الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
وَكَذٰلِكَ
dan demikianlah
اَعْثَرْنَا
Kami perlihatkan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
لِيَعْلَمُوْٓا
agar mereka mengetahui
اَنَّ
bahwasanya
وَعْدَ
janji
اللّٰهِ
Allah
حَقٌّ
benar
وَّاَنَّ
dan bahwasanya
السَّاعَةَ
kiamat
لَا
tidak ada
رَيْبَ
keraguan
فِيْهَاۚ
didalamnya/padanya
اِذْ
ketika
يَتَنَازَعُوْنَ
mereka berbantah/berselisih
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
اَمْرَهُمْ
urusan mereka
فَقَالُوا
maka mereka berkata
ابْنُوْا
bangunan/didirikan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
بُنْيَانًاۗ
bangunan
رَبُّهُمْ
Tuhan mereka
اَعْلَمُ
lebih mengetahui
بِهِمْۗ
dengan/tentang mereka
قَالَ
berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
غَلَبُوْا
(mereka) mengalahkan/menguasai
عَلٰٓى
atas
اَمْرِهِمْ
urusan mereka
لَنَتَّخِذَنَّ
sungguh pasti akan jadikan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
مَّسْجِدًا
tempat beribadah
﴿٢١﴾
Dan demikian (pula) Kami perlihatkan (manusia) dengan mereka, agar mereka tahu, bahwa janji Allah benar, dan bahwa (kedatangan) hari Kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika mereka berselisih tentang urusan mereka, maka mereka berkata, “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” Orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata, “Kami pasti akan mendirikan sebuah rumah ibadah di atasnya.”
2161 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sebagaimana Kami telah membuat mereka tidur selama bertahun-tahun yang panjang kemudian kami bangunkan mereka setelah itu, maka Kami singkapkan bagi orang-orang masa itu tentang mereka, setelah penjual menyadari jenis uang dirham yang dibawa oleh utusan mereka. Supaya umat manusai menjadi yakin bahwa sesungguhnya janji Allah untuk membangkitkan makhluk yang telah mati itu benar adanya, dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti terjadi, tidak ada keraguan tentangnya. Yaitu ketika orang-orang telah berhasil mengetahui para penghuni gua berselisih pendapat tentang hari kiamat, ada yang menetapkannya dan ada yang mengingkarinya.Maka Allah menjadikan pengetahuan mereka tentang berita para penghuni gua sebagai hujjah bagi kaum mukminin di hadapan orang-orang yang ingkar. Dan setelah keadaaan mereka terbongkar dan mereka meninggal, sekelompok orang yang menggetahui perihal mereka mengatakan ”Dirikanlah sebuah bangunan yang akan menutup mereka di depan pintu gua. Dan biarkanlah mereka dan keadaan mereka; tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka.” orang-orang yang mengendalikan kekuasaan di tengah mereka berkata, ”sesungguhnya kami akan membuat tempat peribadahan di tempat mereka untuk beribadah(disana).” Dan sungguh Rasululah telah melarang menjadikan kubur-kubur para nabi dan orang shalih sebagai masjid, dan melaknat orang-orang yang melakukannya dalam beberapa pesan terakhir beliau bagi umatnya.Sebagaimana beliau juga melarang mendirikan banguan di atas kubur secara mutlak, dan mengecat dan menulis sesuatu di atasnya. sebab tindakan ini termasuk guluw(tindakan melampaui batas) yang dapat menyeret terhadap penyembahan terhadap orang yang di kubur di dalamnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4847-surat-al-kahfi-ayat-21.html
Tafsir as-Sa'di
21. Allah mengabarkan bahwasanya Dia memperlihatkan kepada manusia keadaan Ashabul Kahfi. Kejadian itu –wallahu a’lam- setelah mereka terjaga dan mengutus salah seorang di antara mereka untuk membeli makanan.Mereka memerintahkannya agar menyamar dan merahasiakan (perkara mereka). Maka, Allah berkehendak terhadap suatu kejadian yang berisi kemaslahatan bagi orang-orang dan tambahan pahala untuk mereka. Yaitu, ketika orang-orang menyaksikan salah satu tanda kebesaran Allah pada mereka (Ashabul Khafi) dengan mata kepala mereka bahwa janji Allah benar-benar ada, tidak ada syak dan keraguan padanya, tidak (pula) ada unsur kemustahilan setelah mereka dahulu berselisih paham tentang urusan para pemuda itu.Sebagian mengakui janji Allah dan Hari Pembalasan. Sebagian lain meniadakannya. Kemudian Allah menjadikan kisah Ashabul Kahfi kepada mereka sebagai tambahan ilmu dan keyakinan bagi kaum Mukminin dan hujjah (penggugat) bagi orang-orang yang menentang.Lalu jadilah pahala dalam perkara ini untuk