الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
اَمْ
ataukah
حَسِبْتَ
kamu mengira
اَنَّ
bahwasanya
اَصْحٰبَ
penghuni
الْكَهْفِ
gua
وَالرَّقِيْمِ
dan batu bertulis
كَانُوْا
adalah mereka
مِنْ
dari
اٰيٰتِنَا
ayat-ayat Kami
عَجَبًا
mengagumkan
﴿٩﴾
Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?
2149 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Janganlah engaku (wahai rasul), menyangka bahwa sesungguhnya kisah para penghuni gua itu dan batu pualam yang tertulis di atasnya nama-nama mereka termasuk tanda-tanda Kami yang menakjubkan lagi aneh. sebab, penciptaan langit dan bumi dan segala isinya lebih menakjubkan dari kisah itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/4835-surat-al-kahfi-ayat-9.html
Tafsir as-Sa'di
9. Istifham (kata Tanya) ini ditujukan untuk peniadaan dan larangan. Maksudnya, jangan kamu menyangka bahwa kisah Ashhabul Kahfi (penghuni gua) dan persitiwa yang terjadi pada mereka adalah perkara yang aneh pada tanda-tanda kekuasaan Allah dan perkara yang mengagumkan pada hikmahNya. (Jangan menyangka) tidak ada kisah yang sepadan dengannya dan peristiwa yang serupa dengannya.Bahkan, Allah itu memiliki tanda-tanda kekuasaanNYa yang menakjubkan nan aneh yang sangat banyak yang selevel tanda-tanda kekuasaanNYa pada Ashabul Kahfi, bahkan lebih besar darinya. Allah senantiasa memperlihatkan kepada para hamba tanda-tanda kekuasaanNya di langit, bahkan pada diri mereka sendiri yang menyebabkan kebenaran menjadi jelas dari kebatilan, (menjadi jelas pula) petunjuk dibandingkan kesesatan. Penafian ini tidak ditujukan bahwa kisah Ashabul Kahfi ini termasuk perkara yang menakjubkan.Justru, kisah ini termasuk salah satu tanda kekuasaan Allah yang membuat decak kagum. Akan tetapi, maksud peniadaan ini adalah bahwa peristiwa semacam itu sangat banyak. Terpaku dengan kisah ini saja dalam kekaguman dan keterbellalakan merupakan cermin kedangkalan ilmu dan akal.Justru, tugas seorang Mukmin adalah merenungi seluruh tanda-tanda kekuasaanNYa, yang Allah mengajak para hambaNya agar merenunginya. Karena perenungan terhadap tanda kekuasaan Allah merupakan kunci keimanan, jalan menuju ilmy dan keyakinan. Mereka dikaitkan kepada kata al-kahfi yang berarti gua yang berada di gunung. “Yang mempunyai raqim,” yaitu kitab yang di dalamnya telah tertulis nama-nama dan kisah-kisah mereka, adalah karena mereka terus bersamanya dalam masa yang sangat lama.
Sumber: https://tafsirweb.com/4835-surat-al-kahfi-ayat-9.html
Tafsir Al-Wajiz
9. Namun apakah kamu mengira wahai Nabi bahwa Ashabul Kahfi orang-orang yang berada dalam gua di atas gunung dan dinding batunya yang tertulis nama-namanya. Mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan?Ayat dan kisah ashabul kahfi ini turun ketika kaum Qurays bertanya kepada Nabi tentang tiga hal, diantaranya tentang menghadapi orang Yahudi.
Sumber: https://tafsirweb.com/4835-surat-al-kahfi-ayat-9.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 9-12 Ini adalah pemberitahuan Allah سبحانه وتعالى tentang orang-orang yang menghuni gua secara singkat, kemudian menjelaskan dengan panjang lebar sesudahnya. Allah berfirman: (Atau kamu mengira) wahai Muhammad (bahwa orang-orang yang menghuni gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan) yaitu tidaklah perkara mereka mengherankan kemampuan dan kekuasaan Kami, karena sesungguhnya penciptaan langit, bumi, pergantian siang dan malam, penundukkan matahari, bulan, bintang, dan lainnya adalah tanda-tanda yang agung yang menunjukkan atas kekuasaan Allah سبحانه وتعالى. bahwa Allah Maha Kuasa atas semua hal yang DIa kehendaki, tidak ada sesuatu pun yang bisa melemahkanNya.Semuanya lebih mengherankan daripada orang-orang yang menghuni gua. Adh-Dhahhak berkata, “kahfi” adalah gua yang ada di lembah, dan “ar-raqim” adalah nama lembah itu. Mujahid berkata bahwa “ar-raqim” adalah nama kitab yang diletakkan di depan bangunan mereka.Sebagian ulama’ berkata bahwa raqim adalah lembah yang padanya terdapat gua tempat mereka. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “ar-raqim” adalah sebuah catatan. Sa'id bin Jubair berkata “Ar-raqim” adalah sebuah prasasti yang tertulis pada sebuah batu yang mereka tulis pada bau itu kisah ashabul kahfi, kemudian mereka meletakkannya di pintu gua.Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa “ar-raqim” adalah kitab, kemudian dia membacakan firmanNya ((Ialah) kitab yang bertulis (9)) (Surah Al-Muthaffifin) Ini adalah yang tampak dari ayat itu, dan ini adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir. dia berkata bahwa “ar-raqim” mengikuti wazan “fa'il” yang maknanya adalah tertulis.Sebagaimana dikatakan terhadap orang yang terbunuh “Qatiil”, dan orang yang terluka disebut “jariih”. Hanya Allah yang lebih mengetahui Firman Allah: ((Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (10)) Allah memberitahukan tentang para pemuda yang melarikan diri dengan membawa agamanya dari gangguan kaumnya yang akan memfitnah mereka. Mereka lari memisahkan diri dari kaumnya, lalu berlindung di dalam gua di suatu bukit, agar mereka bisa bersembunyi dari kaumnya.Mereka berkata ketika memasuki gua seraya memohon kepada Allah atas rahmat dan kelembutanNya kepada mereka. (Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu) yaitu anugerahkanlah kepada kami dari sisiMu rahmat yang dengan rahmat itu Engkau merahmati kami dan menyembunyikan kami dari kaum kami (dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)) berikanlah kami petunjuk ke jalan yang lurus dalam urusan kami ini. yaitu, jadikanlah bagi akibat kami jalan yang lurus. sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Dan segala apa yang Engkau putuskan bagi kami, kami memohon agar engkau menjadikan akibatnya bagi kami jalan yang lurus” Firman Allah: (Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu (11)) yaitu Kami jatuhkan rasa kantuk yang berat kepada mereka ketika mereka memasuki gua, lalu mereka tidur selama bertahun-tahun (Kemudian Kami bangunkan mereka) yaitu dari tidur mereka itu. Kemudian salah satu dari mereka keluar dari gua itu dengan membawa uang dirham mereka untuk dia tukarkan dengan makanan yang bisa mereka makan. Sebagaimana keterangan tentang itu akan dijelaskan.Oleh karena itu Allah berfirman: (kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu) yaitu di antara kedua kelompok yang berselisih tentang mereka (yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu)) DIkatakan, yaitu bilangan.Dikatakan juga yaitu batas akhirnya, dan kata “Al-amad” menunjukkan tujuannya seperti ucapan orang Arab, kuda itu sudah berlalu ketika telah mencapai batas akhirnya
Sumber: https://tafsirweb.com/4835-surat-al-kahfi-ayat-9.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
9 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 294
Ruku
Ruku 252
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 59 (117/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2149 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18