مريم (Maryam)

Per AyatMushaf
قَالَ
(Zakariya) berkata
رَبِّ
ya Tuhanku
اَنّٰى
bagaimanakah
يَكُوْنُ
adalah
لِيْ
bagiku
غُلٰمٌ
seorang anak laki-laki
وَّكَانَتِ
dan adalah
امْرَاَتِيْ
isteriku
عَاقِرًا
seorang mandul
وَّقَدْ
dan sesungguhnya
بَلَغْتُ
aku telah sampai
مِنَ
dari
الْكِبَرِ
besar/umur
عِتِيًّا
sangat tua
﴿٨﴾
Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”
2258 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Zakaria berkata dengan penuh keheranan, ”wahai tuhanku, bagaimana bisa aku memiliki anak lelaki, sedang istriku adalah seorang wanita yang mandul yang tidak bisa melahirkan, dan aku sendiri telah mencapai batas akhir dalam usia dan tulangku pun sudah rapuh?

Sumber: https://tafsirweb.com/5054-surat-maryam-ayat-8.html

Tafsir as-Sa'di

8. Ketika itu, saat Nabi Zakaria menerima kabar gembira kelahiran anak ini yang dimintanya, maka beliau justru merasa aneh dan keheranan. Beliau mengatakan, “Ya Rabbku, bagaimana (mungkin) akan ada anak bagiku,” sementara kondisinya bahwa faktor penghalang untuk mendapatkan anak, ada pada diri saya dan istri saya?Seakan-akan pada saat berdoa, beliau tidak menyadari keberadan faktor penghalang ini, lantaran keinginan kuat di hatinya serta dahsyatnya hasrat yang besar untuk mendapatkan anak. Dalam kondisi seperti ini, saat doanya dikabulkan, maka beliau merasa keheranan.

Sumber: https://tafsirweb.com/5054-surat-maryam-ayat-8.html

Tafsir Al-Wajiz

8. Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana caranya akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua". Pertanyaan ini atas dasar keadaan yang ada, bukan atas dasar menyepelekan kekuasaan Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/5054-surat-maryam-ayat-8.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 8-9 Ini adalah ketakjuban nabi Zakaria ketika doanya dikabulkan dan mendapat berita gembira atas seorang putra, maka dia sangat bergembira. Lalu dia bertanya bagaimana dia bisa memiliki anak, mengingat istri mandul, tidak melahirkan anak sejak wala umurnya dan sudah tua. Dirinya juga sudah tua dan tulang-tulangnya telah lemah dan kurus.Tidak ada kemampuan baginya untuk melakukan persetubuhan. orang-orang Arab berkata terhadap sesuatu ketika sudah kering “‘ataa”, “ya’tu”, ”’itiyya”, “‘utuwwa” dan “‘asaa”, “ya’su”, “‘isiyya”, “‘usuwwa”. Mujahid berkata bahwa, “'itiyya” maknannya adalah kerapuhan tulang. yang jelas bahwa maknannya lebih dari itu karena usia lanjut. (Tuhan berfirman) yaitu malaikat menjawab ketakjuban nabi Zakaria dari apa yang diberitakan kepadanya: (Demikianlah, Tuhanmu telah berfirman, "Hal itu adalah mudah bagiKu") yaitu melahirkan anak dari kamu dan istrimu itu bukan dari lainnya (adalah mudah) yaitu mudah bagi Allah Kemudian disebutkan kepadanya hal yang lebih mengagetkan daripada apa yang dia mohonkan. Jadi Allah berfirman: (dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedangkan dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (1)) (Surah Al-Insan)

Sumber: https://tafsirweb.com/5054-surat-maryam-ayat-8.html

Informasi

Surat

مريم (Maryam)

Maryam — 98 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

8 dari 98 ayat

Juz

Juz 16

Halaman

Halaman 305

Ruku

Ruku 264

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 61 (122/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2258 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-19