mereka. Selanjutnya, Allah mempopulerkan perihal mereka dan mengangkat kedudukan mereka sehingga orang yang mengetahui tentang mereka melakukan “pengagungan”. Mereka mengatakan, “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka.” Allah lebih mengetahui keadaan mereka dan tempat mereka kembali!Berkatalah orang yang berkuasa atas urusan mereka, yaitu orang-orang yang memegang wewenang urusan, “SEsungguhnya kami akan mendirikan rumah ibadah di atasnya,” maksudnya kami beribadah kepada Allah di dalamnya dan mengingat-ingat mereka serta peristiwa yang terjadi pada mereka. Perbuatan ini merupakan sebuah larangan, Nabi melarangnya dan mencela para pelakunya, bukan berarti penyebutannya di sini tidak menunjukkan celaan terhadapnya (rencana pembangunan masjid di atas kubur mereka), karena konteks pembahasan ini tentang Ashabul Kahfi dan pujian untuk mereka, dan (alasan kedua) bahwa pengagungan (bagi) Ashabul Kahfi sampai pada level di mana orang-orang mengatakan, “Dirikanlah sebuah rumah peribadatan di atasnya,” setelah ketakutan Ashabul Kahfi yang dahsyat terhadap kaumnya dan sikap kehati-hatian mereka dari detetksi terhadap keberadaan mereka hingga keadaan berubah pada tingkatan yang anda lihat. Pada kisah ini terdapat dalil bahwasanya orang yang lari menyelamatkan agamanya dari fitnah-fitnah, niscaya Allah akan menyelamatkannya, dan bahwa orang yang bersungguh-sungguh mencari keselamatan, niscaya Allah akan menyelamatkannya, dan bahwa orang yang berlindung kepada Allah, niscaya Allah akan akan melindunginya dan menjadikannya sebagai sumber hidayah bagi orang lain.Barangsiapa memikul kehinaan di jalan Allah dan mencari keridhaanNYa, niscaya kesudahan urusannya adalah kemuliaan yang agung dari arah yang tidak dia sangka. Dan apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi orang-orang yang patuh.
Sumber: https://tafsirweb.com/4847-surat-al-kahfi-ayat-21.html
Tafsir Al-Wajiz
21. Sebagaimana Kami bangunkan mereka dari tidur mereka, Kami juga mempertemukan mereka dengan kaumnya, agar kaumnya itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Kemudian tatkala mereka bersaksi atas itu mereka beriman kepada hari kebangkitan, kemudian mereka dimatikan oleh Allah.Setelah mereka wafat, kaum mereka berdebat tentang keadaan/cerita mereka. Orang-orang itu berkata: "Dirikan sebuah bangunan di atas gua mereka, hingga bisa menutupi mereka. -Tuhan mereka lebih mengetahui tentang perdebatan mereka-". Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya".Inilah yang menjadi syariat Islam bahwa dilarang membangun masjid di atas kubur.
Sumber: https://tafsirweb.com/4847-surat-al-kahfi-ayat-21.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan demikian (pula) Kami pertemukan (manusia) dengan mereka) yaitu Kami perlihatkan mereka kepada manusia (agar manusia itu mengetahui bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya) Banyak ulama Salaf yang mengatakan bahwa di masa itu para penduduk masih meragukan tentang hari kebangkitan dan perkara hari kiamat. Firman Allah: (Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka) yaitu sebagaimana Kami mampu membuat mereka tidur, Kami mampu membangunkan mereka dalam keadaan utuh, maka Kami perlihatkan mereka kepada orang-orang yang ada di masa itu (agar manusia itu mengetahui bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka) yaitu tentang perkara hari kiamat; di antara mereka ada orang-orang yang mempercayainya, dan ada yang mengingkarinya. Maka Allah menjadikan munculnya ashabul kahfi ini kepada mereka sebagai hujjah atas mereka (orang-orang itu berkata, "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”) yaitu, mari kita tutup pintu gua mereka, dan biarkan mereka dalam keadaan mereka (Orang-orang yang berkuasa atas utusan mereka berkata, "Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”) yang tampak adalah bahwa orang-orang yang berkata demikian adalah para penguasa.
Sumber: https://tafsirweb.com/4847-surat-al-kahfi-ayat-21.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
21 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 296
Ruku
Ruku 254
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 59 (118/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2161 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18