الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
فَانْطَلَقَا
maka keduanya berjalan
ۗحَتّٰىٓ
sehingga
اِذَآ
tatkala
اَتَيَآ
keduanya datang/sampai
اَهْلَ
penduduk
قَرْيَةِ
suatu negri
ِۨاسْتَطْعَمَآ
keduanya minta makan/dijamu
اَهْلَهَا
penduduknya
فَاَبَوْا
maka mereka menolak
اَنْ
untuk
يُّضَيِّفُوْهُمَا
mereka menjamu keduanya
فَوَجَدَا
maka/lalu keduanya mendapatkan
فِيْهَا
didalamnya
جِدَارًا
dinding
يُّرِيْدُ
hendak
اَنْ
untuk
يَّنْقَضَّ
ia roboh
فَاَقَامَهٗ
maka (khaidir) menegakkannya
ۗقَالَ
(Musa) berkata
لَوْ
jikalau
شِئْتَ
kamu menghendaki
لَتَّخَذْتَ
tentu kamu mengambil
عَلَيْهِ
atasnya
اَجْرًا
upah
﴿٧٧﴾
Maka keduanya berjalan; hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka berdua meminta dijamu oleh penduduknya, tetapi mereka (penduduk negeri itu) tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dinding rumah yang hampir roboh (di negeri itu), lalu dia menegakkannya. Dia (Musa) berkata, “Jika engkau mau, niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.”
2217 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka musa dan khadir berjalan hingga menjumpai penduduk suatu kampung. Mereka berdua meminta makanan sebagai jamuan bagi mereka berdua, akan tetapi penduduk kampung tersebut menolak untuk menjamu mereka berdua. Kemudian mereka mendapati di sana ada dinding miring yang hampir-hampir roboh.Maka khadir menegakannya hingga berdiri lurus. Musa berkata kepadanya, ”jika engkau mau engkau bisa mengambil upah atas pekerjaan itu yang dapat engkau pergunakan untuk mendapatkan makanan untuk kita, karena mereka tidak memberikan jamuan kepada kita. ”
Sumber: https://tafsirweb.com/4903-surat-al-kahfi-ayat-77.html
Tafsir as-Sa'di
77. “Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu,” maksudnya mereka berdua minta perjamuan kepada penduduknya, namun mereka tidak mau menyuguhi mereka berdua, “kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh,” maksudnya [sungguh] telah rusak dan berantakan “maka dia menegakkan dinding itu,” yaitu KHidhir, maksudnya, membangun dan memperbaruinya lagi. Kemudian “dia berkata,” yaitu Musa, “JIkalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu,” yaitu kepada penduduk negeri itu. Mereka tidak mau menjamu kita, padahal harus mereka lakukan, sementara itu, justru engkau membangun rumah itu tanpa upah sama sekali, padahal engkau mampu memintanya?
Sumber: https://tafsirweb.com/4903-surat-al-kahfi-ayat-77.html
Tafsir Al-Wajiz
77. Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, dikatakan negeri itu adalah Abalah atau Anthakiyah. Mereka berdua minta jamuan makan kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka.Kemudian keduanya mendapati sebuah dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu seperti semula. Kemudian. Dijelaskan dalam hadis sahih bahwasannya Nabi Khidhir mengusap dinding itu dengan tangannya, setelah dinding itu tegak lagi Musa berkata: "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu sehingga kita bisa makan"
Sumber: https://tafsirweb.com/4903-surat-al-kahfi-ayat-77.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 77-78 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang keduanya: (Maka keduanya berjalan) setelah kedua peristiwa itu (hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri) Disebutkan dalam hadits,”hingga ketika keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri yang kikir” yaitu orang-orang kikir (tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh) sandaran dari “kehendak” di sini adalah kepada dinding yang merupakan ungkapan isti'arah, karena sesungguhnya pengertian kehendak yang disandarkan kepada makhluk yang bernyawa bermakna kecenderungan. dan kata “Inqidad” maknannya adalah roboh. Firman Allah: (maka Khidir menegakkan dinding itu) yaitu mengembalikannya ke posisi tegak. Telah disebutkan dalam hadits bahwa nabi Khidhir mengembalikan dinding itu dengan kedua tangannya dan mendorongnya sehingga tidak miring.Ini merupakan peristiwa hal yang menakjubkan. Pada saat itu juga Musa berkata kepadanya: (Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu. (Al-Kahfi: 77) yaitu mereka tidak mau menjamu kita, maka selayaknyalah kamu tidak bekerja untuk mereka secara cuma-cuma (Khidir berkata, "Inilah perpisahan antara aku dengan kamu”) yaitu karena kamu telah mengajukan syarat saat terbunuhnya anak muda tadi, bahwa jika kamu bertanya tentang sesuatu kepadaku setelah itu, maka kamu jangan menemaniku lagi. Ini adalah perpisahan antara aku dengan kamu ("Aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”)
Sumber: https://tafsirweb.com/4903-surat-al-kahfi-ayat-77.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
77 dari 110 ayat
Juz
Juz 16
Halaman
Halaman 302
Ruku
Ruku 261
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 61 (121/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2217 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18