الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
مَنَعَ
mencegah
النَّاسَ
manusia
اَنْ
bahwa
يُّؤْمِنُوْٓا
mereka beriman
اِذْ
ketika
جَاۤءَهُمُ
datang kepada mereka
الْهُدٰى
petunjuk
وَيَسْتَغْفِرُوْا
dan mereka mohon ampun
رَبَّهُمْ
Tuhan mereka
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
bahwa
تَأْتِيَهُمْ
datang kepada mereka
سُنَّةُ
peraturan/hukum
الْاَوَّلِيْنَ
ummat-ummat terdahulu
اَوْ
atau
يَأْتِيَهُمُ
datang kepada mereka
الْعَذَابُ
azab
قُبُلًا
berhadap-hadapan
﴿٥٥﴾
Dan tidak ada (sesuatu pun) yang menghalangi manusia untuk beriman ketika petunjuk telah datang kepada mereka dan memohon ampunan kepada Tuhannya, kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat yang terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata.
2195 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tidaklah ada faktor yang menghalangi manusia untuk beriman (ketika datang kepada mereka rasul Muhammad dengan membawa al-qur’an) dan untuk memohon ampunan kepada tuhan mereka dan meminta maafNya bagi mereka, kecuali penentangan mereka terhadap rasul dan permintaan mereka agar mereka ditimpakan ketetapan Allah dalam membinasakan umat-umat yang mendahului mereka atau tertimpa siksaan Allah yang mereka lihat langsung.
Sumber: https://tafsirweb.com/4881-surat-al-kahfi-ayat-55.html
Tafsir as-Sa'di
55. Maksudnya tidak ada faktor yang menghalang-halangi manusia untuk beriman –padahal keberadaan hidayah yang dapat membedakan antara petunjuk kan kesesatan, kebenaran dan kebatilan telah sampai kepada mereka dan telah tegak hujjah Allah atas mereka- dan bukan (Pula) penjelasan (yang gamblang) yang menghambat mereka (untuk beriman). Akan tetapi, sebab yang menghalangi mereka dari keimanan adalah kezhaliman dan permusuhan.Sehingga tidak ada yang ditunggu kecuali ketetapan Allah dan kebiasaanNYa pada generasi-generasi dahulu, yaitu jika mereka tidak beriman, maka disegerakan siksa pada mereka atau mereka akan menyaksikan siksa telah menyongsong mereka. Mereka benar-benar melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri. Artinya, hendaklah mereka takut terhadapnya dan bertaubat dari kekufuran mereka, sebelum siksaan (datang) yang tidak bisa ditolak lagi.
Sumber: https://tafsirweb.com/4881-surat-al-kahfi-ayat-55.html
Tafsir Al-Wajiz
55. Tidak ada sesuatupun yang bisa menghalangi orang musyrik Makkah dan lainnya untuk beriman kepada Allah dan rasul-Nya, ketika Alquran dan Rasul telah datang kepada mereka. Juga tidak ada yang menghalangi untuk memohon ampun kepada Tuhannya, kecuali keinginan menanti datangnya hukum Allah yang telah terjadi pada umat-umat terdahulu atau datangnya azab atas mereka dengan nyata yang membinasakan mereka seperti perang Badr.Maksudnya adalah bahwa mereka tidak memohon ampun kecuali saat benar-benar terjadi bencana dan azab di dunia.
Sumber: https://tafsirweb.com/4881-surat-al-kahfi-ayat-55.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 55-56 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang pembangkanga orang-orang kafir, baik yang dahulu maupun yang sekarang, mereka medustakan kebenaran yang jelas dan terang, sekalipun menyaksikan mukjizat dan bukti-bukti yang jelas. Tidak ada yang mencegah mereka mengikuti kebenaran kecuali keinginan mereka menyaksikan azab yang telah diancamkan kepada mereka dengan mata mereka. Sebagaimana yang mereka katakan kepada nabi mereka.: (maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar (187)) (Surah Asy-Syu'ara) dan lainnya berkata: (Datangkanlah kepada kami siksa Allah, jika kalian termasuk termasuk orang-orang yang benar) (Surah Al-Ankabut: 29) serta orang-orang Quraisy berkata: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih) (Surah Al-Anfal: 32) (Mereka berkata, "Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila (6) Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" (7)) (Surah Al-Hijr) dan ayat-ayat lain yang menunjukkan hal itu.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (kecuali (keinginan menanti) datangnya hukum (Allah yang telah berlaku pada) umat-umat yang dahulu) yaitu diliputi azab sampai ke akar-akarnya (atau datangnya azab atas mereka dengan nyata) yaitu mereka melihatnya dengan mata mereka di hadapan mereka, kemudian Allah berfirman (Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan) yaitu sebelum azab itu dan pembawa berita gembira kepada orang-orang yang membenarkan dan beriman kepada mereka, dan pemberi peringatan terhadap orang-orang yang mendustakan dan menentang mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang kafir itu tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan kebathilan (agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan kebathilan) yaitu dengan kebathilan mereka melemahkan kebenaran yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, dan hal itu tidak berhasil (dan mereka menganggap ayat-ayat Kami dan peringatan-peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan) yaitu, mereka menganggap hujjah dan bukti-bukti yang bertentangan dengan hukum alam yang dibawa oleh para rasul, dan peringatan-peringatan serta ancaman-ancaman azab kepada mereka ( sebagai olok-olokan) yaitu, mereka memperolok-olokan para rasul dalam hal itu, dan itu merupakan kedustaan mereka buruk.
Sumber: https://tafsirweb.com/4881-surat-al-kahfi-ayat-55.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
55 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 300
Ruku
Ruku 259
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 60 (120/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2195 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18