الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
اِلَّآ
melainkan
اَنْ
bahwa
يَّشَاۤءَ
menghendaki
اللّٰهُ
Allah
ۖوَاذْكُرْ
dan ingatlah
رَّبَّكَ
Tuhanmu
اِذَا
jika
نَسِيْتَ
kamu lupa
وَقُلْ
dan katakanlah
عَسٰٓى
mudah-mudahan
اَنْ
bahwa
يَّهْدِيَنِ
memberi petunjuk kepadaku
رَبِّيْ
Tuhanku
لِاَقْرَبَ
untuk yang lebih dekat
مِنْ
dari
هٰذَا
ini
رَشَدًا
petunjuk/kebenaran
﴿٢٤﴾
kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.”
2164 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
23-24. Dan janganlah mengatakan sesuatu yang engkau berniat untuk melakukannya, ”aku akan melakukan sesuatu itu besok.” kecuali engkau menggantungkan ucapanmu dengan kehendak Allah. Yaitu engkau mengatakan, ”insya Allah” dan ingatlah kepada tuhanmu ketika engkau lupa mengucapkan ”insya Allah” dan tiap kali engkau lupa, maka berdzikirlah(mengingat dan menyebut Allah) sebab mengingat Allah akan menghilangkan lupa.Dan katakanlah “semoga tuhanku akan menunjukan kepadaku jalan paling dekat yang mengantarkan menuju hidayah dan petunjuk yang lurus.
Sumber: https://tafsirweb.com/4850-surat-al-kahfi-ayat-24.html
Tafsir as-Sa'di
24. Ketika seorang hamba itu adalah manusia yang pasti mengalami kelupaan untuk mengingat kehendak Allah, maka Dia memerintahkannya untuk mengecualikannya setelah itu bila ingat, agar terwujudkan apa yang diinginkan dan tertampik bahaya darinya. Keterangan ini terambil dari keumuman FirmanNya, “Dan ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa.” Perintah mengingat Allah ketika lupa, karena dapat menghilangkan dan mengingatkan seseorang apa yang dia lupakan.Begitu juga, orang alpa lagi lupa (mengingat Allah) diperintahkan supaya menyebut nama Rabbnya agar tidak menjadi orang yang benar-benar lalai. Tatkala seorang hamba membutuhkan taufik Allah agar dapat meraih kebenaran dan tidak mengalami kesalahan dalam perkataan dan perbuatannnya, maka Allah memerintahkannya agar mengucapkan, “MUdahan-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.” Allah memerintahkannya agar berdoa dan mengaharapNya serta percaya kepada Allah bahwa Dia akan menunjukkan kepadanya jalan paling pintas yang mengantarkan kepada kebenaran. Seharusnya seorang hamba keadaannya seperti ini lalu Dia mencurahkan segenap kesungguhannya dan mengerahkan kemampuannya dalam mencari petunjuk dan kebenaran supaya dia diberi taufik untuk tujuan itu, dan agar pertolongan datang dari Rabbnya kepada dirinya dan meluruskan seluruh perkaranya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4850-surat-al-kahfi-ayat-24.html
Tafsir Al-Wajiz
23-24. Jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu yang kamu sangka: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali dengan menyebut: "Insya Allah". Ingatlah kepada Tuhanmu dengan tasbih, takbir dan istighfar jika kamu lupa dan katakanlah: "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini".Ibnu Abbas berkata: Nabi pernah bersumpah, kemudian hingga berlalu 40 malam. Sehingga turunlah ayat ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/4850-surat-al-kahfi-ayat-24.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 23-24 Allah سبحانه وتعالى memberi petunjuk kepada RasulNya ﷺ tentang adab dalam mengerjakan sesuatu yang telah diniatkan di masa yang akan datang, maka hendaklah dia mengembalikan hal tersebut kepada kehendak Allah سبحانه وتعالى Yang Maha mengetahui hal ghaib, yang mengetahui apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi, serta apa yang tidak terjadi dan seandainya terjadi bagaimana akibatnya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) Dikatakan bahwa, makna yang dimaksud adalah jika kamu lupa mengucapkan pengecualian, maka sebutkanlah pengecualian itu saat kamu mengingatnya. Pendapat ini dikatakan oleh Abu Al-’Aliyah Ikrimah berkata tentang firmanNya: (Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) yaitu jika kamu marah.Ini adalah penafsiran yang lazim Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, "Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi (23) kecuali (dengan menyebut), 'Insya Allah'” Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa) yaitu mengatakan “Insya Allah” Makna ayat mengandung makna lain, yaitu bahwa melalui ayat ini Allah membimbing orang yang lupa atas sesuatu dalam pembicaraannya, agar dia mengingat Allah سبحانه وتعالى karena sesungguhnya lupa itu bersumber dari setan. Sebagaimana yang dikatakan pemuda yang menemani nabi Musa, (dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali setan) (Surah Al-Kahfi: 63) dan mengingat Allah سبحانه وتعالى itu dapat mengusir setan.Jika setan pergi, maka lenyaplah lupa itu. Mengingat Allah adalah penyebab dari suatu ingatan. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan ingatlah Tuhanmu jika kamu lupa) Firman Allah: (dan katakanlah, "Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”) yaitu, apabila kamu ditanya tentang sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka mintalah kepada Allah tentang jawabannya, dan mohonlah kepadaNya agar Dia memberimu taufik ke jalan yang benar dan diberi petunjuk jawabannya.DIkatakan penafsiran yang lain dari ini. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Sumber: https://tafsirweb.com/4850-surat-al-kahfi-ayat-24.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
24 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 296
Ruku
Ruku 255
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 59 (118/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2164 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18