الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
وَلَمْ
dan tidak
تَكُنْ
ada
لَّهٗ
baginya
فِئَةٌ
segolongan
يَّنْصُرُوْنَهٗ
mereka menolongnya
مِنْ
dari
دُوْنِ
selain
اللّٰهِ
Allah
وَمَا
dan tidak
كَانَ
ada
مُنْتَصِرًاۗ
pertolongan
﴿٤٣﴾
Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.
2183 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan dia tidak memiliki golongan yang dapat dia bangga-banggakan yang melindunginya dari siksaan Allah yang turun kepadanya, dan diapun sekali-kali tidak dapat mempertahankan diri dengan jiwa dan kekuatannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4869-surat-al-kahfi-ayat-43.html

Tafsir as-Sa'di

43. Allah berfirman, “Dan tidak ada baginya segolongan pun yang menolongnya selain Allah; dan sekali-kali dia tidak dapat membela dirinya,” maksudnya, tatkala azab menerjang kebunnya, maka hilanglah apa yang dulu dia bangga-banggakan di hadapan temannya melalui perkataannya, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat.” Mereka (para pengikut itu) tidak dapat menolak azab darinya sedikit pun pada momentum yang dia sangat membutuhkannya.Dia pun tidak membela dirinya. Lalu bagaimana mungkin dia sanggup membela diri atau memiliki kemampuan untuk menang di hadapan keputusan dan takdir Allah, yang mana jika DIa telah jalankan dan takdirkan, sekiranya seluruh penghuni langit-langit dan bumi bersatu untuk mencampakkan sedikit saja, niscaya merekka tidak akan sanggup? Tidak mustahil, menilik (betapa besar) rahmat dan kelembutan Allah bahwa pemilik kebun (yang telah dilingkari oleh siksaan) keadaannya membaik dan Allah memberinya kesempatan kembali kepadaNya dan menemukan nalarnya yang lurus dan meninggalkan penentangan dan sikapnya yang melampaui batas.Dengan bukti, bahwa orang tersebut memperlihatkan penyesalannya atas tindakan kesyirikannya kepada Rabbnya, dan bahwasanya Allah telah menghilangkan dari dirinya siksap-sikap yang menyebabkannya melampaui batas dan menghukuminya di dunia. Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, niscaya Allah menyegerakan hukuman baginya di dunia. Kemurahan Allah tidak terliputi oleh imajinasi-imajinasi dan akal-pikiran, tidak ada yang mengingkarinya melainkan orang zhalim lagi sangat bodoh.

Sumber: https://tafsirweb.com/4869-surat-al-kahfi-ayat-43.html

Tafsir Al-Wajiz

43. Tidak akan ada segolonganpun yang akan bisa menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya dari kehancuran dan balasan Tuhan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4869-surat-al-kahfi-ayat-43.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 42-44 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan harta kekayaannya dibinasakan) yaitu harta atau buah-buahannya, berdasarkan pendapat lain. Maksudnya adalah bahwa orang kafir itu tertimpa musibah yang diperingatkan oleh orang mukmin berupa hujan besar yang melanda kebunnya dan membuatnya lupa kepada Allah سبحانه وتعالى (lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu) Qatadah berkata bahwa orang kafir itu menepukkan kedua tangannya sebagai penyesalan dan kekecewaan atas hartanya yang lenyap (dan ia berkata', "Aduhai, kiranya dulu aku tidak memperseku­tukan seorang pun dengan Tuhanku” (42) Dan tidak ada bagi dia segolonganpun) yaitu suatu golongan atau anak sebagaimana yang dia bangga-banggakan (yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya (43) Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) ulama’ qiraah berbeda pendapat di sini. ada yang mewaqafkan pada firmanNya (dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya di sana) yaitu di tempat itu yang tertimpa oleh azab Allah, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan hartanya. Kemudian dimulai dengan firmanNya: (Pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) Di antara mereka ada yang mewaqafkan pada firmanNya (dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya) Kemudian dimulai dengan firmanNya: (Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak) Kemudian mereka berbeda pendapat tentang bacaan kata “al-walayah”, di antara mereka ada yang memfathah wawunya. sehingga maknannya adalah dalam keadaan demikian setiap orang baik yang mukmin dan yang kafir akan kembali, mengakui, dan tunduk kepada Allah, jika azab diturun­kan.Di antara mereka ada yang mengkasrah wawunya sehingga menjadi “al-wilayah”, yakni di sana keputusan dari Allah Yang Hak. Kemudian ada yang merafa’ kata “al-haq” menjadi “al-haqqu” sebagai na'at dari al-walayah. sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu) satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir (26)) (Surah Al-Furqan) Di antara mereka ada menkhafdh qafnya sehingga menjadi “al-haqqi: sebagai na'at dari Allah سبحانه وتعالى Sebagaimana firmanNya: (Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya.Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat (62)) (Surah Al-An'am) Oleh karena itu di sini Allah berfirman: (Dia adalah sebaik-baik pemberi pahala) yaitu balasan (dan sebaik-baik pem­beri balasan) yaitu amal perbuatan yang hanya karena Allah سبحانه وتعالى.Pahalanya itu lebih baik, dan akibatnya sangat terpuj, dan sangat sesuai; semua­nya baik.

Sumber: https://tafsirweb.com/4869-surat-al-kahfi-ayat-43.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

43 dari 110 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 298

Ruku

Ruku 256

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 60 (119/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2183 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18