الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
وَاُحِيْطَ
dan diliputi(dibinasakan)
بِثَمَرِهٖ
dengan buahnya(kekayaanya)
فَاَصْبَحَ
maka jadilah dia
يُقَلِّبُ
dia membolak-balik
كَفَّيْهِ
kedua tapak tangannya
عَلٰى
atas
مَآ
apa yang
اَنْفَقَ
dia belanjakan
فِيْهَا
padanya
وَهِيَ
dan dia (pohon anggur)
خَاوِيَةٌ
roboh
عَلٰى
atas
عُرُوْشِهَا
atapnya
وَيَقُوْلُ
dan dia berkata
يٰلَيْتَنِيْ
kiranya dulu
لَمْ
tidak
اُشْرِكْ
aku mempersekutukan
بِرَبِّيْٓ
dengan Tuhanku
اَحَدًا
seseorang
﴿٤٢﴾
Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”
2182 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan nyatalah apa yang dikatakan oleh orang yang mukmin itu dan terjadilah kehancuran pada kebun tersebut, dan hancurlah semua yang ada di dalamnya. Akhirnya orang kafir itu membolak-balikan dua telapak tangannya sebagai ekspresi kekecewaan dan penyesalan terhadap apa yang dia belanjakan untuk kebun itu, sedang pohon-pohonnya roboh, sebagiannya tumbang menindih pohon lainnya dan dia berkata, ”sekiranya aku menyadari nikmat-nikmat Allah dan kekuasaanNya, serta tidak menyekutukan sesuatupun denganNya.” ini adalah rasa penyesalan darinya tatkala penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi.
Sumber: https://tafsirweb.com/4868-surat-al-kahfi-ayat-42.html
Tafsir as-Sa'di
42. Maka Allah mengabulkan doanya “dan harta kekayaannya dibinasakan,” maksudnya siksaan yang merata telah menimpanya dan memusnahkannya, sehingga tidak ada yang tersisa sedikit pun. (Maka) azab yang menimpa buah-buahan secara keseluruhan, berarti semua pepohonan, buah-buahan dan sawah ludes. Lalu dia pun amat menyesal dan sangat berduka cita “lalu dia membolak balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap sesuatu yang telah ia belanjakan untuk itu,” maksudnya, (menyesal) terhadap sesuatu yang telah ia membelanjakan modal duniawi untuk kebun tersebut, sementara ia (sekarang) telah sirna dan lenyap, hingga tidak tersisa cadangan penggantinya.Maka, dia juga menyesal atas kesyirikan dan sifat keburukannnya. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Dia berkata,’Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku’.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4868-surat-al-kahfi-ayat-42.html
Tafsir Al-Wajiz
42. Harta kekayaan si kafir dibinasakan dengan bencana dari langit. Lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya sebagai tanda penyesalan terhadap apa yang telah ia belanjakan untuk itu.Adapun pohon anggur itu roboh dan dia berkata: "Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan seuatu apapun"
Sumber: https://tafsirweb.com/4868-surat-al-kahfi-ayat-42.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 42-44 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan harta kekayaannya dibinasakan) yaitu harta atau buah-buahannya, berdasarkan pendapat lain. Maksudnya adalah bahwa orang kafir itu tertimpa musibah yang diperingatkan oleh orang mukmin berupa hujan besar yang melanda kebunnya dan membuatnya lupa kepada Allah سبحانه وتعالى (lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu) Qatadah berkata bahwa orang kafir itu menepukkan kedua tangannya sebagai penyesalan dan kekecewaan atas hartanya yang lenyap (dan ia berkata', "Aduhai, kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Tuhanku” (42) Dan tidak ada bagi dia segolonganpun) yaitu suatu golongan atau anak sebagaimana yang dia bangga-banggakan (yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya (43) Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) ulama’ qiraah berbeda pendapat di sini. ada yang mewaqafkan pada firmanNya (dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya di sana) yaitu di tempat itu yang tertimpa oleh azab Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan hartanya. Kemudian dimulai dengan firmanNya: (Pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) Di antara mereka ada yang mewaqafkan pada firmanNya (dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya) Kemudian dimulai dengan firmanNya: (Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) Kemudian mereka berbeda pendapat tentang bacaan kata “al-walayah”, di antara mereka ada yang memfathah wawunya. sehingga maknannya adalah dalam keadaan demikian setiap orang baik yang mukmin dan yang kafir akan kembali, mengakui, dan tunduk kepada Allah, jika azab diturunkan.Di antara mereka ada yang mengkasrah wawunya sehingga menjadi “al-wilayah”, yakni di sana keputusan dari Allah Yang Hak. Kemudian ada yang merafa’ kata “al-haq” menjadi “al-haqqu” sebagai na'at dari al-walayah. sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir (26)) (Surah Al-Furqan) Di antara mereka ada menkhafdh qafnya sehingga menjadi “al-haqqi: sebagai na'at dari Allah سبحانه وتعالى Sebagaimana firmanNya: (Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya.Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat (62)) (Surah Al-An'am) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala) yaitu balasan (dan sebaik-baik pemberi balasan) yaitu amal perbuatan yang hanya karena Allah سبحانه وتعالى.Pahalanya itu lebih baik, dan akibatnya sangat terpuj, dan sangat sesuai; semuanya baik.
Sumber: https://tafsirweb.com/4868-surat-al-kahfi-ayat-42.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
42 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 298
Ruku
Ruku 256
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 60 (119/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2182 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18