
مَثْبُوْرًا
orang yang binasa
﴿١٠٢﴾
Dia (Musa) menjawab, ”Sungguh, engkau telah mengetahui, bahwa tidak ada yang menurunkan (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan sungguh, aku benar-benar menduga engkau akan binasa, wahai Fir‘aun.”
2131 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka musa membalas ucapan fir’aun, ”sungguh engkau telah yakin wahai fir’aun, tidak ada yang menurunkan sembilan mukjizat itu yang membuktikan kebenaran kenabianku selain tuhan penguasa langit dan bumi, agar menjadi bukti bagi orang-orang yang memiliki akal lurus untuk mengetahui keesaan Allah dalam uluhiyah dan rububiyah. Dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa sesungguhnya engkau wahai fir’aun, akan binasa, terlaknat, lagi kalah.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4706-surat-al-isra-ayat-102.html

Tafsir as-Sa'di

102. Maka “Musa menjawab,” kepadanya “Sesungguhnya kamu telah mengetahui,” wahai Firaun “bahwa tidak ada yang menurunkan semua itu,” yaitu mukjizat-mukjizat itu “kecuali Rabb yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata,” dariNya untuk hamba-hambaNya. Dan perkataanmu itu bukanlah yang sejujurnya.Karena kamu mengatakan itu hanya untuk menyemangati kaummu dan mengolok-olok Bani Israil “dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Firaun, seorang yang akan binasa,” maksudnya yang dimurkai, dan dilemparkan ke dalam azab. Kamu mendapatkan kecelakaan, celaan, dan laknat.

Sumber: https://tafsirweb.com/4706-surat-al-isra-ayat-102.html

Tafsir Al-Wajiz

102. Musa menjawab perkataan Fir’aun: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata atas Kemahaesaan-Nya dan kebenaran risalahku; dan sesungguhnya aku yakin bahwa engkau adalah seorang yang akan binasa dan merugi". Zhann dua ayat tersebut bermakna meyakini

Sumber: https://tafsirweb.com/4706-surat-al-isra-ayat-102.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 101-104 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah mengutus nabi Musa dengan mem­bawa sembilan mukjizat yang jelas. Mukjizat-mukjizat itu adalah bukti yang jelas atas kebenaran kenabiannya dan apa yang dia sampaikan kepada Fir'aun. Mukjizat-mukjizat itu adalah tongkat, tangan, tahun paceklik, terbelahnya laut, banjir, belalang, kutu, katak, dan darah, yang semuanya merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah, tetapi mereka menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa” Yaitu, sekalipun telah me­nyaksikan mukjizat-mukjizat tersebut, mereka tetap mengingkarinya. (Mereka menolak kebenaran itu dengan cara yang aniaya dan sombong, (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya) (Surah An-Naml: 14) ternyata mukjizat-mukjizat itu tidak berhasil terhadap mereka.Maka demikian juga seandainya Kami memenuhi permintaan orang-orang yang meminta kepadamu atas hal itu. dan mereka berkata, (“Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami) (Surah Al-Isra’: 90) maka mereka tidak akan menepatinya dan tidak mau beriman, kecuali jika Allah menghendaki.Sebagaimana yang dikatakan Fir'aun kepada nabi Musa setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat ini: (Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir) Dikatakan bahwa maknanya adalah seorang penyihir. Hanya Allah yang lebih mengetahui. Sembilan mukjizat yang telah disebukan oleh para imam ini merupakan hal yang dimaksud ayat ini yang pengertiannya sama dengan firmanNya: (Dan lemparkanlah tongkatmu!” Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. ”Wahai Musa!Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut, (10) kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang (11) Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik” (12)) (Surah An-Naml) Kedua ayat ini menyebutkan dua mukjizat nabi Musa, yaitu tongkat dan tangannya, sedangkan mukjizat-mukjizat lainnya disebutkan di dalam surah Al-A'raf secara rinci.Oleh karena itu nabi Musa berkata kepada Fir'aun: (Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang me­nurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata) yaitu, hujjah dan dalil-dalil atas kebenaran dari apa yang aku sampaikan kepadamu (dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa) yaitu, binasa. Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah terlaknat.Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak juga berkata bahwa kata (matsburan) adalah dikalahkan. dan penggunaan makna “binasa” menurut pendapat Mujahid dan Qatadah itu mencakup semua­nya, Firman Allah: (Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan para pengikutnya) dari bumi (Mesir)) yaitu mengusir mereka dari sana (Maka kami tenggelamkan dia (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya (103) dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini") Dalam hal ini terdapat berita gembira bagi nabi Muhammad ﷺ bahwa beliau akan mendapatkan kemenangan atas Makkah, mengingat bahwa surah ini adalah Makkiyyah yang diturunkan sebelum Hijrah; dan memang demikianlah, karena sesung­guhnya penduduk Makkah bertekad untuk mengusir Rasulullah ﷺ dari sana, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja (76) (Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami (77)) (Surah Al-Isra’).Oleh karena itu Allah menganugerahkan Makkah kepada RasulNya ﷺ sehingga beliau memasukinya secara paksa menurut pendapat yang paling terkenal di antara dua pendapat. Beliau menga­lahkan penduduknya, kemudian membebaskan mereka karena kelembutan dan kemurahannya. Sebagaimana Allah menganu­gerahkan belahan bumi timur dan barat bumi kepada kaum yang tertindas dari kalangan Bani Israil, dan menganugerahkan negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Fir'aun, beserta harta benda, buah-buahan, dan perbendaharaannya.Sebagaimana Allah berfirman: (demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) ke­pada Bani Israil (59)) (Surah Asy-Syu'ara) DI sini Allah berfirman: (Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur (de­ngan musuh kalian) (104)) yaitu kalian semua dan musuh kalian.Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Adh-Dhahhak berkata bahwa “lafifan” maknanya adalah semuanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4706-surat-al-isra-ayat-102.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

102 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 292

Ruku

Ruku 251

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 59 (117/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2131 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17